Bab Siapa yang Terluka di Jalan Allah
HR. Al-Bukhari no. 2803Shahih
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ، أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ أَبِي الزِّنَادِ، عَنِ الأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ـ رضى الله عنه ـ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ " وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لاَ يُكْلَمُ أَحَدٌ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ـ وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَنْ يُكْلَمُ فِي سَبِيلِهِ ـ إِلاَّ جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَاللَّوْنُ لَوْنُ الدَّمِ وَالرِّيحُ رِيحُ الْمِسْكِ ".
Cara baca (latin)
haddatsana abdu allahi ibnu yusufa, akhbarana malikun, an abi azzinadi, ani alaraji, an abi hurayraha rdh allah nh anna rasula allahi qala " waadzi nafsi biyadihi la yuklamu ahadun fi sabili allahi waallahu alamu biman yuklamu fi sabilihi ila jaa yawma alqiyamahi waallawnu lawnu addami waarrihu rihu almiski ".
Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Yusuf, telah mengabarkan kepada kami Malik, dari Abu Az-Zinad, dari Al-A'raj, dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidak ada seorang pun yang terluka di jalan Allah - dan Allah lebih mengetahui siapa yang terluka di jalan-Nya - kecuali ia akan datang pada hari kiamat dengan warna luka seperti warna darah dan baunya seperti bau misk."