Bab Wakalah dalam Pertukaran dan Timbangan
Shahih
haddatsana abdu allahi ibnu yusufa, akhbarana malikun, an abdi almajidi ibni suhayli ibni abdi arrahmani ibni awfin, an saidi ibni almusayyabi, an abi saidin alkhudriyyi, waabi, hurayraha rdh allah nhm anna rasula allahi astamala rajulan ala khaybara, fajaahum bitamrin janibin faqala " akullu tamri khaybara hakadza ". faqala inna lanakhudzu asshaa min hadza biasshaayni, waasshaayni biattsalatsahi. faqala " la tafal, bii aljama biaddarahimi, tsumma abta biaddarahimi janiban ". waqala fi almizani mitsla dzalika.
Dari Abu Sa'id Al-Khudri dan Abu Huraira: Rasulullah ﷺ mengangkat seorang lelaki sebagai gubernur di Khaibar. Ketika lelaki itu datang ke Madinah, ia membawa kurma yang disebut Janib. Nabi ﷺ bertanya kepadanya, "Apakah semua kurma Khaibar seperti ini?" Lelaki itu menjawab, "(Tidak), kami menukarkan dua Sha' kurma yang buruk untuk satu Sha' kurma ini (yaitu Janib), atau menukarkan tiga Sha' untuk dua." Maka Nabi ﷺ bersabda, "Jangan lakukan itu, karena itu termasuk riba, tetapi jual kurma yang kualitasnya rendah dengan uang, kemudian beli Janib dengan uang tersebut." Nabi juga mengatakan hal yang sama tentang kurma yang dijual dengan timbangan.