Bab Perdagangan Dalam Hal Yang Dilarang Dipakai Oleh Laki-Laki dan Perempuan
Shahih
haddatsana abdu allahi ibnu yusufa, akhbarana malikun, an nafiin, ani alqasimi ibni muhammadin, an aisyaha ummi almuminina rdh allah nh annaha akhbarathu annaha asytarat numruqahan fiha tashawiru, falamma raaha rasulu allahi qama ala albabi, falam yadkhulhu, faaraftu fi wajhihi alkarahiyaha, faqultu ya rasula allahi, atubu ila allahi waila rasulihi madza adznabtu faqala rasulu allahi " ma balu hadzihi annumruqahi ". qultu asytaraytuha laka litaquda alayha watawassadaha. faqala rasulu allahi " inna ashhaba hadzihi asshuwari yawma alqiyamahi yuaddzabuna, fayuqalu lahum ahyu ma khalaqtum ". waqala " inna albayta adzi fihi asshuwaru la tadkhuluhu almalaikahu ".
Aisyah (Ibu para Mukmin) menceritakan bahwa ia membeli sebuah bantal yang ada gambarnya. Ketika Rasulullah melihatnya, beliau berdiri di pintu dan tidak masuk ke rumah. Aku melihat tanda-tanda ketidaksukaan di wajahnya, maka aku berkata, "Wahai Rasulullah! Aku bertaubat kepada Allah dan kepada Rasul-Nya. Apa dosa yang telah aku lakukan?" Rasulullah berkata, "Apa urusan bantal ini?" Aku menjawab, "Aku membelinya untukmu agar engkau bisa duduk dan bersandar di atasnya." Rasulullah bersabda, "Para pelukis (yaitu pemilik) gambar-gambar ini akan disiksa pada Hari Kebangkitan. Akan dikatakan kepada mereka, 'Hidupkanlah apa yang telah kamu ciptakan (yaitu yang kamu lukis).'" Nabi menambahkan, "Para malaikat tidak akan masuk ke rumah yang ada gambar-gambarnya."