Penjelasan Hadits Bukhari No. 2801 tentang Kisah syuhada Bani Salim dan keridhaan Allah

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menceritakan peristiwa tragis terbunuhnya 70 orang penghafal Al-Qur'an dari kalangan sahabat Nabi ﷺ di Bi'r Ma'unah. Paman Anas bin Malik, yaitu Haram bin Milhan, menjadi syahid pertama setelah menyampaikan pesan dakwah dan berkata "Demi Tuhan Ka'bah, aku berhasil." Hadits ini menunjukkan keutamaan syahid di jalan Allah, keutamaan sabar dalam berdakwah, dan bahwa para syuhada itu diridhai Allah serta dijadikan ridha.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang relevan:

Firman Allah tentang orang-orang yang terbunuh di jalan-Nya:

وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا ۚ بَلْ أَحْيَاءٌ عِندَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ

QS. Ali 'Imran [3]: 169

Terjemahan: "Dan janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki."

Hadits terkait:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Jihad dan Perang, Bab Siapa yang Terbunuh di Jalan Allah, nomor 2801. Perawi sahabat: Anas bin Malik رضي الله عنه.

Kaitan dengan ulama:

  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa peristiwa ini dikenal sebagai peristiwa Bi'r Ma'unah dan terjadi pada tahun 4 Hijriah.
  • Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menegaskan bahwa para syuhada ini mendapat keutamaan khusus karena syahid di jalan dakwah.
  • Ibn Katsir dalam Al-Bidayah wan Nihayah merinci peristiwa ini sebagai salah satu musibah besar yang menimpa para sahabat.
  • Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zadul Ma'ad menyebutkan bahwa Nabi ﷺ bersedih mendalam atas peristiwa ini.

Penjelasan Rinci

Konteks peristiwa:

Nabi ﷺ mengutus 70 orang dari kalangan sahabat — yang menurut Ibnu Hajar dalam Fathul Bari kebanyakan adalah para penghafal Al-Qur'an (qurra') — untuk mengajarkan Islam kepada suku Bani Amir. Namun mereka dikhianati dan dibunuh secara licik.

Makna "فُزْتُ وَرَبِّ الْكَعْبَةِ" (Aku berhasil, demi Tuhan Ka'bah):

Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa ucapan Haram bin Milhan ini menunjukkan keyakinan teguh bahwa kematian di jalan Allah adalah kemenangan hakiki, bukan kekalahan. Imam an-Nawawi menambahkan bahwa ini adalah bukti kesempurnaan iman dan keridhaan terhadap ketetapan Allah.

Makna "Jibril memberitahu Nabi ﷺ bahwa mereka telah bertemu Tuhan mereka":

Ibn Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ini adalah kabar gembira dari Allah bahwa para syuhada tersebut mendapat keridhaan Allah. Ini sejalan dengan QS. Ali 'Imran [3]: 169-170.

Tentang kalimat yang kemudian dinasakh (dibatalkan bacaannya):

Anas berkata: "Kami biasa membaca, 'Beritahu kaum kami bahwa kami telah bertemu Tuhan kami, Dia ridha kepada kami dan menjadikan kami ridha.' Kemudian diangkat (bacaannya)." Ibnu Hajar menjelaskan bahwa ini adalah bagian dari ayat Al-Qur'an yang bacaannya dinasakh (dihapus) tetapi maknanya tetap berlaku, sebagaimana dijelaskan dalam ilmu naskh.

Tentang doa Nabi ﷺ selama 40 hari:

Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa Nabi ﷺ melakukan qunut nazilah (doa kutukan) selama 40 hari untuk mendoakan kebinasaan bagi para pengkhianat. Ini menunjukkan bolehnya mendoakan keburukan bagi orang yang zalim secara terang-terangan, namun Nabi ﷺ kemudian meninggalkannya setelah itu.

Perbedaan pendapat ulama:

  • Imam Ahmad bin Hanbal dan Imam asy-Syafi'i berpendapat bahwa qunut nazilah boleh dilakukan saat terjadi musibah besar.
  • Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa qunut nazilah hanya khusus untuk Nabi ﷺ dan tidak dilanjutkan setelahnya.
  • Pendapat yang paling kuat menurut Ibnu Taymiyyah dalam Majmu' al-Fatawa: qunut nazilah boleh dilakukan ketika umat Islam menghadapi musibah besar, dan ini adalah pendapat jumhur ulama.

Story Telling

Kisah Haram bin Milhan رضي الله عنه:

Haram bin Milhan adalah paman Anas bin Malik dari pihak ibu. Ketika rombongan sampai di Bi'r Ma'unah, ia dengan berani maju seorang diri untuk menyampaikan pesan Nabi ﷺ. Ia berkata kepada kawan-kawannya: "Aku akan maju. Jika mereka memberiku keamanan, aku akan menyampaikan pesan Rasulullah ﷺ. Jika tidak, kalian tetap dekat denganku."

Ketika ia sedang menyampaikan pesan dakwah, orang-orang musyrik memberi isyarat kepada salah satu dari mereka, lalu orang itu menikamnya dari belakang hingga tembus. Dengan darah mengalir, Haram bin Milhan tidak mengeluh, tidak menyesal, melainkan mengucapkan: "الله أكبر، فزت ورب الكعبة" — "Allah Maha Besar, demi Tuhan Ka'bah aku berhasil!"

Ibnu Hajar menyebutkan dalam Fathul Bari bahwa ini adalah bukti bahwa syahid di jalan Allah adalah keberhasilan tertinggi. Ibn Rajab al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif menyebutkan bahwa para syuhada Bi'r Ma'unah adalah di antara orang-orang yang disebut Allah dalam QS. Ali 'Imran [3]: 169 sebagai "orang-orang yang hidup di sisi Tuhannya."

Kesimpulan Praktis

  1. Keutamaan syahid: Kematian di jalan Allah adalah kemenangan, bukan kekalahan. Hendaknya kita memohon kepada Allah agar diberi husnul khatimah.
  2. Sabar dalam dakwah: Para sahabat tetap menyampaikan kebenaran meski menghadapi pengkhianatan. Kita pun hendaknya teguh dalam menyampaikan kebaikan.
  3. Keridhaan Allah adalah tujuan tertinggi: Para syuhada diridhai Allah dan dijadikan ridha. Ini adalah puncak kebahagiaan yang hakiki.
  4. Boleh mendoakan keburukan bagi yang zalim: Nabi ﷺ melakukan qunut nazilah selama 40 hari, namun ini dilakukan saat ada kebutuhan mendesak.
  5. Pentingnya ilmu naskh: Kita perlu belajar ilmu Al-Qur'an untuk memahami bahwa ada ayat yang bacaannya dinasakh namun maknanya tetap berlaku.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?