Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 2466 tentang Pahala memberi minum hewan dan makhluk hidup

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah salah satu hadits yang sangat agung dan penuh hikmah. Ia mengajarkan bahwa kasih sayang kepada seluruh makhluk Allah, termasuk hewan, adalah perbuatan yang sangat dicintai Allah dan bisa menjadi sebab diampuninya dosa-dosa besar. Hadits ini juga menegaskan bahwa setiap perbuatan baik kepada makhluk hidup yang memiliki "hati" (kebasahan) akan dibalas dengan pahala oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Al-Mazhalim (Penganiayaan), Bab "Al-Bi'r fi Ath-Thariq" (Sumur di Jalan), no. 2466, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.

Dalil Al-Qur'an yang Terkait:

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ

"Dan tiadalah Kami mengutus kamu (Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam."

(QS. Al-Anbiya' [21]: 107)

Ayat ini menunjukkan bahwa risalah Nabi Muhammad ﷺ adalah rahmat bagi seluruh alam, termasuk hewan dan makhluk lainnya. Ini sejalan dengan pesan hadits di atas tentang pentingnya kasih sayang kepada seluruh makhluk.

Kaitan dengan Ulama:

Hadits ini dijelaskan oleh banyak ulama dari daftar rujukan kita. Di antaranya:

  1. Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan memberi minum hewan yang kehausan, dan bahwa perbuatan baik kepada hewan bisa menjadi sebab ampunan dosa.
  2. Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari (syarah Shahih Al-Bukhari) menjelaskan secara panjang lebar tentang faedah-faedah hadits ini, termasuk bahwa kasih sayang kepada makhluk adalah bagian dari iman.
  3. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarah Riyadhush Shalihin juga menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan besarnya karunia Allah, di mana amal yang tampak sederhana bisa menjadi sebab ampunan dosa yang besar.

Penjelasan Rinci

Hadits ini memiliki beberapa pelajaran penting yang dijelaskan oleh para ulama:

1. Kisah Seorang Lelaki yang Diampuni Dosanya

Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa kisah ini terjadi pada seorang lelaki dari kalangan Bani Israil. Ia adalah seorang pezina dari kalangan mereka, namun Allah mengampuni dosanya karena perbuatan baiknya kepada seekor anjing yang kehausan. Ini menunjukkan bahwa rahmat Allah sangat luas, dan amal kebaikan sekecil apa pun tidak akan sia-sia di sisi-Nya.

2. Makna "Allah Berterima Kasih Kepadanya"

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di menjelaskan bahwa makna "فَشَكَرَ اللَّهُ لَهُ" (Allah berterima kasih kepadanya) adalah Allah menerima amalnya, memujinya, dan membalasnya dengan kebaikan yang berlipat ganda. Ini adalah bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya yang berbuat baik.

3. Pahala dalam Setiap Makhluk Hidup

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin menjelaskan bahwa sabda Nabi ﷺ "فِي كُلِّ ذَاتِ كَبِدٍ رَطْبَةٍ أَجْرٌ" (pada setiap makhluk yang memiliki hati yang basah ada pahala) menunjukkan bahwa pahala tidak hanya khusus untuk perbuatan baik kepada manusia, tetapi juga kepada seluruh makhluk hidup. Yang dimaksud "kabid" (hati) di sini adalah seluruh hewan yang hidup, karena hati adalah pusat kehidupan.

4. Adab-Adab yang Bisa Diambil

Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menyebutkan beberapa pelajaran dari hadits ini:

  • Boleh menurunkan hewan ke dalam sumur atau tempat air untuk memberi minum.
  • Disunnahkan berbuat baik kepada semua makhluk.
  • Perbuatan baik kepada hewan bisa menjadi sebab masuk surga, sebagaimana perbuatan jahat kepada hewan bisa menjadi sebab masuk neraka (dalam hadits tentang wanita yang mengurung kucing).

5. Perbedaan dengan Hadits Lain

Perlu diperhatikan bahwa dalam riwayat lain (Shahih Muslim), kisah ini dinisbatkan kepada seorang pezina dari Bani Israil. Namun dalam riwayat Al-Bukhari ini tidak disebutkan secara spesifik. Ini menunjukkan bahwa riwayat-riwayat tersebut saling melengkapi, dan tidak ada pertentangan di antara keduanya.

Story Telling

Ada kisah yang sangat terkenal dari para salaf tentang kasih sayang kepada hewan. Diriwayatkan bahwa Imam Ahmad bin Hanbal (rahimahullah) sangat penyayang kepada hewan. Beliau pernah ditanya tentang hukum memberi makan kucing, beliau menjawab bahwa itu adalah perbuatan baik. Bahkan diceritakan bahwa beliau tidak pernah memukul hewan, dan selalu berhati-hati agar tidak mengganggu makhluk hidup.

Kisah lain datang dari Sufyan ats-Tsauri (rahimahullah), seorang ulama besar tabi'ut tabi'in. Beliau dikenal sangat lembut hatinya. Suatu ketika beliau melihat seekor burung yang kehausan, lalu beliau segera mengambil air dan memberinya minum. Ketika ditanya mengapa beliau melakukan itu, beliau menjawab, "Bukankah Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik? Dan bukankah memberi minum makhluk yang haus adalah bagian dari kebaikan?"

Kisah-kisah ini menunjukkan bahwa para ulama salaf sangat memahami dan mengamalkan ajaran Nabi ﷺ tentang kasih sayang kepada seluruh makhluk.

Kesimpulan Praktis

Beberapa hal yang bisa kita amalkan dari hadits ini:

  1. Berbuat baik kepada hewan adalah perbuatan yang sangat dicintai Allah dan bisa menjadi sebab ampunan dosa.
  2. Jangan pernah meremehkan amal kebaikan, sekecil apa pun, karena bisa jadi itulah amal yang menyelamatkan kita di akhirat.
  3. Kasih sayang kepada makhluk adalah tanda keimanan seseorang. Sebaliknya, menyakiti hewan tanpa alasan yang dibenarkan adalah perbuatan tercela.
  4. Setiap perbuatan baik kepada makhluk hidup akan dibalas pahala oleh Allah, baik itu kepada manusia, hewan, atau makhluk lainnya.
  5. Bersegeralah dalam kebaikan, karena kita tidak pernah tahu amal mana yang akan diterima Allah dan menjadi sebab kebahagiaan kita di akhirat.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.