Bab Membeli Budak dari Orang Kafir dan Memberikannya serta Memerdekakannya
Shahih
haddatsana qutaybahu, haddatsana allaytsu, ani abni syihabin, an urwaha, an aisyaha rdh allah nh annaha qalati akhtashama sadu ibnu abi waqqashin waabdu ibnu zamaha fi ghulamin, faqala sadun hadza ya rasula allahi abnu akhi utbaha ibni abi waqqashin, ahida ilaa annahu abnuhu, anzhur ila syabahihi. waqala abdu ibnu zamaha hadza akhi ya rasula allahi wulida ala firasyi abi min walidatihi. fanazhara rasulu allahi ila syabahihi, faraa syabahan bayyinan biutbaha, faqala " huwa laka ya abdu, alwaladu lilfirasyi walilahiri alhajaru wahtajibi minhu ya sawdahu ibinta zamaha ". falam tarahu sawdahu qatthu.
Diriwayatkan dari Aisyah: Sa'd bin Abi Waqqas dan 'Abd bin Zam'a berselisih mengenai seorang anak. Sa'd berkata, "Wahai Rasulullah! Anak ini adalah anak saudaraku ('Utbah bin Abi Waqqas) yang telah berjanji kepadaku bahwa aku akan mengakuinya sebagai anaknya (yang tidak sah). Lihatlah dia dan lihat siapa yang dia mirip." 'Abd bin Zam'a berkata, "Wahai Rasulullah! Ini adalah saudaraku dan dia lahir di atas ranjang ayahku dari budak perempuannya." Rasulullah melihat anak itu dan menemukan kemiripan yang jelas dengan 'Utbah, kemudian berkata, "Anak ini adalah milikmu, wahai 'Abd bin Zam'a. Anak itu milik pemilik ranjang dan pelaku zina tidak mendapatkan apa-apa kecuali batu (keputusasaan, yaitu dirajam sampai mati)." Kemudian Nabi ﷺ berkata, "Wahai Sauda binti Zam'a! Tutup dirimu dari anak ini." Maka, Sauda tidak pernah melihatnya lagi.