Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengajarkan kita sebuah adab penting dalam kehidupan sehari-hari, yaitu mendahulukan orang yang berada di sebelah kanan ketika memberikan sesuatu (minuman, makanan, atau barang lainnya). Meskipun ada orang yang lebih utama (seperti Abu Bakar), tetap saja yang didahulukan adalah yang di sebelah kanan, karena ini adalah sunnah Nabi ﷺ. Ini menunjukkan bahwa dalam Islam, adab dan tata krama memiliki kedudukan yang sangat tinggi, bahkan di atas keutamaan pribadi seseorang.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Musaqah, Bab tentang Minum, dan Siapa yang Melihat Sedekah Air... (no. 2352). Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Al-Asyribah, Bab tentang Mendahulukan yang Kanan dalam Minum (no. 2029), dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu.
Dalil dari Al-Qur'an:
Allah Ta'ala berfirman:
> يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَلَا تُبْطِلُوا أَعْمَالَكُمْ
"Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan janganlah kamu merusak amal-amalmu." (QS. Muhammad [47]: 33)
Ayat ini menunjukkan kewajiban menaati Rasulullah ﷺ dalam segala hal, termasuk dalam adab-adab beliau sehari-hari.
Hadits terkait:
Dari Sahl bin Sa'd radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
> إِذَا سَقَيْتُمُ النَّاسَ فَلْيَبْدَأْ صَاحِبُ الشَّرَابِ بِمَنْ عَنْ يَمِينِهِ
"Apabila kalian memberi minum orang banyak, maka hendaknya orang yang menuangkan minuman memulai dari orang yang berada di sebelah kanannya." (HR. Al-Bukhari no. 245 dan Muslim no. 2029)
Kaitan dengan ulama:
Imam An-Nawawi rahimahullah dalam kitab Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan sunnahnya mendahulukan orang yang berada di sebelah kanan dalam memberikan minuman. Beliau juga menegaskan bahwa ini adalah ijma' (kesepakatan) para ulama bahwa mendahulukan yang kanan adalah sunnah.
Penjelasan Rinci
Hadits ini memiliki beberapa pelajaran penting yang dijelaskan oleh para ulama:
1. Adab Mendahulukan yang Kanan
Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini adalah dalil utama tentang disunnahkannya mendahulukan orang yang berada di sebelah kanan ketika memberikan sesuatu. Beliau menukil perkataan Imam Al-Khattabi bahwa ini adalah adab yang diajarkan oleh Nabi ﷺ, dan para sahabat serta tabi'in senantiasa menjaganya.
2. Keutamaan Tidak Selalu Menjadi Pertimbangan
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa dalam hadits ini, Nabi ﷺ lebih memilih memberikan minuman kepada seorang badui yang berada di sebelah kanan beliau, daripada memberikan kepada Abu Bakar yang berada di sebelah kiri. Ini menunjukkan bahwa adab syar'i (mendahulukan yang kanan) lebih diutamakan daripada sekadar keutamaan pribadi seseorang. Ini bukan berarti merendahkan Abu Bakar, tetapi justru mengajarkan bahwa adab harus dijaga dalam segala keadaan.
3. Sikap Umar yang Khawatir
Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di menjelaskan bahwa kekhawatiran Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu agar minuman diberikan kepada Abu Bakar adalah bentuk kecintaannya kepada Abu Bakar dan pengagungannya terhadap kedudukan beliau. Namun, Nabi ﷺ mengajarkan bahwa adab tetap harus dijaga, dan beliau memberikan kepada yang di sebelah kanan.
4. Pelajaran tentang Kedermawanan
Imam Ibn Rajab Al-Hanbali dalam Jami' Al-'Ulum wal Hikam menyebutkan bahwa hadits ini juga menunjukkan kedermawanan Nabi ﷺ dan para sahabat dalam berbagi, bahkan untuk sesuatu yang sederhana seperti susu yang dicampur air.
5. Hikmah di Balik Adab Ini
Syaikh Shalih Al-Fauzan menjelaskan bahwa mendahulukan yang kanan adalah bentuk penghormatan dan pengagungan terhadap orang lain. Ini juga mengajarkan kita untuk tidak egois dan selalu memperhatikan orang lain di sekitar kita.
Story Telling
Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, beliau menceritakan bahwa suatu hari Nabi ﷺ datang ke rumahnya. Kemudian mereka memerah seekor kambing dan mencampur susunya dengan air dari sumur di rumah Anas. Setelah Nabi ﷺ meminumnya, beliau memberikan gelas tersebut kepada orang yang berada di sebelah kanannya, yaitu seorang badui, meskipun Abu Bakar berada di sebelah kirinya.
Para ulama menyebutkan bahwa badui tersebut adalah orang yang baru masuk Islam dan belum memahami adab-adab Islam secara mendalam. Namun, Nabi ﷺ tetap mengajarkan adab ini secara langsung di hadapan para sahabat. Ini menunjukkan bahwa adab harus diajarkan kepada semua orang, baik yang baru masuk Islam maupun yang sudah lama.
Hikmah dari kisah ini adalah bahwa adab dan tata krama dalam Islam tidak membedakan status sosial atau keutamaan seseorang. Semua orang berhak mendapatkan perlakuan yang baik dan sesuai dengan sunnah Nabi ﷺ.
Kesimpulan Praktis
- Dahulukan yang kanan ketika memberikan minuman, makanan, atau sesuatu kepada orang lain, karena ini adalah sunnah Nabi ﷺ.
- Jaga adab dalam segala keadaan, meskipun ada orang yang lebih utama di sekitar kita.
- Ajarkan adab dengan contoh langsung, sebagaimana Nabi ﷺ mengajarkan adab ini di hadapan para sahabat.
- Jangan meremehkan orang lain, karena setiap orang berhak mendapatkan perlakuan yang baik.
- Terapkan adab ini dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah, di tempat kerja, maupun di majelis ilmu.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.