Penjelasan Hadits Bukhari No. 2790 tentang Derajat mujahid dan keutamaan surga Firdaus

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan bahwa iman kepada Allah dan Rasul-Nya, mendirikan shalat, serta berpuasa Ramadan menjadi sebab pasti masuk surga — baik seseorang berjihad di jalan Allah maupun tetap tinggal di kampungnya. Namun derajat di surga berbeda-beda: Allah menyediakan seratus tingkatan khusus bagi para mujahid, dan Al-Firdaus adalah tempat tertinggi yang paling utama untuk diminta dalam doa.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang berkaitan:

QS. At-Taubah [9]: 111

إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَىٰ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُم بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ ۚ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ ۖ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنجِيلِ وَالْقُرْآنِ ۚ وَمَنْ أَوْفَىٰ بِعَهْدِهِ مِنَ اللَّهِ ۚ فَاسْتَبْشِرُوا بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُم بِهِ ۚ وَذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

Terjemahan: "Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin jiwa dan harta mereka dengan (jaminan) surga bagi mereka. Mereka berperang di jalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu merupakan) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil, dan Al-Qur'an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu. Dan itulah kemenangan yang agung."

Hadits terkait:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Al-Jihad was-Siyar, Bab Derajat Para Mujahid di Jalan Allah, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan amal-amal pokok (iman, shalat, puasa) yang menjadi sebab masuk surga, sekaligus menunjukkan bahwa derajat di surga bertingkat-tingkat sesuai amal.

Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (ketika membahas hadits semakna) menyebutkan bahwa penyebutan seratus derajat adalah untuk memotivasi umat agar bersemangat dalam berjihad dan beramal saleh.

Penjelasan Rinci

Makna umum hadits:

Rasulullah ﷺ menyampaikan kabar gembira yang sangat luas: siapa saja yang memenuhi empat perkara pokok — (1) iman kepada Allah, (2) iman kepada Rasul-Nya, (3) mendirikan shalat, dan (4) berpuasa Ramadan — maka Allah menjamin memasukkannya ke dalam surga. Jaminan ini berlaku baik ia berjihad di jalan Allah maupun ia tetap tinggal di tanah kelahirannya tanpa berjihad.

Pemahaman ulama:

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa kalimat "كَانَ حَقًّا عَلَى اللَّهِ" (menjadi hak atas Allah) adalah bentuk janji pasti dari Allah yang tidak akan diingkari, karena Allah telah menetapkannya sebagai karunia dan kemurahan-Nya. Ini bukan berarti Allah "wajib" dalam arti dipaksa, melainkan Allah sendiri yang telah mewajibkan atas diri-Nya sebagai bentuk rahmat.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam penjelasan ayat-ayat sifat menyebutkan bahwa janji Allah pasti ditunaikan, dan ini termasuk mendorong hamba untuk berharap kepada Allah dengan amal yang benar.

Tentang seratus derajat:

Rasulullah ﷺ menyebutkan bahwa di surga ada seratus derajat yang Allah siapkan khusus untuk para mujahid. Jarak antara satu derajat dengan derajat lainnya seperti jarak antara langit dan bumi. Ini menunjukkan betapa tingginya kedudukan para mujahid di sisi Allah.

Imam Ibnu Hajar menyebutkan bahwa penyebutan angka seratus bukanlah pembatasan mutlak, melainkan menunjukkan banyaknya tingkatan yang tidak terhitung oleh manusia. Sebagian ulama menjelaskan bahwa setiap derajat memiliki keutamaan dan kenikmatan yang berbeda.

Tentang Al-Firdaus:

Nabi ﷺ mengajarkan agar ketika meminta surga kepada Allah, mintalah Al-Firdaus, karena ia adalah "أَوْسَطُ الْجَنَّةِ وَأَعْلَى الْجَنَّةِ" — bagian tengah dan tertinggi dari surga. Di atasnya terdapat Arsy Ar-Rahman, dan dari sana mengalir sungai-sungai surga.

Imam Ibnul Qayyim al-Jawziyyah dalam Haadi al-Arwah menjelaskan bahwa Al-Firdaus adalah puncak surga dan tempat yang paling dekat dengan Arsy, sehingga menjadi tempat yang paling utama. Beliau juga menjelaskan bahwa kedekatan dengan Allah adalah kenikmatan tertinggi di surga, dan itulah yang membuat Al-Firdaus menjadi tempat paling mulia.

Kaitan antara jihad dan amal pokok:

Hadits ini menunjukkan bahwa amal-amal pokok (iman, shalat, puasa) memasukkan seseorang ke surga, sedangkan jihad meninggikan derajatnya. Keduanya tidak saling meniadakan. Seseorang yang beriman dan beramal saleh serta berjihad akan mendapatkan derajat yang lebih tinggi daripada yang hanya beramal saleh tanpa jihad.

Namun perlu dicatat: jihad di sini adalah jihad yang syar'i sesuai tuntunan Nabi ﷺ dan para sahabat, dengan syarat dan adab yang telah dijelaskan para ulama seperti Imam Ahmad bin Hanbal, Imam asy-Syafi'i, dan lainnya. Jihad bukanlah tindakan sembarangan, melainkan ibadah yang memiliki aturan ketat.

Perbedaan pendapat:

Sebagian ulama berbeda pendapat apakah "jihad" di sini mencakup semua bentuk perjuangan di jalan Allah (termasuk dakwah, menuntut ilmu, dan sebagainya) atau khusus perang. Pendapat yang paling kuat — sebagaimana dijelaskan Ibnu Hajar dan Ibnul Qayyim — adalah bahwa konteks hadits ini menunjukkan jihad dalam arti berperang di jalan Allah, karena disebutkan dalam kitab Al-Jihad dan bab tentang derajat para mujahid. Namun demikian, makna luas jihad sebagai kesungguhan dalam ketaatan juga tidak ditolak.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa suatu ketika seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang amal yang paling utama. Beliau ﷺ menyebutkan iman kepada Allah, kemudian jihad di jalan Allah. Namun ketika ditanya lagi, beliau menyebutkan haji yang mabrur. Ini menunjukkan bahwa amal-amal tersebut memiliki keutamaan yang berbeda-beda sesuai keadaan dan waktu.

Dalam hadits Abu Hurairah ini, para sahabat menunjukkan semangat mereka untuk menyebarkan kabar gembira ini kepada orang lain. Mereka berkata, "Wahai Rasulullah, apakah kami tidak memberitakan kabar gembira ini kepada orang-orang?" Ini menunjukkan betapa para sahabat sangat peduli terhadap kebaikan umat. Namun Nabi ﷺ mengarahkan mereka kepada sesuatu yang lebih tinggi: derajat para mujahid dan keutamaan Al-Firdaus. Ini mengajarkan bahwa kabar gembira itu benar, tetapi ada tingkatan yang lebih tinggi yang sepatutnya dikejar.

Kesimpulan Praktis

  1. Jaga empat perkara pokok: iman kepada Allah dan Rasul-Nya, mendirikan shalat dengan benar, dan berpuasa Ramadan — ini adalah jalan pasti menuju surga.
  2. Jangan meremehkan amal pokok meskipun tidak berjihad, karena Allah menjamin surga bagi yang memenuhi syarat-syarat tersebut.
  3. Bersemangatlah untuk meningkatkan derajat dengan amal yang lebih tinggi, termasuk jihad di jalan Allah sesuai tuntunan syariat.
  4. Berdoalah meminta Al-Firdaus ketika meminta surga, karena ia adalah tempat tertinggi dan paling dekat dengan Arsy Allah.
  5. Pelajari syarat dan adab jihad dari para ulama yang terpercaya, jangan mengikuti pemahaman yang menyimpang.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan ini tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?