Penjelasan Hadits Bukhari No. 2788 tentang Doa Nabi untuk Umm Haram menjadi syahid di laut

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan keutamaan berjihad di jalan Allah, khususnya berjihad di laut, dan keutamaan doa seorang hamba yang saleh. Rasulullah ﷺ memberitakan kabar gembira tentang umatnya yang akan berjihad di laut, lalu Ummu Haram binti Milhan meminta didoakan agar termasuk di dalamnya, dan beliau mendoakannya. Doa itu dikabulkan; ia ikut berlayar di masa Muawiyah bin Abi Sufyan dan wafat di sana, sehingga ia memperoleh keutamaan syahid di jalan Allah.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang relevan:

QS. At-Taubah [9]: 111

إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَىٰ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُم بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ ۚ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ ۖ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنجِيلِ وَالْقُرْآنِ ۚ وَمَنْ أَوْفَىٰ بِعَهْدِهِ مِنَ اللَّهِ ۚ فَاسْتَبْشِرُوا بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُم بِهِ ۚ وَذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

Terjemahan: "Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan (jaminan) surga bagi mereka. Mereka berperang di jalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil, dan Al-Qur'an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar."

Hadits terkait:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Jihad dan Perang, Bab Doa untuk Jihad dan Syahid bagi Laki-laki dan Perempuan, dari sahabat Anas bin Malik رضي الله عنه.

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bolehnya seorang laki-laki masuk ke rumah wanita yang bukan mahramnya jika ada keperluan yang dibenarkan syariat dan aman dari fitnah, serta menunjukkan keutamaan Ummu Haram dan keutamaan berjihad di laut. Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim juga menyebutkan bahwa hadits ini menjadi dalil keutamaan berjihad di laut dan bahwa doa Nabi ﷺ mustajab.

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting yang dijelaskan oleh para ulama dalam daftar rujukan:

Pertama: Keutamaan berjihad di jalan Allah, khususnya di laut.

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa berjihad di laut memiliki keutamaan tersendiri karena bahayanya lebih besar dan kesulitannya lebih berat. Rasulullah ﷺ menggambarkan para pejuang laut itu "seperti raja-raja di atas takhta" — ini adalah gambaran kehormatan dan kemuliaan mereka di sisi Allah. Imam An-Nawawi menambahkan bahwa ini menunjukkan betapa tingginya kedudukan para mujahid di jalan Allah.

Kedua: Doa Nabi ﷺ mustajab dan doa seorang hamba saleh bermanfaat.

Ummu Haram meminta didoakan, dan Nabi ﷺ mendoakannya. Doa beliau dikabulkan secara nyata: Ummu Haram ikut berlayar di masa Muawiyah bin Abi Sufyan dan wafat di sana. Ibnu Hajar menyebutkan bahwa ini menunjukkan keutamaan Ummu Haram dan kebenaran kenabian Muhammad ﷺ, karena apa yang beliau kabarkan terjadi persis seperti yang beliau sampaikan.

Ketiga: Adab dan kelembutan Nabi ﷺ dalam bermuamalah.

Nabi ﷺ mengunjungi Ummu Haram, makan makanan yang disuguhkan, dan tidur di rumahnya. Ini menunjukkan kelembutan dan kedekatan beliau dengan para sahabat. Ibnu Hajar menjelaskan bahwa Ummu Haram adalah bibi dari Anas bin Malik (dari pihak ibu) dan juga bibi dari Nabi ﷺ dari sisi susuan (radha'ah), sehingga kunjungan beliau bukanlah kunjungan kepada wanita asing tanpa keperluan.

Keempat: Perbedaan pendapat tentang status Ummu Haram.

Para ulama berbeda pendapat apakah Ummu Haram wafat sebagai syahid atau tidak. Imam An-Nawawi dan Ibnu Hajar menyebutkan bahwa wafatnya karena terjatuh dari hewan tunggangan setelah turun dari kapal — sebagian ulama menyebutkan bahwa orang yang wafat dalam keadaan berjihad di jalan Allah mendapatkan keutamaan syahid, meskipun tidak wafat di medan perang. Pendapat yang paling kuat menurut dalil adalah bahwa Ummu Haram mendapatkan keutamaan syahid karena ia wafat dalam keadaan ikut berjihad di jalan Allah, dan Nabi ﷺ telah mendoakannya agar termasuk orang-orang yang berjihad di laut.

Kelima: Bolehnya wanita ikut berjihad dalam kondisi tertentu.

Hadits ini menunjukkan bahwa wanita bisa ikut serta dalam jihad di laut, sebagaimana Ummu Haram ikut berlayar. Ibnu Hajar menjelaskan bahwa ini dilakukan dengan syarat aman dari fitnah dan sesuai dengan ketentuan syariat, seperti untuk merawat pasukan, membawa air, atau keperluan lain yang dibenarkan.

Story Telling

Anas bin Malik رضي الله عنه menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ sering mengunjungi rumah bibinya, Ummu Haram binti Milhan, yang juga istri dari sahabat mulia Ubadah bin As-Samit رضي الله عنه. Ummu Haram selalu menyambut beliau dengan penuh hormat, menyuguhkan makanan, dan bahkan mencari kutu di kepala beliau — sebuah bentuk pelayanan dan kasih sayang yang tulus.

Suatu hari, setelah makan dan merasa lelah, Rasulullah ﷺ tertidur di rumahnya. Ketika terbangun, beliau tersenyum. Ummu Haram yang melihat senyum itu bertanya dengan penuh rasa ingin tahu, "Apa yang membuatmu tersenyum, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab bahwa beliau diperlihatkan dalam mimpi beberapa orang dari umatnya yang berjihad di jalan Allah, mengarungi lautan seperti raja-raja di atas takhta. Mendengar itu, Ummu Haram langsung memohon, "Wahai Rasulullah, doakanlah aku agar Allah menjadikanku salah satu dari mereka."

Rasulullah ﷺ mendoakannya. Kemudian beliau tidur lagi, dan terbangun sambil tersenyum untuk kedua kalinya. Ummu Haram bertanya lagi, dan beliau menjawab dengan jawaban yang sama. Ummu Haram kembali memohon didoakan. Kali ini Rasulullah ﷺ bersabda, "Kamu termasuk yang pertama."

Bertahun-tahun kemudian, pada masa pemerintahan Muawiyah bin Abi Sufyan, Ummu Haram ikut dalam ekspedisi laut menuju Siprus. Ketika kapal mereka tiba dan ia turun dari kapal, ia terjatuh dari hewan tunggangannya dan wafat di sana. Ia dimakamkan di Siprus, dan kuburnya dikenal hingga kini. Doa Nabi ﷺ pun terbukti: ia termasuk orang-orang pertama yang berjihad di laut, dan Allah memuliakannya dengan wafat di jalan-Nya.

Ibnu Hajar dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa kisah ini menjadi bukti kebenaran kenabian Muhammad ﷺ, karena apa yang beliau kabarkan terjadi persis seperti yang beliau sampaikan, bertahun-tahun setelah beliau wafat.

Kesimpulan Praktis

  1. Bersemangatlah dalam berjihad di jalan Allah sesuai kemampuan dan ketentuan syariat, karena jihad memiliki keutamaan yang sangat besar, khususnya jihad di laut sebagaimana disebutkan dalam hadits ini.
  2. Perbanyaklah berdoa dan memohon kepada Allah untuk mendapatkan keutamaan-keutamaan yang Allah janjikan, sebagaimana Ummu Haram memohon kepada Nabi ﷺ untuk didoakan.
  3. Yakinlah bahwa doa orang saleh bermanfaat, dan doa Nabi ﷺ adalah doa yang mustajab. Kita juga dianjurkan meminta doa kepada orang-orang saleh yang masih hidup.
  4. Teladanilah kelembutan dan kasih sayang Nabi ﷺ dalam bermuamalah dengan keluarga dan sahabat, serta adab beliau dalam mengunjungi dan menghormati orang lain.
  5. Ketahuilah bahwa wanita memiliki peran dalam jihad sesuai ketentuan syariat, seperti merawat pasukan, membawa air, atau keperluan lain yang dibenarkan, dengan syarat aman dari fitnah.
  6. Bersabarlah dalam menghadapi ujian, karena Ummu Haram wafat dalam keadaan berjihad, dan itu adalah kemuliaan baginya.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?