Bab Keutamaan Jihad dan Perang
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، قَالَ حَدَّثَنِي مَنْصُورٌ، عَنْ مُجَاهِدٍ، عَنْ طَاوُسٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ ـ رضى الله عنهما ـ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم "لاَ هِجْرَةَ بَعْدَ الْفَتْحِ وَلَكِنْ جِهَادٌ وَنِيَّةٌ، وَإِذَا اسْتُنْفِرْتُمْ فَانْفِرُوا ".
Telah menceritakan kepada kami Ali bin Abdulllah, telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa'id, telah menceritakan kepada kami Sufyan, ia berkata: 'Telah menceritakan kepada saya Mansur, dari Mujahid, dari Tawus, dari Ibn Abbas -semoga Allah meridhainya- ia berkata: 'Rasulullah (ﷺ) bersabda: 'Tidak ada hijrah setelah pembebasan (Mekah), tetapi jihad dan niat tetap ada; dan jika kalian dipanggil (oleh penguasa Muslim) untuk berperang, maka berangkatlah segera.'
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
