Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengajarkan beberapa hal penting: (1) anjuran untuk mendamaikan perselisihan di antara manusia, bahkan Nabi ﷺ sendiri melakukannya; (2) adab dalam shalat berjamaah, yaitu bertasbih bagi laki-laki dan bertepuk tangan bagi perempuan ketika ada sesuatu yang perlu diingatkan; (3) adab seorang murid terhadap gurunya—Abu Bakar tidak mau memimpin shalat di depan Nabi ﷺ karena merasa tidak pantas, dan ini menunjukkan betapa tingginya adab para sahabat kepada Rasulullah ﷺ.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur'an yang relevan:
QS. Al-Hujurat [49]: 10
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
"Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, maka damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat."
Hadits terkait:
Hadits yang sedang kita bahas diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Perdamaian, Bab "Apa yang Dikatakan dalam Perdamaian Antara Manusia", no. 2690, dari sahabat Sahl bin Sa'd radhiyallahu 'anhu.
Juga terdapat dalam Shahih Muslim dengan redaksi yang serupa.
Kaitan dengan ulama:
Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan hadits ini secara panjang lebar, termasuk faedah-faedahnya. Beliau menyebutkan bahwa hadits ini menunjukkan bolehnya imam shalat digantikan oleh makmum apabila imam berhalangan, dan bahwa tasbih adalah isyarat bagi laki-laki dalam shalat.
Penjelasan Rinci
Hadits ini memiliki beberapa pelajaran besar yang dijelaskan oleh para ulama:
Pertama: Keutamaan mendamaikan perselisihan
Nabi ﷺ keluar bersama para sahabatnya untuk mendamaikan Bani 'Amr bin 'Auf yang sedang berselisih. Ini menunjukkan bahwa mendamaikan manusia adalah perkara yang sangat mulia, bahkan Nabi ﷺ sendiri melakukannya secara langsung. Imam As-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa mendamaikan antara manusia yang berselisih termasuk amalan yang paling utama, karena dengan perdamaian itu terwujud persatuan dan hilanglah permusuhan.
Kedua: Hukum tasbih dan tepuk tangan dalam shalat
Nabi ﷺ bersabda: "Sesungguhnya tepuk tangan itu hanya untuk wanita. Barangsiapa yang mendapati sesuatu dalam shalatnya, hendaklah ia mengucapkan 'Subhanallah'."
Para ulama menjelaskan: jika seseorang ingin mengingatkan imam atau orang lain dalam shalat, maka laki-laki bertasbih dengan mengucapkan "Subhanallah", sedangkan perempuan bertepuk tangan. Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hikmahnya adalah suara perempuan tidak boleh didengar oleh laki-laki asing, maka isyaratnya dengan tepukan tangan.
Ketiga: Adab Abu Bakar kepada Nabi ﷺ
Ketika Nabi ﷺ memberi isyarat kepada Abu Bakar untuk melanjutkan shalat, Abu Bakar justru mundur dan membiarkan Nabi ﷺ yang maju. Beliau berkata: "Tidak pantas bagi putra Abu Quhafah untuk memimpin shalat di depan Nabi ﷺ."
Ini menunjukkan adab yang sangat tinggi. Imam Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Fathul Bari (syarahnya atas Shahih Al-Bukhari) menjelaskan bahwa seorang murid atau bawahan tidak sepatutnya merasa lebih tinggi dari gurunya, dan ini adalah pelajaran tentang tawadhu' dan menghormati orang yang lebih utama.
Keempat: Bolehnya imam digantikan
Hadits ini juga menunjukkan bahwa apabila imam berhalangan, maka makmum boleh maju menggantikannya. Ini sebagaimana yang dilakukan Abu Bakar ketika Nabi ﷺ tertahan. Para ulama fiqih dari kalangan Hanabilah dan lainnya menjadikan hadits ini sebagai dalil bolehnya istikhlaf (penggantian imam).
Story Telling
Ada kisah yang indah tentang adab para salaf terhadap guru-guru mereka. Imam Ahmad bin Hanbal—semoga Allah merahmatinya—sangat menghormati gurunya, Imam Asy-Syafi'i. Beliau berkata: "Aku tidak pernah shalat subuh kecuali aku mendoakan Imam Asy-Syafi'i selama 40 tahun." Ketika ditanya mengapa, beliau menjawab: "Karena beliau adalah sebab aku mempelajari sunnah-sunnah Nabi ﷺ."
Ini menunjukkan bahwa para ulama salaf sangat menjaga adab terhadap guru mereka, sebagaimana Abu Bakar menjaga adabnya kepada Nabi ﷺ. Adab kepada guru adalah bagian dari adab kepada ilmu dan syariat.
Kesimpulan Praktis
- Bersegera mendamaikan perselisihan di antara sesama muslim, karena ini adalah perbuatan mulia yang dicontohkan langsung oleh Nabi ﷺ.
- Dalam shalat, gunakan isyarat yang benar: laki-laki bertasbih, perempuan bertepuk tangan—bukan sebaliknya.
- Jaga adab kepada guru dan orang yang lebih utama, sebagaimana Abu Bakar tidak mau mendahului Nabi ﷺ.
- Bolehnya menggantikan imam apabila imam berhalangan, dengan syarat yang lebih utama maju ke depan.
- Tawadhu' adalah akhlak para nabi dan ulama—semakin tinggi ilmu seseorang, semakin rendah hatinya.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.