Bab Perselisihan dalam Sumur dan Hukum Mengenainya
Shahih
haddatsana abdanu, an abi hamzaha, ani alamasyi, an syaqiqin, an abdi allahi rdh allah nh ani annabiyyi qala " man halafa ala yaminin yaqtathiu biha mala amriin, huwa alayha fajirun, laqiya allaha wahwa alayhi ghadhbanu" faanzala allahu taala inna adzina yasytaruna biahdi allahi waaymanihim tsamanan qalilan alayaha. fajaa alasyatsu faqala ma haddatsakum abu abdi arrahmani, fiyya unzilat hadzihi alayahu, kanat li birun fi ardhi abni ammin li faqala li " syuhudaka ". qultu ma li syuhudun. qala " fayaminahu ". qultu ya rasula allahi idzan yahlifa. fadzakara annabiyyu hadza alhaditsa, faanzala allahu dzalika tashdiqan lahu.
Diriwayatkan dari Abdullah (bin Mas`ud): Nabi ﷺ bersabda, "Siapa pun yang bersumpah palsu untuk merampas harta seseorang, dia akan menemui Allah dalam keadaan Dia marah kepadanya." Allah menurunkan: 'Sesungguhnya orang-orang yang membeli sedikit keuntungan dengan harga perjanjian Allah dan sumpah-sumpah mereka.' ........(3.77) Al-Ashath datang (ke tempat di mana Abdullah sedang meriwayatkan) dan berkata, "Apa yang Abu Abdur-Rahman (yaitu Abdullah) ceritakan kepada kalian? Ayat ini diturunkan tentang saya. Saya memiliki sebuah sumur di tanah sepupu saya. Nabi ﷺ meminta saya untuk membawa saksi (untuk mengonfirmasi klaim saya). Saya berkata, 'Saya tidak memiliki saksi.' Dia berkata, 'Biarkan terdakwa bersumpah.' Saya berkata, 'Wahai Rasulullah! Dia akan bersumpah (palsu) segera.' Kemudian Nabi ﷺ menyebutkan riwayat di atas dan Allah menurunkan ayat untuk mengonfirmasi apa yang Dia katakan."