Penjelasan Hadits Bukhari No. 218 tentang Azab kubur karena kencing dan ghibah

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menceritakan Nabi ﷺ yang melewati dua kuburan dan memberitahu bahwa penghuninya sedang disiksa: satu karena tidak menjaga diri dari cipratan kencing (tidak bersuci dengan benar), dan satu lagi karena suka menyebarkan namimah (adu domba). Nabi ﷺ menancapkan pelepah kurma basah di masing-masing kuburan sebagai harapan agar siksa diringankan selama pelepah itu belum kering. Pelajarannya: dosa yang dianggap "sepele" bisa menjadi besar jika diremehkan, dan bersuci serta menjaga lisan adalah perkara serius dalam Islam.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an terkait:

QS. Al-Ma'idah [5]: 90

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ آمَنُوا۟ إِنَّمَا ٱلْخَمْرُ وَٱلْمَيْسِرُ وَٱلْأَنصَابُ وَٱلْأَزْلَٰمُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ ٱلشَّيْطَٰنِ فَٱجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Terjemahan: "Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya khamr, judi, berhala, dan undian adalah rijs (najis/kotor) termasuk perbuatan setan, maka jauhilah agar kalian beruntung."

(Ayat ini menunjukkan prinsip menjauhi kotoran/najis, yang menjadi dasar pentingnya bersuci dari kencing.)

QS. Al-Humazah [104]: 1

وَيْلٌ لِّكُلِّ هُمَزَةٍ لُّمَزَةٍ

Terjemahan: "Celakalah bagi setiap pengumpat dan pencela."

(Menunjukkan ancaman bagi yang merusak kehormatan orang lain dengan lisan.)

Hadits terkait:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih Al-Bukhari, Kitab Wudhu, no. 218, dari jalur Ibnu Abbas رضي الله عنهما, melalui Mujahid bin Jabr dan Tawus bin Kaysan (keduanya tabi'in yang terpercaya).

Kaitan dengan ulama:

  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan dua dosa besar yang sering diremehkan: tidak bersuci dari kencing dan namimah.
  • Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (pada hadits serupa) menegaskan bahwa "bukan karena dosa besar" maksudnya adalah bukan dosa yang dianggap besar oleh manusia, padahal di sisi Allah tetap besar akibatnya.
  • Ibn Rajab al-Hanbali dalam Jami' al-'Ulum wa al-Hikam mengingatkan bahwa meremehkan dosa kecil adalah pintu menuju kebinasaan.

Penjelasan Rinci

1. Makna "bukan karena dosa besar (كبير)"

Nabi ﷺ bersabda: "وَمَا يُعَذَّبَانِ فِي كَبِيرٍ" — menurut Ibnu Hajar dan an-Nawawi, maknanya: menurut pandangan manusia, dua perkara ini dianggap remeh, padahal keduanya berat di sisi Allah. Ini bukan berarti dosanya kecil, tetapi manusia sering menganggapnya sepele.

2. Dosa pertama: tidak menjaga diri dari kencing (لا يستتر من البول)

  • Ibnu Hajar menjelaskan bahwa ini mencakup: tidak berhati-hati agar kencing tidak mengenai badan/pakaian, dan tidak bersuci dengan benar setelahnya.
  • Imam an-Nawawi menegaskan bahwa ini menunjukkan wajibnya istinja' (bersuci dari najis) dan haramnya meremehkan najis.
  • Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Ighatsat al-Lahfan menyebut bahwa meremehkan najis adalah tanda kelalaian hati terhadap syariat.

3. Dosa kedua: namimah (النميمة) — menyebarkan adu domba

  • Ibnu Abbas dalam riwayat ini menyebut "يمشي بالنميمة" — berjalan menyebarkan adu domba.
  • Imam an-Nawawi dalam Riyadh ash-Shalihin mendefinisikan namimah: memindahkan ucapan seseorang kepada orang lain dengan tujuan merusak hubungan.
  • Ibn Rajab menyebut namimah sebagai dosa yang menghancurkan ukhuwah dan termasuk dosa besar.
  • Ibn Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa namimah termasuk perbuatan yang diancam dengan azab, karena merusak tatanan sosial umat.

4. Hikmah menancapkan pelepah kurma basah

  • Ibnu Hajar menyebutkan beberapa pendapat ulama: bahwa pelepah basah bertasbih kepada Allah, sehingga siksa diringankan selama pelepah itu belum kering.
  • Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa ini adalah bentuk syafa'at Nabi ﷺ dan doa beliau, bukan berarti pelepah itu sendiri yang meringankan.
  • Ibn Rajab menambahkan bahwa ini menunjukkan kelembutan Nabi ﷺ terhadap umatnya, bahkan yang sudah meninggal.

5. Perbedaan pendapat ulama daftar:

  • Al-Hasan al-Bashri dan Qatadah menekankan bahwa azab kubur itu haq (benar) dan tidak boleh diingkari.
  • Ibn Taymiyyah dalam Majmu' al-Fatawa menegaskan azab kubur adalah perkara yang disepakati Ahlus Sunnah berdasarkan hadits ini dan lainnya.
  • As-Sa'di dalam tafsirnya menekankan bahwa meremehkan dosa kecil adalah tanda hati yang sakit.

Kesimpulan ilmiah: Pendapat yang paling kuat adalah bahwa kedua dosa ini dianggap remeh oleh manusia, tetapi berat di sisi Allah, dan azab kubur adalah haq.

Story Telling

Diceritakan bahwa Ibnu Abbas رضي الله عنهما — sepupu Nabi ﷺ dan ahli tafsir terkemuka — meriwayatkan kisah ini dengan penuh perhatian. Suatu ketika Nabi ﷺ berjalan melewati pemakaman Madinah, lalu berhenti dan bersabda tentang dua penghuni kubur. Mujahid bin Jabr, murid Ibnu Abbas, dan Tawus bin Kaysan, juga muridnya, meriwayatkan hadits ini dengan sangat teliti — termasuk perbedaan lafaz "يستتر" dan "لا يستتر" — menunjukkan betapa para tabi'in menjaga keakuratan riwayat.

Imam Al-Bukhari memilih hadits ini dalam Kitab Wudhu, menunjukkan bahwa bab bersuci adalah pintu pertama dalam memahami agama. Imam Ahmad bin Hanbal pernah berkata: "Barangsiapa meremehkan bersuci, maka ia meremehkan shalat; dan barangsiapa meremehkan shalat, maka ia meremehkan agamanya."

Hikmahnya: Jangan pernah menganggap remeh dosa kecil, karena bisa jadi itu yang menjerumuskan kita.

Kesimpulan Praktis

  1. Jaga bersuci dari kencing — pastikan tidak ada najis yang menempel pada badan atau pakaian saat shalat.
  2. Jauhi namimah — jangan memindahkan ucapan untuk merusak hubungan antar sesama.
  3. Jangan remehkan dosa kecil — apa yang dianggap sepele oleh manusia bisa jadi berat di sisi Allah.
  4. Bertaubatlah segera — azab kubur adalah haq, dan taubat adalah jalan keselamatan.
  5. Teladani kelembutan Nabi ﷺ — beliau mendoakan keringanan bagi yang sudah meninggal, maka kita pun harus berlembut kepada sesama.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?