Bab Sumpah Terhadap Tuntutan, Dalam Harta dan Hukuman.
Shahih
haddatsana utsmanu ibnu abi syaybaha, haddatsana jarirun, an manshurin, an abi wailin, qala qala abdu allahi man halafa ala yaminin yastahiqqu biha malan laqiya allaha wahwa alayhi ghadhbanu, tsumma anzala allahu tashdiqa dzalika inna adzina yasytaruna biahdi allahi waaymanihim ila adzabun alimun. tsumma inna alasyatsa ibna qaysin kharaja ilayna faqala ma yuhadditsukum abu abdi arrahmani fahaddatsnahu bima, qala, faqala shadaqa lafiyya unzilat, kana bayni wabayna rajulin khushumahun fi syain, fakhtashamna ila rasuli allahi faqala " syahidaka aw yaminuhu ". faqultu lahu innahu idzan yahlifu wala yubali. faqala annabiyyu " man halafa ala yaminin yastahiqqu biha malan wahwa fiha fajirun laqiya allaha wahwa alayhi ghadhbanu ". faanzala allahu tashdiqa dzalika, tsumma aqtaraa hadzihi alayaha.
Diriwayatkan dari Abu Wail: Abdullah (bin Mas'ud) berkata, "Siapa pun yang bersumpah dengan sumpah yang tidak benar untuk meraih harta, Allah akan marah kepadanya ketika ia bertemu-Nya. Allah menegaskan hal itu melalui Wahyu Ilahi-Nya: 'Sesungguhnya, orang-orang yang membeli sedikit keuntungan dengan mengorbankan perjanjian Allah dan sumpah-sumpah mereka... mereka akan mendapatkan siksa yang pedih.' (3.77) Al-Ash'ath bin Qais datang kepada kami dan bertanya, 'Apa yang diceritakan oleh Abu 'Abdur-Rahman (yaitu Abdullah) kepada kalian?' Kami memberitahunya apa yang ia ceritakan kepada kami. Ia berkata, 'Ia berkata benar; ayat Ilahi ini diturunkan berkenaan denganku. Ada perselisihan antara aku dan seorang lelaki tentang sesuatu dan kasus itu diajukan kepada Rasulullah ﷺ yang berkata, 'Hadirkan dua saksi atau terdakwa harus bersumpah.' Aku berkata, 'Terdakwa pasti akan bersumpah dengan tidak peduli.' Nabi ﷺ berkata, 'Siapa pun yang bersumpah dengan sumpah yang tidak benar untuk meraih harta orang lain, maka Allah akan marah kepadanya ketika ia bertemu-Nya.' Kemudian Allah menurunkan konfirmasinya. Al-Ash'ath kemudian membaca ayat Ilahi di atas.' (3.77)