Bab Tentang Seberapa Banyak yang Diperbolehkan
Shahih
haddatsana musa ibnu ismaila, haddatsana dawudu ibnu abi alfurati, haddatsana abdu allahi ibnu buraydaha, an abi alaswadi, qala ataytu almadinaha waqad waqaa biha maradhun, wahum yamutuna mawtan dzarian, fajalastu ila umara rdh allah nh famarrat jinazahun fautsniya khayrun faqala umaru wajabat. tsumma murra biukhra fautsniya khayran faqala wajabat. tsumma murra biattsalitsahi fautsniya syarran, faqala wajabat. faqultu ma wajabat ya amira almuminina qala qultu kama qala annabiyyu " ayyuma muslimin syahida lahu arbaahun bikhayrin adkhalahu allahu aljannaha ". qulna watsalatsahun qala " watsalatsahun ". qultu watsnani qala " watsnani ". tsumma lam nasalhu ani alwahidi.
Dari Abu Al-Aswad: "Suatu ketika saya pergi ke Madinah di mana terjadi wabah penyakit dan orang-orang mati dengan cepat. Saya duduk dengan 'Umar dan sebuah jenazah lewat. Orang-orang memuji almarhum. 'Umar berkata, 'Telah dipastikan (Surga).' Kemudian jenazah lain lewat. Orang-orang memuji almarhum. 'Umar berkata, 'Telah dipastikan (Surga).' Kemudian jenazah ketiga lewat. Orang-orang memuji almarhum. 'Umar berkata, 'Telah dipastikan (Surga).' Kemudian jenazah ketiga lewat dan orang-orang berbicara buruk tentang almarhum. 'Umar berkata, 'Telah dipastikan (Neraka).' Saya bertanya kepada 'Umar, 'Wahai Amirul Mukminin! Apa yang telah dipastikan?' Dia berkata, 'Saya telah mengatakan apa yang dikatakan Nabi ﷺ. Dia berkata, 'Allah akan memasukkan ke dalam surga setiap Muslim yang akhlaknya baik dan disaksikan oleh empat orang.' Kami bertanya kepada Nabi, 'Jika hanya ada tiga saksi?' Dia berkata, 'Bahkan tiga.' Kami bertanya, 'Jika hanya ada dua?' Dia berkata, 'Bahkan dua.' Tetapi kami tidak bertanya kepadanya tentang satu saksi."