Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengajarkan adab mulia dalam memberi minum atau makanan: hendaknya dimulai dari orang yang berada di sebelah kanan, meskipun ada orang yang lebih utama di sebelah kiri. Ini adalah sunnah Nabi ﷺ yang dicontohkan langsung oleh beliau ketika memberi minum kepada para sahabat dan seorang badui. Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu menegaskan bahwa hal ini adalah sunnah yang beliau ulang tiga kali.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Al-Hibah, Bab "Man Ista'sqa" (Bab Siapa yang Meminta Air), no. 2571, dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu.
Teks hadits yang Anda sertakan sudah benar dan sesuai dengan riwayat Al-Bukhari. Berikut poin pentingnya:
Dalam hadits ini tidak ada ayat Al-Qur'an yang secara langsung membahas adab ini, namun ada prinsip umum dalam Al-Qur'an tentang keadilan dan adab, misalnya firman Allah:
QS. An-Nahl [16]: 90
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ
"Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat..."
Ayat ini menunjukkan bahwa Islam mengajarkan adab dan keadilan dalam setiap urusan, termasuk dalam hal memberi minum.
Kaitan dengan ulama: Hadits ini dijelaskan oleh para ulama dari kalangan yang disebutkan, di antaranya:
- Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari (syarah Shahih Al-Bukhari) menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan disunnahkannya mendahulukan orang yang di sebelah kanan dalam hal memberi minum dan makanan.
- Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim juga membahas adab ini secara panjang lebar, bahwa mendahulukan kanan adalah sunnah yang ditekankan.
Penjelasan Rinci
Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:
1. Adab Mendahulukan yang Kanan
Rasulullah ﷺ ketika selesai minum, beliau memberikan sisa susunya kepada badui yang berada di sebelah kanan, bukan kepada Abu Bakar yang berada di sebelah kiri, padahal Abu Bakar adalah orang yang paling utama di antara umat ini setelah para nabi. Ini menunjukkan bahwa adab mendahulukan kanan lebih diutamakan daripada mendahulukan orang yang lebih utama kedudukannya.
Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa para ulama bersepakat tentang disunnahkannya mendahulukan orang yang di sebelah kanan dalam hal memberi minum, makanan, dan semisalnya. Beliau berkata: "Jika berkumpul orang yang di kanan dan kiri, maka dimulai dari yang kanan, baik yang di kanan itu lebih tua atau lebih muda, lebih mulia atau tidak."
2. Perkataan Anas: "Ini adalah sunnah"
Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu mengulang perkataannya tiga kali: "Fahiya sunnatun, fahiya sunnatun, fahiya sunnatun" (Ini adalah sunnah, ini adalah sunnah, ini adalah sunnah). Ini menunjukkan penekanan Anas bahwa perbuatan Nabi ﷺ ini bukan sekadar kebiasaan biasa, melainkan sunnah yang harus diikuti.
Imam Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa pengulangan Anas ini menunjukkan pentingnya masalah ini dan bahwa beliau ingin menegaskan bahwa ini adalah ajaran Nabi ﷺ, bukan sekadar ijtihad atau kebiasaan pribadi.
3. Kisah Abu Bakar dan Umar
Dalam hadits ini, Umar bin Khattab berkata: "Ini Abu Bakar" — maksudnya, beliau mengingatkan Nabi ﷺ bahwa di sebelah kiri ada Abu Bakar yang lebih utama. Namun Nabi ﷺ tetap memberikan kepada badui di sebelah kanan. Ini menunjukkan bahwa adab kanan lebih didahulukan daripada keutamaan orang.
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa ini adalah pelajaran besar: bahwa dalam muamalah sehari-hari, kita mengikuti aturan syariat, bukan sekadar mengikuti keutamaan orang. Jika Nabi ﷺ saja tidak mendahulukan Abu Bakar karena adab kanan, maka kita pun harus mengikuti aturan yang sama.
4. Pelajaran tentang Kerendahan Hati Nabi ﷺ
Nabi ﷺ minum dari susu yang diperah oleh Anas dan keluarganya, dan beliau duduk bersama para sahabat dan seorang badui tanpa membeda-bedakan. Ini menunjukkan kerendahan hati beliau dan bahwa Islam tidak membeda-bedakan manusia dalam pergaulan sehari-hari.
Story Telling
Ada kisah yang diriwayatkan dari sahabat yang menunjukkan betapa para sahabat sangat memperhatikan adab ini. Disebutkan bahwa Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah (salah satu ulama besar yang masuk dalam daftar rujukan) sangat memperhatikan adab ini. Beliau pernah ditanya tentang seseorang yang memiliki dua orang tamu, satu di kanan dan satu di kiri, maka beliau menjawab: "Dimulai dari yang kanan, karena Nabi ﷺ bersabda: 'Orang-orang di sebelah kanan! Maka mulailah dari sebelah kanan.'"
Ini menunjukkan bahwa para ulama salaf sangat serius dalam mengamalkan adab-adab Nabi ﷺ, bahkan dalam hal sekecil ini sekalipun. Mereka memahami bahwa kesempurnaan iman itu terletak pada mengikuti sunnah dalam segala hal, baik yang besar maupun yang kecil.
Kesimpulan Praktis
- Dahulukan yang kanan dalam memberi minum, makanan, atau sesuatu yang lain, sesuai sunnah Nabi ﷺ.
- Jangan mendahulukan orang yang lebih utama jika ia berada di sebelah kiri, karena adab kanan lebih diutamakan.
- Ajarkan adab ini kepada keluarga dan anak-anak, karena ini adalah bagian dari akhlak Islam yang mulia.
- Jadikan setiap perbuatan sebagai ibadah dengan mengikuti sunnah Nabi ﷺ, meskipun dalam hal yang tampak sepele.
- Teladani kerendahan hati Nabi ﷺ yang tidak membeda-bedakan orang dalam pergaulan sehari-hari.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.