Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ memiliki kekuatan fisik yang luar biasa sebagai mukjizat dari Allah, di mana beliau mampu menggilir semua istrinya dalam satu malam atau siang. Ini bukanlah perbuatan yang dianjurkan untuk ditiru secara harfiah oleh umatnya, melainkan menunjukkan keistimewaan khusus yang diberikan kepada beliau. Pelajaran utama dari hadits ini adalah tentang keadilan suami kepada istri-istrinya dan pengakuan atas kekhususan Nabi ﷺ.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat:
Shahih Al-Bukhari, Kitab Mandi, Bab "Jika Menggauli Kemudian Kembali, dan Siapa yang Mengunjungi Istrinya dalam Satu Mandi", no. 268. Diriwayatkan oleh Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu.
Penjelasan Ulama:
- Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari (1/286-287) menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan kekhususan Nabi ﷺ dalam hal kekuatan fisik. Beliau menukil perkataan Al-Khaththabi bahwa ini adalah mukjizat yang diberikan Allah kepada Nabi-Nya.
- Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (4/6) mengatakan bahwa para ulama sepakat bahwa kemampuan Nabi ﷺ untuk menggilir sembilan atau sebelas istri dalam satu malam adalah kekhususan beliau, bukan perintah untuk umatnya.
- Imam Al-Bukhari sendiri menempatkan hadits ini dalam bab mandi, mengisyaratkan bahwa Nabi ﷺ mandi satu kali untuk seluruh giliran tersebut, sebagaimana disebutkan dalam riwayat lain.
Penjelasan Rinci
Hadits ini diriwayatkan oleh Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu yang menjadi pelayan Nabi ﷺ selama sepuluh tahun. Beliau menyaksikan langsung bagaimana Nabi ﷺ menggilir istri-istrinya. Ada perbedaan riwayat tentang jumlah istri: ada yang menyebut sebelas dan ada yang sembilan. Perbedaan ini terjadi karena ada istri yang wafat atau diceraikan sebelum masa itu.
Makna Hadits:
- Kekuatan Luar Biasa: Anas menjelaskan bahwa para sahabat membicarakan bahwa Nabi ﷺ diberi kekuatan seperti tiga puluh pria. Ini adalah mukjizat yang tidak dimiliki manusia biasa. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani menegaskan bahwa ini adalah keistimewaan khusus bagi Nabi ﷺ, sebagaimana Allah memberikan kekuatan makan dan minum yang luar biasa kepada para nabi sebelumnya.
- Keadilan dalam Giliran: Meskipun memiliki kemampuan luar biasa, Nabi ﷺ tetap menjalankan giliran secara adil kepada semua istri. Ini mengajarkan bahwa keadilan adalah kewajiban suami yang memiliki lebih dari satu istri.
- Hukum Mandi: Imam Al-Bukhari menempatkan hadits ini dalam bab mandi untuk menunjukkan bahwa Nabi ﷺ cukup mandi satu kali untuk seluruh giliran tersebut. Ini diperkuat dengan hadits lain dari Anas bahwa Nabi ﷺ mandi satu kali untuk semua istrinya (HR. Muslim no. 309).
Pendapat Ulama:
- Imam Ahmad bin Hanbal dan Imam asy-Syafi'i berpendapat bahwa mandi satu kali sudah cukup meskipun berhubungan dengan beberapa istri, selama tidak keluar mani di antara giliran. Ini berdasarkan praktik Nabi ﷺ.
- Imam Malik memiliki pandangan yang lebih longgar, namun tetap mengakui keutamaan mandi satu kali untuk memudahkan.
Peringatan: Hadits ini tidak boleh dijadikan alasan untuk menuntut kemampuan seperti Nabi ﷺ. Para ulama seperti Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Fath al-Bari mengingatkan bahwa ini adalah kekhususan Nabi yang tidak bisa ditiru.
Story Telling
Diriwayatkan dari Qatadah bin Di'amah as-Sadusi (seorang tabi'in besar) bahwa ketika Anas bin Malik menceritakan hadits ini, para sahabat takjub dengan kekuatan Nabi ﷺ. Mereka kemudian merenungkan firman Allah:
QS. Al-Qalam [68]: 4
وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ
"Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang agung."
Kekuatan fisik Nabi ﷺ hanyalah salah satu bentuk keagungan akhlak beliau, karena dengan kemampuan itu beliau tetap menjaga keadilan dan kasih sayang kepada semua istri. Ini mengajarkan kita bahwa setiap kelebihan harus digunakan untuk kebaikan dan ketaatan kepada Allah.
Kesimpulan Praktis
- Kekhususan Nabi: Kemampuan menggilir banyak istri dalam satu malam adalah mukjizat khusus Nabi ﷺ, bukan perintah untuk ditiru.
- Keadilan: Suami yang memiliki lebih dari satu istri wajib berlaku adil dalam giliran dan nafkah.
- Kemudahan Mandi: Jika seorang suami berhubungan dengan istrinya beberapa kali dalam satu waktu, cukup mandi satu kali selama tidak ada hadas besar di antaranya.
- Adab Meneladani: Kita meneladani Nabi ﷺ dalam akhlak dan keadilan, bukan dalam hal-hal yang menjadi kekhususan beliau.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.