Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini adalah perumpamaan yang sangat indah dari Nabi ﷺ tentang umat-umat sebelum kita dan umat Islam. Intinya, Allah ﷻ telah memberikan pahala yang berlipat ganda kepada umat Nabi Muhammad ﷺ meskipun usia dunia mereka lebih pendek. Ini adalah bentuk keutamaan dan karunia Allah yang diberikan kepada umat terakhir ini, bukan karena mereka lebih banyak beramal, tetapi murni karena karunia dan rahmat Allah.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Sewa (Al-Ijarah), Bab "Sewa Hingga Shalat Ashar", no. 2269, dari sahabat Abdullah bin Umar bin Al-Khattab radhiyallahu 'anhuma.
Ayat Al-Qur'an yang Terkait:
Allah ﷻ berfirman:
ذٰلِكَ فَضْلُ اللّٰهِ يُؤْتِيْهِ مَنْ يَّشَاۤءُ ۗ وَاللّٰهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيْمِ
"Itulah karunia Allah yang diberikan kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah memiliki karunia yang besar." (QS. Al-Hadid [57]: 21)
Juga firman Allah ﷻ:
كُنْتُمْ خَيْرَ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ
"Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah." (QS. Ali 'Imran [3]: 110)
Kaitan dengan Ulama:
- Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan hadits ini secara panjang lebar, termasuk hikmah perumpamaan waktu kerja tersebut.
- Imam An-Nawawi juga membahas hadits ini dalam Syarah Shahih Muslim dengan penjelasan yang serupa.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini mengandung beberapa pelajaran besar:
1. Makna Perumpamaan dalam Hadits
Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa perumpamaan ini menggambarkan tiga kelompok umat:
- Yahudi diibaratkan pekerja dari pagi hingga tengah hari (setengah hari). Ini melambangkan masa kenabian mereka dari Nabi Musa hingga masa Nabi Isa.
- Nasrani diibaratkan pekerja dari tengah hari hingga waktu Ashar. Ini melambangkan masa kenabian Nabi Isa hingga diutusnya Nabi Muhammad ﷺ.
- Umat Islam diibaratkan pekerja dari waktu Ashar hingga matahari terbenam. Ini melambangkan masa kenabian Muhammad ﷺ hingga hari kiamat.
2. Hikmah di Balik Upah yang Berbeda
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menjelaskan bahwa meskipun umat Islam bekerja dalam waktu yang paling singkat, mereka justru mendapat upah dua kali lipat (dua qirat). Ini menunjukkan bahwa:
- Umur umat Islam secara keseluruhan lebih pendek dibandingkan umat-umat sebelumnya
- Namun pahala mereka dilipatgandakan oleh Allah sebagai karunia khusus
3. Jawaban Nabi ﷺ terhadap Kemarahan Yahudi dan Nasrani
Ketika Yahudi dan Nasrani protes, majikan (Allah) menjawab: "Apakah Aku telah merampas hak kalian?" Mereka menjawab tidak. Lalu Allah berfirman: "Itu adalah karunia-Ku, Aku berikan kepada siapa yang Aku kehendaki."
Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ini adalah prinsip keadilan Allah: Allah tidak pernah mengurangi hak siapa pun. Namun Allah memiliki hak prerogatif untuk memberikan karunia tambahan kepada siapa yang Dia kehendaki, dan ini tidak bisa diprotes oleh siapa pun.
4. Pelajaran tentang Keutamaan Umat Ini
Imam Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Fathul Bari (syarah beliau atas Shahih Al-Bukhari) menyebutkan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan besar umat Nabi Muhammad ﷺ. Meskipun usia mereka lebih pendek, Allah memberikan pahala yang berlipat ganda karena keimanan mereka kepada seluruh rasul, kitab-kitab, dan karena kesempurnaan syariat yang dibawa Nabi Muhammad ﷺ.
5. Makna "Qirat"
Para ulama menjelaskan bahwa qirat adalah ukuran upah pada masa itu. Penggunaan kata qirat dalam hadits ini adalah untuk memudahkan pemahaman, bukan menunjukkan jumlah pahala yang sebenarnya, karena pahala di akhirat tidak bisa disamakan dengan ukuran duniawi.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Imam Al-Hasan al-Bashri rahimahullah sering menangis ketika membahas tentang umat-umat terdahulu dan keutamaan umat ini. Beliau berkata: "Sesungguhnya Allah memberikan kepada umat Muhammad ﷺ apa yang tidak diberikan kepada umat-umat sebelumnya. Mereka diberi umur yang pendek, tetapi Allah membukakan bagi mereka malam Lailatul Qadar yang lebih baik dari seribu bulan. Dan Allah memberikan mereka pahala berlipat ganda atas amalan-amalan mereka."
Dalam riwayat lain, Imam Qatadah rahimahullah ketika menafsirkan firman Allah tentang umat ini, beliau berkata: "Allah mengetahui bahwa umat ini memiliki umur yang pendek, maka Allah memberikan mereka amalan-amalan yang banyak pahalanya dan memudahkan mereka untuk beramal di waktu-waktu yang singkat."
Kisah ini mengajarkan kita bahwa Allah ﷻ sangat mencintai umat Nabi Muhammad ﷺ. Meskipun kita hidup di akhir zaman dengan berbagai keterbatasan, Allah tetap memberikan peluang besar untuk meraih pahala yang berlipat ganda.
Kesimpulan Praktis
Beberapa hal yang bisa kita amalkan dari hadits ini:
- Bersyukur atas karunia Allah menjadi umat Nabi Muhammad ﷺ yang mendapat keutamaan besar meskipun usianya pendek.
- Tidak berputus asa karena usia yang singkat, karena Allah memberikan peluang pahala berlipat ganda.
- Memperbanyak amal di waktu-waktu yang tersisa karena kita tidak tahu kapan matahari kehidupan kita akan terbenam.
- Tidak iri kepada orang lain yang mungkin terlihat lebih banyak beramal, karena karunia Allah diberikan sesuai kehendak-Nya.
- Menjaga keadilan dalam muamalah sebagaimana hadits ini diriwayatkan dalam kitab sewa, bahwa seorang majikan harus adil terhadap pekerjanya.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.