Penjelasan Hadits Bukhari No. 2358 tentang Ancaman bagi yang menahan air, baiat duniawi, dan sumpah palsu

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menerangkan tiga golongan yang terancam azab pedih karena tiga dosa besar: menahan air dari musafir yang membutuhkan, berbai'at kepada pemimpin hanya demi keuntungan dunia, dan bersumpah palsu untuk melariskan dagangan setelah Ashar. Semuanya berkisar pada mengambil hak orang lain atau menipu dengan nama Allah. Para ulama menjelaskan bahwa ancaman "tidak dilihat Allah" berarti tidak diberi rahmat dan kasih sayang-Nya pada hari Kiamat.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang dibaca Nabi ﷺ dalam hadits ini:

إِنَّ الَّذِينَ يَشْتَرُونَ بِعَهْدِ اللَّهِ وَأَيْمَانِهِمْ ثَمَنًا قَلِيلًا أُولَٰئِكَ لَا خَلَاقَ لَهُمْ فِي الْآخِرَةِ وَلَا يُكَلِّمُهُمُ اللَّهُ وَلَا يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَا يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

QS. Ali 'Imran [3]: 77

Terjemahan: "Sesungguhnya orang-orang yang menukar perjanjian Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit, mereka tidak mendapat bagian di akhirat, dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka, tidak akan melihat mereka pada hari Kiamat, dan tidak akan menyucikan mereka, dan bagi mereka azab yang pedih."

Hadits terkait:

  • Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih Al-Bukhari, Kitab Al-Musaqah, Bab Dosa Orang yang Menghalangi Anak Jalan dari Air, dari sahabat Abu Hurairah رضي الله عنه.
  • Imam Muslim juga meriwayatkan hadits serupa dalam Shahih Muslim dari Abu Hurairah, dengan tambahan penyebutan tiga golongan tersebut.

Kaitan dengan ulama:

  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan panjang lebar bab ini, termasuk hikmah penyebutan tiga golongan dalam satu hadits.
  • Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan makna "لا ينظر الله إليهم" (Allah tidak melihat mereka).
  • Ibnu Katsir dalam tafsirnya atas QS. Ali 'Imran [3]: 77 menjelaskan sebab turunnya ayat ini berkaitan dengan orang yang bersumpah palsu atas nama Allah untuk kepentingan dunia.

Penjelasan Rinci

Makna umum hadits:

Nabi ﷺ menyebutkan tiga golongan yang terancam tiga hukuman sekaligus: (1) tidak dilihat Allah pada hari Kiamat, (2) tidak disucikan (tidak dipuji dan tidak dibersihkan dari dosa), dan (3) mendapat azab yang pedih.

Golongan pertama: Menahan air dari musafir

Ini adalah orang yang memiliki kelebihan air di jalan — air yang tidak ia butuhkan untuk dirinya — lalu ia menahannya dari orang yang kehausan, terutama musafir (ibnu sabil). Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa ini termasuk kezaliman besar karena air adalah kebutuhan pokok yang tidak bisa digantikan, dan menahannya berarti membiarkan orang lain binasa. Imam An-Nawawi menambahkan bahwa larangan ini berlaku umum: siapa saja yang menahan sesuatu yang dibutuhkan orang lain padahal ia mampu memberikannya, terlebih lagi air yang menjadi sumber kehidupan.

Golongan kedua: Bai'at hanya untuk dunia

Yaitu orang yang berbai'at (berjanji setia) kepada pemimpin bukan karena Allah, tetapi semata-mata mengharapkan harta atau jabatan. Jika diberi, ia ridha; jika tidak diberi, ia marah dan membangkang. Imam Ibnu Hajar menjelaskan bahwa ini adalah kemunafikan dalam berbai'at — ia menampakkan ketaatan di luar, tetapi hatinya bergantung pada dunia. Imam An-Nawawi menyebutkan bahwa ini termasuk riya' dan mencari keuntungan duniawi dengan mengorbankan agama.

Golongan ketiga: Sumpah palsu untuk melariskan dagangan

Yaitu orang yang menawarkan barang dagangannya setelah shalat Ashar — waktu yang mulia dan mustajab — lalu ia bersumpah dengan nama Allah bahwa barangnya telah ditawar dengan harga sekian dan sekian, padahal ia berdusta. Lalu ada orang yang mempercayainya dan membeli barang tersebut. Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat QS. Ali 'Imran [3]: 77 turun berkaitan dengan orang-orang yang bersumpah palsu untuk mendapatkan harta dunia. Imam Ibnu Hajar menyebutkan bahwa penyebutan waktu setelah Ashar menunjukkan betapa besar dosanya, karena sumpah palsu dilakukan pada waktu yang mulia dan di hadapan manusia yang sedang beribadah.

Makna "Allah tidak melihat mereka":

Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa maknanya adalah Allah tidak akan melihat mereka dengan pandangan rahmat dan kasih sayang, bukan berarti Allah tidak melihat mereka secara mutlak — karena Allah Maha Melihat segala sesuatu. Ini adalah ancaman yang sangat berat, karena pada hari Kiamat semua orang sangat membutuhkan rahmat Allah.

Perbedaan pendapat di antara ulama:

Para ulama sepakat tentang ancaman ini. Sebagian ulama seperti Ibnu Hajar dan An-Nawawi menekankan bahwa ancaman ini berlaku bagi siapa saja yang melakukan perbuatan tersebut, baik muslim maupun non-muslim, dan tidak ada perbedaan pendapat dalam hal ini. Yang paling kuat adalah pendapat yang menyatakan bahwa ancaman ini bersifat umum dan berlaku bagi setiap orang yang melakukan dosa-dosa tersebut tanpa taubat.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa seorang lelaki dari Bani Israel memiliki kelebihan air di jalan. Seorang musafir yang kehausan datang meminta air, tetapi ia menolaknya. Ketika musafir itu hampir binasa, Allah menurunkan azab kepada lelaki tersebut. Kisah ini disebutkan dalam hadits-hadits tentang orang yang menahan air, dan menjadi pelajaran bahwa menahan hak orang lain — terutama air yang menjadi sumber kehidupan — adalah dosa besar yang tidak akan diampuni kecuali dengan taubat dan mengembalikan hak tersebut.

Imam Ibnu Hajar menyebutkan dalam Fathul Bari bahwa para salaf sangat berhati-hati dalam masalah air, karena air adalah kebutuhan dasar yang tidak bisa ditawar. Bahkan dalam fiqih, siapa yang memiliki kelebihan air wajib memberikannya kepada yang membutuhkan, terutama untuk minum dan berwudhu.

Kesimpulan Praktis

  1. Jangan menahan air atau kebutuhan pokok dari orang yang membutuhkan, terutama musafir dan orang yang kehausan. Jika kita memiliki kelebihan, berikanlah dengan ikhlas.
  2. Jangan berbai'at atau berjanji setia kepada pemimpin hanya karena mengharapkan dunia. Niatkan semua ketaatan untuk Allah, bukan untuk harta atau jabatan.
  3. Jangan bersumpah palsu dengan nama Allah untuk melariskan dagangan atau mendapatkan keuntungan duniawi. Sumpah palsu adalah dosa besar yang ancamannya sangat berat.
  4. Bertaubatlah dengan segera jika pernah melakukan salah satu dari tiga dosa ini, dan kembalikan hak orang lain yang kita zalimi.
  5. Ingatlah bahwa rahmat Allah sangat luas, tetapi jangan sampai kita tergolong orang yang tidak dilihat Allah pada hari Kiamat karena kezaliman kita.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?