Bab Persekutuan dalam Makanan, Minuman, dan Barang
Shahih
haddatsana abdu allahi ibnu yusufa, akhbarana malikun, an wahbi ibni kaysana, an jabiri ibni abdi allahi rdh allah nhm annahu qala baatsa rasulu allahi batsan qibala assahili, faammara alayhim aba ubaydaha ibna aljarrahi wahum tsalatsumiahin waana fihim, fakharajna hatta idza kunna bibadhi atthariqi faniya azzadu, faamara abu ubaydaha biazwadi dzalika aljaysyi fajumia dzalika kulluhu fakana mizwada tamrin, fakana yuqawwituna kulla yawmin qalilan qalilan, hatta faniya falam yakun yushibuna ila tamrahun tamrahun. faqultu wama tughni tamrahun faqala laqad wajadna faqdaha hina faniyat. qala tsumma antahayna ila albahri faidza hutun mitslu azzharibi, faakala minhu dzalika aljaysyu tsamaniya asyraha laylahan, tsumma amara abu ubaydaha bidhilaayni min adhlaihi fanushiba, tsumma amara birahilahin faruhilat tsumma marrat tahtahuma falam tushibhuma.
Dari Jabir bin 'Abdullah: 'Rasulullah ﷺ mengirimkan sebuah pasukan ke arah pantai dan mengangkat Abu 'Ubaida bin Al-Jarrah sebagai pemimpin mereka, dan pasukan itu terdiri dari tiga ratus orang termasuk aku. Kami berangkat hingga kami sampai di suatu tempat di mana makanan kami hampir habis. Abu 'Ubaida memerintahkan kami untuk mengumpulkan semua makanan perjalanan dan itu dikumpulkan. Makanan perjalanan kami adalah kurma. Abu 'Ubaida terus memberikan jatah harian kami dalam jumlah kecil dari makanan itu, hingga habis. Bagian setiap orang dari kami hanya satu butir kurma. Aku berkata, 'Bagaimana mungkin satu butir kurma itu bermanfaat bagi kalian?' Jabir menjawab, 'Kami mengetahui nilainya ketika bahkan itu pun habis.' Jabir menambahkan, 'Ketika kami sampai di tepi laut, kami melihat ikan besar yang seperti gunung kecil. Pasukan itu memakan dari ikan itu selama delapan belas malam. Kemudian Abu 'Ubaida memerintahkan agar dua tulang rusuknya dipasang dan dipasang di tanah. Kemudian dia memerintahkan agar seekor unta betina dinaiki dan ia melewati di bawah dua tulang rusuk itu tanpa menyentuhnya.'