Bab Jual Budak Zina
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ، حَدَّثَنَا اللَّيْثُ، قَالَ حَدَّثَنِي سَعِيدٌ الْمَقْبُرِيُّ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ـ رضى الله عنه ـ أَنَّهُ سَمِعَهُ يَقُولُ قَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم " إِذَا زَنَتِ الأَمَةُ فَتَبَيَّنَ زِنَاهَا فَلْيَجْلِدْهَا، وَلاَ يُثَرِّبْ، ثُمَّ إِنْ زَنَتْ فَلْيَجْلِدْهَا، وَلاَ يُثَرِّبْ، ثُمَّ إِنْ زَنَتِ الثَّالِثَةَ فَلْيَبِعْهَا، وَلَوْ بِحَبْلٍ مِنْ شَعَرٍ ".
Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Yusuf, telah menceritakan kepada kami Al-Lait, ia berkata: Telah menceritakan kepadaku Said Al-Maqburi, dari ayahnya, dari Abu Hurairah - semoga Allah meridhainya - bahwa ia mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Jika seorang budak perempuan berzina dan terbukti, maka pemiliknya harus mencambuknya dan tidak boleh mencela setelah hukuman. Kemudian jika ia berzina lagi, maka ia harus dicambuk lagi dan tidak boleh mencela setelah hukuman, dan jika ia berzina untuk ketiga kalinya, maka ia harus menjualnya, meskipun dengan seutas tali dari rambut."
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
