Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 2518 tentang Amal terbaik: iman, jihad, dan memerdekakan budak termahal

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah jawaban Nabi ﷺ tentang amal yang paling utama, yang berjenjang sesuai kemampuan. Intinya, amal paling utama adalah iman kepada Allah dan jihad di jalan-Nya. Kemudian, jika tidak mampu, ada amal-amal lain yang nilainya juga besar, seperti memerdekakan budak yang paling berharga, membantu orang yang lemah atau tidak bisa bekerja, hingga yang paling mudah adalah menahan diri dari menyakiti orang lain. Ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang realistis dan penuh kasih sayang, memberikan jalan kebaikan bagi setiap tingkatan kemampuan hamba-Nya.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Pembebasan (Budak), Bab "Mana yang Paling Utama dari Budak", nomor 2518. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Iman, Bab "Amal yang Paling Utama", nomor 84, dari jalur yang sama.

Teks Hadits (Arab berharakat):

حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي مُرَاوِحٍ، عَنْ أَبِي ذَرٍّ ـ رضى الله عنه ـ قَالَ: سَأَلْتُ النَّبِيَّ ﷺ: أَىُّ الْعَمَلِ أَفْضَلُ؟ قَالَ: "إِيمَانٌ بِاللَّهِ، وَجِهَادٌ فِي سَبِيلِهِ". قُلْتُ: فَأَىُّ الرِّقَابِ أَفْضَلُ؟ قَالَ: "أَغْلاَهَا ثَمَنًا، وَأَنْفَسُهَا عِنْدَ أَهْلِهَا". قُلْتُ: فَإِنْ لَمْ أَفْعَلْ؟ قَالَ: "تُعِينُ صَانِعًا أَوْ تَصْنَعُ لأَخْرَقَ". قَالَ: فَإِنْ لَمْ أَفْعَلْ؟ قَالَ: "تَدَعُ النَّاسَ مِنَ الشَّرِّ، فَإِنَّهَا صَدَقَةٌ تَصَدَّقُ بِهَا عَلَى نَفْسِكَ".

Terjemahan: Dari Abu Dzar radhiyallahu 'anhu, ia berkata: "Aku bertanya kepada Nabi ﷺ, 'Amal apakah yang paling utama?' Beliau menjawab, 'Iman kepada Allah dan jihad di jalan-Nya.' Aku bertanya lagi, 'Budak manakah yang paling utama untuk dimerdekakan?' Beliau menjawab, 'Yang paling mahal harganya dan yang paling berharga di sisi pemiliknya.' Aku bertanya, 'Jika aku tidak mampu melakukannya?' Beliau menjawab, 'Engkau membantu orang yang pandai (bekerja) atau mengerjakan untuk orang yang tidak pandai (cacat/lemah).' Aku bertanya, 'Jika aku tidak mampu melakukannya?' Beliau menjawab, 'Engkau tinggalkan manusia dari kejahatanmu, karena itu adalah sedekah yang engkau sedekahkan untuk dirimu sendiri.'"

Dalil Al-Qur'an yang relevan:

QS. Al-Baqarah [2]: 177

لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَٰكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَآتَى الْمَالَ عَلَىٰ حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ

"Bukanlah kebajikan itu hanya menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat, tetapi kebajikan itu ialah (kebajikan) orang yang beriman kepada Allah, hari akhir, malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan nabi-nabi; dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang miskin, orang yang dalam perjalanan, peminta-minta, dan untuk memerdekakan hamba sahaya..."

Ayat ini menegaskan bahwa di antara puncak kebajikan adalah memerdekakan budak, yang juga disebutkan dalam hadits ini.

Penjelasan Rinci

Hadits ini adalah pelajaran berharga tentang skala prioritas amal dalam Islam. Abu Dzar radhiyallahu 'anhu, seorang sahabat yang terkenal zuhud dan cinta kebenaran, bertanya langsung kepada Nabi ﷺ tentang amal yang paling utama. Ini menunjukkan semangat para sahabat untuk selalu mencari amal yang terbaik di sisi Allah.

1. Iman dan Jihad sebagai Amal Paling Utama

Nabi ﷺ menjawab dengan "Iman kepada Allah dan jihad di jalan-Nya." Ini sejalan dengan banyak dalil lain. Imam Ibn Rajab al-Hanbali dalam kitabnya Jami' al-'Ulum wa al-Hikam menjelaskan bahwa iman adalah pokok dari segala amal, dan jihad adalah puncak amal badaniyah (fisik) yang paling utama. Iman adalah landasan yang tanpanya amal lain tidak diterima. Jihad adalah bentuk pengorbanan tertinggi dalam membela agama Allah.

2. Memerdekakan Budak yang Paling Berharga

Ketika Abu Dzar bertanya lebih spesifik tentang budak yang paling utama dimerdekakan, Nabi ﷺ menjawab: "Yang paling mahal harganya dan yang paling berharga di sisi pemiliknya." Ini menunjukkan bahwa nilai suatu amal bisa bertambah sesuai dengan tingkat kesulitan dan pengorbanannya. Imam Ibn Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari menjelaskan bahwa memerdekakan budak yang mahal dan dicintai pemiliknya menunjukkan keikhlasan dan pengorbanan yang lebih besar, karena ia melepaskan sesuatu yang sangat berharga baginya semata-mata karena Allah.

3. Amal Pengganti yang Berjenjang

Kemudian Nabi ﷺ memberikan amal-amal lain yang bisa dilakukan jika seseorang tidak mampu memerdekakan budak:

  • Membantu orang yang pandai bekerja (صَانِعًا) atau mengerjakan untuk orang yang tidak pandai (أَخْرَقَ). Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa "صَانِعًا" bisa bermakna orang yang sedang bekerja, lalu kita bantu menyelesaikan pekerjaannya, atau bisa juga bermakna orang yang ahli membuat sesuatu, lalu kita bantu dengan modal atau tenaga. Sedangkan "أَخْرَقَ" adalah orang yang tidak pandai bekerja atau orang yang canggung/lemah, maka kita kerjakan pekerjaannya untuknya. Ini adalah bentuk tolong-menolong dalam kebaikan yang sangat dianjurkan.
  • Menahan diri dari menyakiti orang lain. Ini adalah tingkatan yang paling rendah namun sangat penting. Nabi ﷺ menyebutnya sebagai "sedekah untuk dirimu sendiri." Imam Al-Bukhari sendiri dalam Al-Adab al-Mufrad meriwayatkan hadits serupa yang menekankan bahwa menahan diri dari kejahatan adalah sedekah. Ini menunjukkan bahwa kebaikan tidak selalu harus berupa hal-hal besar; meninggalkan keburukan pun sudah bernilai ibadah di sisi Allah.

Pelajaran dari Para Ulama:

Imam Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Madarij as-Salikin menjelaskan bahwa hadits ini mengajarkan prinsip tadarruj (bertahap) dalam beramal. Seseorang tidak boleh berputus asa jika tidak mampu melakukan amal yang besar; ia bisa memulai dari yang lebih ringan. Ini adalah rahmat Allah kepada umat ini.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadh as-Shalihin menekankan bahwa hadits ini juga mengajarkan adab bertanya kepada ulama. Abu Dzar tidak bertanya secara acak, tetapi bertanya tentang hal-hal yang ingin ia amalkan. Dan Nabi ﷺ menjawab dengan jawaban yang bijaksana, memberikan solusi untuk setiap kondisi.

Story Telling

Ada kisah indah tentang Abu Dzar al-Ghifari radhiyallahu 'anhu yang mencerminkan semangatnya dalam beramal. Suatu hari, beliau ditanya oleh sebagian orang, "Wahai Abu Dzar, mengapa engkau tidak memiliki harta?" Beliau menjawab, "Sesungguhnya Tuhanku tidak memerintahkanku untuk mengumpulkan harta. Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: 'Sebaik-baik hamba Allah adalah mereka yang apabila diberi, mereka bersyukur; apabila diuji, mereka bersabar; dan apabila berbuat dosa, mereka beristighfar.'" (HR. Al-Bazzar, hasan).

Kisah ini menunjukkan bahwa Abu Dzar adalah sahabat yang sangat memahami hakikat amal. Ia tidak terjebak pada gemerlap dunia, tetapi fokus pada amal-amal yang kekal di sisi Allah. Hadits yang ia tanyakan ini adalah bukti kecintaannya pada amal yang paling utama, dan ia pun mengamalkannya dengan sungguh-sungguh.

Kesimpulan Praktis

  1. Iman adalah fondasi segalanya. Pastikan iman kita selalu dijaga dan diperbarui dengan ilmu dan amal.
  2. Jihad memiliki banyak bentuk. Jika tidak mampu berjihad secara fisik, kita bisa berjihad dengan harta, ilmu, atau melawan hawa nafsu.
  3. Bersegeralah dalam kebaikan. Jika mampu berkorban dengan harta yang berharga, lakukanlah. Jangan menunda kebaikan.
  4. Tolong-menolonglah dalam kebaikan. Bantu orang yang sedang bekerja atau kerjakan pekerjaan untuk orang yang lemah. Ini adalah amal yang sangat dicintai Allah.
  5. Jangan pernah meremehkan kebaikan kecil. Menahan diri dari menyakiti orang lain saja sudah bernilai sedekah. Mulailah dari hal yang paling mudah, jangan berputus asa.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.