Bab Jual Beli Buah yang Masih Mentah
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ، عَنْ حُمَيْدٍ، عَنْ أَنَسٍ ـ رضى الله عنه ـ أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم نَهَى عَنْ بَيْعِ ثَمَرِ التَّمْرِ حَتَّى تَزْهُوَ. فَقُلْنَا لأَنَسٍ مَا زَهْوُهَا قَالَ تَحْمَرُّ وَتَصْفَرُّ، أَرَأَيْتَ إِنْ مَنَعَ اللَّهُ الثَّمَرَةَ بِمَ تَسْتَحِلُّ مَالَ أَخِيكَ
Telah menceritakan kepada kami Qutaybah, telah menceritakan kepada kami Ismail bin Ja'far, dari Humaid, dari Anas, ia berkata: "Nabi صلى الله عليه وسلم melarang menjual buah kurma hingga hampir masak." Kami bertanya kepada Anas, "Apa yang dimaksud dengan 'hampir masak'?" Ia menjawab, "Buahnya menjadi merah dan kuning. Nabi صلى الله عليه وسلم menambahkan, 'Jika Allah menghancurkan buah yang ada di pohon, hak apa yang dimiliki penjual untuk mengambil uang saudaranya (orang lain)?'
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
