Penjelasan Hadits Bukhari No. 2324 tentang Mukjizat hewan berbicara kepada manusia

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menceritakan dua kejadian luar biasa (mukjizat) yang menunjukkan kekuasaan Allah: seekor sapi yang berbicara kepada penunggangnya, dan seekor serigala yang berbicara kepada penggembala. Nabi ﷺ menegaskan bahwa beliau, Abu Bakr, dan Umar beriman kepada berita ini. Tujuannya adalah menegaskan kebenaran kenabian dan keutamaan Abu Bakr serta Umar, sekaligus mengajarkan bahwa alam ini tunduk pada perintah Allah.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih Al-Bukhari, Kitab Pertanian (Kitab al-Muzara'ah), Bab Penggunaan Sapi untuk Membajak, no. 2324. Perawinya: Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.

Teks hadits lengkap dengan harakat:

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، حَدَّثَنَا غُنْدَرٌ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ سَعْدٍ، سَمِعْتُ أَبَا سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: «بَيْنَمَا رَجُلٌ رَاكِبٌ عَلَى بَقَرَةٍ الْتَفَتَتْ إِلَيْهِ، فَقَالَتْ: لَمْ أُخْلَقْ لِهَذَا، خُلِقْتُ لِلْحِرَاثَةِ»، قَالَ: «آمَنْتُ بِهِ أَنَا وَأَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ»، «وَأَخَذَ الذِّئْبُ شَاةً فَتَبِعَهَا الرَّاعِي، فَقَالَ الذِّئْبُ: مَنْ لَهَا يَوْمَ السَّبُعِ، يَوْمَ لَا رَاعِيَ لَهَا غَيْرِي؟» قَالَ: «آمَنْتُ بِهِ أَنَا وَأَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ». قَالَ أَبُو سَلَمَةَ: مَا هُمَا يَوْمَئِذٍ فِي الْقَوْمِ.

Ayat Al-Qur'an yang relevan:

QS. An-Naml [27]: 82

وَإِذَا وَقَعَ الْقَوْلُ عَلَيْهِمْ أَخْرَجْنَا لَهُمْ دَابَّةً مِّنَ الْأَرْضِ تُكَلِّمُهُمْ أَنَّ النَّاسَ كَانُوا بِآيَاتِنَا لَا يُوقِنُونَ

Terjemahan: "Dan apabila perkataan (ketetapan azab) telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan berbicara kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia telah tidak yakin kepada ayat-ayat Kami."

Ayat ini menunjukkan bahwa Allah mampu menjadikan binatang berbicara, sebagaimana yang terjadi pada sapi dan serigala dalam hadits ini. Ibn Katsir rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan bahwa binatang melata yang muncul di akhir zaman akan berbicara kepada manusia, dan ini adalah bukti kekuasaan Allah atas makhluk-Nya.

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengandung dua peristiwa besar yang keduanya merupakan tanda kekuasaan Allah dan bukti kebenaran kenabian Muhammad ﷺ.

Pertama: Sapi yang berbicara.

Seorang pria menunggangi sapi, lalu sapi itu menoleh dan berbicara: "Aku tidak diciptakan untuk ini (ditunggangi), aku diciptakan untuk membajak." Ini adalah kejadian luar biasa karena binatang pada dasarnya tidak berbicara dengan bahasa manusia. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa ini adalah mukjizat yang Allah tampakkan untuk memuliakan Nabi-Nya dan menegaskan kebenaran risalahnya. Sapi itu berbicara dengan izin Allah, sebagaimana Allah berfirman bahwa Dia mampu membuat binatang berbicara (QS. An-Naml: 82).

Kedua: Serigala yang berbicara.

Seekor serigala menangkap domba, lalu penggembala mengejarnya. Serigala itu berkata: "Siapa yang akan menjaganya pada hari binatang buas, ketika tidak ada penggembala selain aku?" Maksudnya: pada hari kiamat atau hari ketika manusia sibuk dengan urusannya sendiri, tidak ada yang menjaga domba-domba itu kecuali Allah, dan serigala ini berbicara untuk menunjukkan bahwa apa yang terjadi adalah ketentuan Allah.

Sikap Nabi ﷺ dan para sahabat:

Nabi ﷺ bersabda: "Aku beriman kepadanya, aku dan Abu Bakr dan Umar." Ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ dan dua sahabat utamanya membenarkan berita ini tanpa keraguan. Abu Salamah (perawi hadits) berkata: "Abu Bakr dan Umar tidak hadir saat itu." Artinya, meskipun mereka tidak menyaksikan langsung, Nabi ﷺ menyebut mereka sebagai orang yang beriman, karena beliau tahu keimanan mereka yang kuat.

Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim (ketika membahas hadits serupa) menjelaskan bahwa penyebutan Abu Bakr dan Umar secara khusus menunjukkan keutamaan mereka yang sangat tinggi, karena mereka adalah orang yang paling cepat membenarkan berita Nabi ﷺ tanpa ragu. Ini juga menjadi dalil keutamaan mereka berdua di atas seluruh sahabat.

Pelajaran akidah:

Hadits ini menegaskan bahwa alam ini tunduk pada perintah Allah. Binatang bisa berbicara jika Allah menghendaki. Ini juga menjadi bantahan bagi orang yang mengingkari mukjizat atau meragukan berita-berita ghaib. Ibn Taymiyyah rahimahullah dalam Majmu' al-Fatawa menegaskan bahwa mukjizat para nabi adalah haq (benar), dan Allah mampu melakukan apa saja yang Dia kehendaki.

Perbedaan pendapat:

Sebagian ulama membahas apakah sapi dan serigala itu benar-benar berbicara dengan bahasa Arab atau bahasa lain. Namun, yang jelas dari hadits ini adalah bahwa keduanya berbicara dengan bahasa yang dipahami oleh manusia yang mendengarnya. Ibnu Hajar menyebutkan bahwa ini adalah mukjizat yang tidak perlu dipertanyakan bagaimana caranya, karena Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Story Telling

Dikisahkan bahwa suatu ketika Nabi ﷺ sedang duduk bersama para sahabatnya. Beliau menceritakan kisah seorang pria yang menunggangi sapi, lalu sapi itu berbicara. Para sahabat mendengarkan dengan penuh perhatian. Nabi ﷺ kemudian bersabda, "Aku beriman kepadanya, aku dan Abu Bakr dan Umar." Padahal saat itu Abu Bakr dan Umar tidak hadir. Ini menunjukkan betapa Nabi ﷺ sangat yakin akan keimanan mereka.

Dalam riwayat lain, disebutkan bahwa Abu Bakr dan Umar adalah orang yang paling dahulu membenarkan berita-berita ghaib tanpa meminta bukti tambahan. Mereka adalah teladan dalam keimanan yang kokoh. Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya menempatkan hadits ini dalam kitab pertanian untuk menunjukkan bahwa sapi yang digunakan untuk membajak adalah sesuatu yang wajar, dan sapi yang ditunggangi bukanlah tujuannya. Ini juga mengajarkan kita untuk tidak menyalahi fitrah makhluk.

Kesimpulan Praktis

  1. Iman kepada yang ghaib: Kita wajib membenarkan berita-berita yang datang dari Nabi ﷺ, meskipun akal kita belum menjangkaunya, karena Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
  2. Keutamaan Abu Bakr dan Umar: Hadits ini menunjukkan keutamaan mereka berdua yang disebutkan langsung oleh Nabi ﷺ sebagai orang yang beriman kepada berita ghaib.
  3. Tanda kekuasaan Allah: Binatang bisa berbicara jika Allah menghendaki. Ini mengajarkan kita untuk tunduk dan merendahkan diri di hadapan Allah.
  4. Menggunakan hewan sesuai fungsinya: Sapi diciptakan untuk membajak, bukan untuk ditunggangi. Ini isyarat agar kita memperlakukan hewan sesuai dengan kodratnya.
  5. Menjauhi keraguan: Jangan meragukan hadits-hadits shahih hanya karena tidak masuk akal. Imam Al-Bukhari, Imam Muslim, dan para ulama hadits telah memverifikasi keabsahannya.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?