Bab dan Apa yang Boleh Dilakukan oleh Wali Terhadap Harta Anak Yatim, dan Apa yang Boleh Dimakan Sesuai dengan Pekerjaannya
Shahih
haddatsana ubaydu ibnu ismaila, haddatsana abu usamaha, an hisyamin, an abihi, an aisyaha rdh allah nh – waman kana ghaniyyan falyastafif waman kana faqiran falyakul bialmarufi. qalat unzilat fi waaly alyatimi an yushiba min malihi idza kana muhtajan biqadri malihi bialmarufi.
Aisyah berkata: Ayat berikut ini: "Dan barangsiapa yang kaya, maka hendaklah ia menahan diri, dan barangsiapa yang miskin, maka hendaklah ia makan dengan cara yang baik." (4:6) diturunkan berkenaan dengan wali anak yatim, dan itu berarti bahwa jika ia miskin, ia boleh mengambil untuk dirinya (dari harta anak yatim) apa yang baik dan wajar sesuai dengan bagian warisan anak yatim.