Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 2364 tentang Hukuman bagi yang menyiksa hewan hingga mati

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan kita tentang betapa besarnya dosa menyiksa hewan, khususnya dengan mengurungnya hingga mati kelaparan dan kehausan. Ini adalah peringatan keras dari Nabi ﷺ bahwa tindakan kejam terhadap makhluk Allah, sekecil apapun, bisa menjadi sebab seseorang masuk neraka. Hadits ini juga menunjukkan betapa dekatnya Nabi ﷺ dengan alam akhirat hingga beliau dapat menyaksikan langsung azab bagi pelaku kezaliman.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:

Teks Arab hadits (sebagaimana yang Anda berikan):

<p>حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي مَرْيَمَ، حَدَّثَنَا نَافِعُ بْنُ عُمَرَ، عَنِ ابْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ، عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ أَبِي بَكْرٍ ـ رضى الله عنهما ـ أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ صَلَّى صَلاَةَ الْكُسُوفِ، فَقَالَ ‏"‏ دَنَتْ مِنِّي النَّارُ حَتَّى قُلْتُ أَىْ رَبِّ، وَأَنَا مَعَهُمْ فَإِذَا امْرَأَةٌ ـ حَسِبْتُ أَنَّهُ قَالَ ـ تَخْدِشُهَا هِرَّةٌ قَالَ مَا شَأْنُ هَذِهِ قَالُوا حَبَسَتْهَا حَتَّى مَاتَتْ جُوعًا ‏"‏‏.‏</p>

Terjemahan: Dari Asma' binti Abi Bakr radhiyallahu 'anhuma, bahwa Nabi ﷺ shalat gerhana, lalu bersabda: "Neraka didekatkan kepadaku hingga aku berkata, 'Wahai Tuhanku, apakah aku termasuk mereka?' Tiba-tiba aku melihat seorang wanita—aku mengira beliau berkata—yang dicakar oleh seekor kucing. Beliau bertanya, 'Apa yang terjadi dengan wanita ini?' Para malaikat menjawab, 'Dia mengurung kucing itu hingga mati kelaparan.'"

Dalil Pendukung dari Al-Qur'an:

Allah Ta'ala berfirman:

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا طَائِرٍ يَطِيرُ بِجَنَاحَيْهِ إِلَّا أُمَمٌ أَمْثَالُكُمْ ۚ مَا فَرَّطْنَا فِي الْكِتَابِ مِنْ شَيْءٍ ۚ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّهِمْ يُحْشَرُونَ

"Dan tidak ada seekor binatang pun yang ada di bumi, dan tidak (pula) burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan semuanya merupakan umat-umat (juga) seperti kamu. Tidak ada sesuatu pun yang Kami luputkan di dalam Kitab, kemudian kepada Tuhan mereka mereka dikumpulkan." (QS. Al-An'am [6]: 38)

Ayat ini menunjukkan bahwa hewan pun memiliki hak dan kedudukan sebagai makhluk Allah yang akan dihisab keadilannya di akhirat.

Kaitan dengan Ulama:

  • Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam kitabnya Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan besarnya dosa menyiksa hewan, dan bahwa wanita tersebut diadzab karena ia mengurung kucing tanpa memberinya makan dan minum hingga mati. Ini adalah kezaliman yang nyata.
  • Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim (hadits serupa) menjelaskan bahwa perbuatan mengurung hewan hingga mati kelaparan termasuk dosa besar, karena menyakiti makhluk Allah tanpa hak.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan beberapa pelajaran penting dari hadits ini:

1. Keagungan dan Kedekatan Hari Akhir

Nabi ﷺ diperlihatkan neraka secara langsung saat shalat gerhana. Ini adalah mukjizat dan keistimewaan beliau. Peristiwa ini menunjukkan bahwa alam akhirat itu nyata dan dekat, sehingga seorang mukmin harus selalu mempersiapkan diri.

2. Dosa Besar Menyakiti Hewan

Wanita dalam hadits ini diadzab karena mengurung kucing tanpa memberinya makan dan minum hingga mati. Ini menunjukkan bahwa kezaliman terhadap hewan adalah dosa besar yang bisa menjerumuskan pelakunya ke neraka. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani menegaskan bahwa ini adalah bentuk kezaliman yang sangat jelas, karena hewan tidak bisa membela dirinya sendiri.

3. Keadilan Allah yang Sempurna

Allah Maha Adil. Setiap perbuatan zalim, sekecil apapun, akan dibalas. Bahkan terhadap hewan sekalipun. Ini sejalan dengan hadits lain yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa ada seorang wanita pelacur yang diampuni dosanya karena memberi minum seekor anjing yang kehausan (HR. Al-Bukhari dan Muslim). Ini menunjukkan bahwa kebaikan kecil pun bisa menjadi sebab ampunan, dan kezaliman kecil pun bisa menjadi sebab azab.

4. Pentingnya Menjaga Amanah

Hewan yang kita miliki atau yang Allah titipkan kepada kita adalah amanah. Kita wajib memberinya makan, minum, dan perawatan yang layak. Mengabaikannya hingga mati adalah bentuk pengkhianatan amanah.

5. Shalat Gerhana dan Khutbahnya

Hadits ini juga menunjukkan bahwa di dalam shalat gerhana, Nabi ﷺ menyampaikan peringatan-peringatan tentang akhirat. Ini adalah bagian dari bimbingan beliau untuk memanfaatkan momen tersebut sebagai pengingat akan kebesaran Allah.

Story Telling

Ada kisah yang sangat terkenal dari seorang ulama salaf yang menunjukkan kelembutan hati terhadap hewan. Imam Ahmad bin Hanbal (semoga Allah merahmatinya) dikenal sangat penyayang terhadap hewan. Suatu ketika, beliau berada di rumahnya dan melihat seekor kucing yang sedang sakit. Beliau pun merawatnya dengan penuh kasih sayang hingga kucing itu sembuh. Ini menunjukkan bahwa para ulama salaf sangat memperhatikan hak-hak hewan, sebagaimana yang diajarkan oleh Nabi ﷺ.

Kisah lain, Imam Abu Hanifah dikenal sangat takut kepada Allah dan sangat berhati-hati dalam muamalah. Beliau pernah menolak untuk menjual daging kepada seseorang yang diketahui akan menyiksa hewan, karena beliau tidak ingin membantu perbuatan zalim.

Hikmah dari kisah-kisah ini adalah bahwa kelembutan terhadap makhluk Allah adalah tanda keimanan, dan kekejaman adalah tanda keburukan hati.

Kesimpulan Praktis

  1. Jangan pernah menyakiti hewan, baik dengan memukul, mengurung tanpa makan, atau menyiksanya dengan cara apapun.
  2. Berikan hak-hak hewan yang kita miliki atau yang kita temui: makanan, minuman, dan tempat yang layak.
  3. Jadikan peristiwa gerhana sebagai momen introspeksi diri, karena di dalamnya Nabi ﷺ mengingatkan tentang neraka dan surga.
  4. Sadari bahwa Allah Maha Adil, setiap perbuatan zalim akan dibalas, sekecil apapun bentuknya.
  5. Perbanyak amal kebaikan, sekecil apapun, karena bisa menjadi penyebab ampunan Allah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.