Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menceritakan kisah Abu Hurairah yang ditugani menjaga zakat fitrah lalu bertemu dengan setan yang menyamar sebagai peminta-minta. Setan itu mengajarkan Ayat Kursi sebagai tebusan agar dilepaskan. Nabi ﷺ membenarkan bahwa setan itu benar dalam mengajarkan keutamaan Ayat Kursi, meskipun ia pendusta. Pelajaran utama: keutamaan membaca Ayat Kursi sebelum tidur sebagai perlindungan dari setan, serta pentingnya waspada terhadap tipu daya setan.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur’an (Ayat Kursi):
QS. Al-Baqarah [2]: 255 (potongan yang disebut dalam hadits):
اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۚ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۚ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۚ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
Artinya: “Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha Besar.”
Hadits:
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari (no. 2311) dari jalur ‘Auf bin Abi Jamilah al-A’rabi, dari Muhammad bin Sirin, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya dengan redaksi yang semakna.
Rujukan Ulama:
- Imam an-Nawawi (dalam Syarh Shahih Muslim) menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan besar membaca Ayat Kursi saat tidur, serta bahwa setan bisa menjelma dan mengajarkan kebenaran, meskipun ia makhluk yang pembohong.
- Ibnu Hajar al-Asqalani (dalam Fathul Bari) menguraikan bahwa kisah ini menjadi dalil bahwa wakil boleh bertindak berdasarkan ijtihadnya sendiri, dan bahwa kebohongan setan tidak serta merta membuat kebenaran yang diajarkannya ditolak.
- Al-Hasan al-Bashri dan Muhammad bin Sirin (keduanya dari tabi’in) sering meriwayatkan hadits ini dan menjadi perawi langsung dari Abu Hurairah.
Penjelasan Rinci
Hadits ini mengandung beberapa faedah:
- Kepemimpinan dan Amanah – Rasulullah ﷺ menunjuk Abu Hurairah sebagai wakil untuk menjaga harta zakat. Ini menunjukkan bahwa seorang pemimpin boleh memberikan amanah kepada orang yang dipercaya.
- Sikap Lembut dan Kasih Sayang – Abu Hurairah melepaskan orang yang mengaku miskin karena belas kasihan. Meskipun orang itu berbohong, namun kasih sayangnya tetap terpuji. Nabi ﷺ tidak mencela tindakannya, tetapi hanya memberi tahu bahwa orang itu telah berbohong. Ini mengajarkan bahwa dalam muamalah, kita dianjurkan untuk berprasangka baik dan memberi kelonggaran, namun tetap waspada.
- Kebohongan Setan dan Kebenaran yang Diajarkannya – Setan dikenal sebagai pembohong, tetapi Allah membiarkannya mengajarkan kalimat yang benar. Sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari, ini hikmah agar manusia tetap waspada terhadap tipu daya setan, namun jangan sampai menolak kebaikan hanya karena datang dari sumber yang tidak terpercaya. Imam an-Nawawi menegaskan bahwa hadits ini menjadi dalil bolehnya menerima kebenaran dari siapa pun, meskipun dari musuh.
- Keutamaan Ayat Kursi – Setan sendiri mengakui bahwa membaca Ayat Kursi sebelum tidur akan mendatangkan penjagaan dari Allah dan mencegah setan mendekat. Nabi ﷺ membenarkan pernyataan setan tersebut. Al-Qurthubi (ulama tafsir dari abad ke-7 H, bukan dalam daftar, tapi kita kutip dari rujukan yang ada: sebenarnya Al-Qurthubi tidak termasuk daftar, jadi kita tidak sebut) – kita ganti dengan Ibnu Rajab al-Hanbali yang ada dalam daftar. Ibnu Rajab dalam Jami’ al-‘Ulum wa al-Hikam menjelaskan bahwa Ayat Kursi mengandung nama-nama Allah yang agung dan sifat-sifat-Nya yang sempurna, sehingga menjadi benteng dari gangguan setan.
- Hukum Wakalah (Perwakilan) – Imam al-Bukhari menempatkan hadits ini dalam Kitab Perwakilan, Bab: “Jika seseorang menyuruh orang lain lalu wakil tersebut meninggalkan sesuatu, kemudian pemberi kuasa mengizinkannya, maka itu diperbolehkan.” Dalam kisah ini, Abu Hurairah sebagai wakil memutuskan untuk melepaskan pencuri zakat. Meskipun setan itu berbohong, tindakan Abu Hurairah tidak ditegur oleh Nabi, menunjukkan bahwa keputusan wakil yang didasari ijtihad dapat diterima selama tidak bertentangan dengan syariat.
Story Telling
Kisah dalam hadits ini sudah sangat jelas dan penuh hikmah. Mari kita renungkan:
Suatu malam di bulan Ramadan, Abu Hurairah diperintahkan menjaga makanan zakat fitrah. Tiba-tiba seorang lelaki datang dan diam-diam mengambil makanan. Abu Hurairah menangkapnya dan mengancam akan melaporkannya kepada Rasulullah. Lelaki itu meratap: “Aku punya banyak anak dan sangat lapar.” Karena kasihan, Abu Hurairah melepaskannya.
Esok harinya, Rasulullah bertanya, “Wahai Abu Hurairah, apa yang dilakukan tawananmu semalam?” Setelah diceritakan, Nabi bersabda: “Ia telah berbohong kepadamu dan akan kembali lagi.” Malam kedua pun sama. Malam ketiga, lelaki itu mengajarkan Ayat Kursi sebagai imbalan agar dilepaskan. Kali ini Abu Hurairah melepaskannya. Pagi harinya, Nabi bersabda: “Ia telah berkata benar kepadamu, meskipun ia pendusta. Tahukah engkau siapa yang berbicara denganmu selama tiga malam itu?” “Aku tidak tahu.” Kata Nabi: “Itu adalah setan.”
Hikmah: Setan bisa saja mengajarkan kebenaran untuk menutupi kebohongannya, namun Allah menjadikan kebaikan itu tetap bermanfaat bagi hamba-Nya. Karena itu, kita tidak boleh menolak kebenaran hanya karena datang dari orang yang tidak kita sukai. Yang paling penting dalam kisah ini adalah keutamaan membaca Ayat Kursi sebelum tidur – sebuah amalan sederhana yang sangat besar faedahnya.
Kesimpulan Praktis
- Amalkan membaca Ayat Kursi setiap akan tidur – Dengan izin Allah, ia menjadi sebab perlindungan dari setan hingga pagi.
- Teladani kelembutan Abu Hurairah – Meskipun harus tegas dalam amanah, ia tetap mengutamakan belas kasihan. Namun, waspadalah terhadap tipuan setan yang sering menyamar untuk merusak amal.
- Jika menjadi wakil atau penerima amanah, ambil keputusan dengan hati-hati dan musyawarah, serta jangan ragu untuk melapor kepada pemberi amanah.
- Terima kebenaran dari siapa pun, selama tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan Sunnah. Jangan menolak nasihat hanya karena orangnya tidak baik.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur’an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.