Penjelasan Hadits Bukhari No. 2035 tentang Istri mengunjungi suami yang i'tikaf dan mengantarnya pulang

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan bahwa orang yang beri'tikaf boleh keluar sebentar dari masjid untuk mengantar istrinya yang berkunjung, dan bahwa Nabi ﷺ mengajarkan pentingnya menjaga prasangka orang lain dengan menjelaskan keadaan yang sebenarnya. Hadits ini juga menunjukkan bahwa setan dapat masuk ke dalam diri manusia sebagaimana darah mengalir dalam tubuh, sehingga kita harus berhati-hati terhadap bisikannya.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab I'tikaf, Bab Apakah Mu'takif Boleh Keluar untuk Kebutuhannya ke Pintu Masjid (no. 2035), dari jalan Az-Zuhri dari Ali bin Al-Husain dari Shafiyyah binti Huyai radhiyallahu 'anha.

Adapun dalil Al-Qur'an yang berkaitan dengan i'tikaf:

وَلَا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ

(QS. Al-Baqarah [2]: 187)

Terjemahan: "Dan janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri'tikaf di masjid."

Imam Ibnu Katsir rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat ini menunjukkan larangan berhubungan intim bagi orang yang beri'tikaf, namun tidak melarang keluar masjid untuk kebutuhan yang dibenarkan syariat.

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting yang dijelaskan oleh para ulama dalam daftar rujukan:

Pertama: Bolehnya keluar masjid bagi mu'takif untuk kebutuhan yang dibenarkan.

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menjadi dalil bahwa orang yang beri'tikaf boleh keluar dari masjid untuk mengantar tamu atau keluarganya hingga pintu masjid, karena hal itu termasuk kebutuhan yang tidak bisa dihindari. Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Syarah Shahih Muslim juga menegaskan bahwa keluarnya Nabi ﷺ untuk mengantar Shafiyyah menunjukkan bolehnya hal tersebut, dan ini merupakan pendapat jumhur ulama.

Kedua: Istri boleh mengunjungi suami yang sedang beri'tikaf.

Shafiyyah radhiyallahu 'anha datang mengunjungi Nabi ﷺ di masjid saat beliau beri'tikaf. Ini menunjukkan bahwa kunjungan istri kepada suami yang beri'tikaf adalah perkara yang dibolehkan, dengan catatan tidak melakukan hal-hal yang membatalkan i'tikaf. Imam Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif menyebutkan bahwa para salaf memahami hadits ini sebagai dalil bolehnya istri mengunjungi suami yang beri'tikaf dan berbincang dengannya.

Ketiga: Pentingnya menjaga prasangka orang lain.

Ketika dua sahabat Ansar melihat Nabi ﷺ berjalan bersama seorang wanita di malam hari, Nabi ﷺ segera menjelaskan bahwa itu adalah istrinya, Shafiyyah. Ini adalah pelajaran tentang menjaga diri dari fitnah dan prasangka buruk. Imam Ibnu Qayyim al-Jawziyyah rahimahullah dalam kitabnya menjelaskan bahwa Nabi ﷺ mengajarkan kepada umatnya untuk menutup pintu prasangka buruk dengan menjelaskan keadaan yang sebenarnya, terutama dalam situasi yang bisa menimbulkan syubhat.

Keempat: Setan mengalir dalam tubuh manusia seperti darah.

Nabi ﷺ bersabda: "إِنَّ الشَّيْطَانَ يَبْلُغُ مِنَ الإِنْسَانِ مَبْلَغَ الدَّمِ" — "Sesungguhnya setan menjangkau manusia seperti darah menjangkau (seluruh tubuh)." Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa ini adalah perumpamaan tentang betapa dekatnya setan dengan manusia dan betapa mudahnya setan memasukkan bisikan ke dalam hati. Imam Ibnul Qayyim dalam Ighatsat al-Lahfan menjelaskan bahwa setan mengalir dalam tubuh manusia melalui aliran darah, dan ini menunjukkan bahwa manusia harus selalu berdzikir dan berlindung kepada Allah dari bisikan setan.

Kelima: Perkataan "Subhanallah" sebagai bentuk penolakan terhadap prasangka buruk.

Dua sahabat Ansar berkata "Subhanallah" yang menunjukkan bahwa mereka sangat terkejut dan menolak jika ada prasangka buruk terhadap Nabi ﷺ. Ini menunjukkan adab para sahabat dalam menjaga kehormatan Nabi ﷺ.

Story Telling

Dikisahkan bahwa pada suatu malam di sepuluh hari terakhir Ramadan, ketika Nabi ﷺ sedang beri'tikaf di masjid, datanglah istri beliau Shafiyyah binti Huyai radhiyallahu 'anha untuk mengunjungi dan berbincang dengan beliau. Setelah cukup lama berbincang, Shafiyyah pun berdiri untuk pulang. Nabi ﷺ yang penuh kasih sayang mengantarnya hingga ke pintu masjid.

Di tengah perjalanan pulang itu, tepat di dekat pintu Ummu Salamah, dua orang sahabat Ansar melintas. Mereka memberi salam kepada Nabi ﷺ, namun ketika melihat beliau berjalan bersama seorang wanita di malam hari, hati mereka sempat terkejut. Nabi ﷺ yang mengetahui hal itu segera bersabda dengan lembut: "Jangan tergesa-gesa! Dia adalah Shafiyyah binti Huyai (istriku)."

Mendengar penjelasan itu, kedua sahabat langsung berkata: "Subhanallah, wahai Rasulullah! (Kami tidak pernah berprasangka buruk kepadamu)." Mereka merasa berat dan tidak nyaman jika sampai ada prasangka buruk terhadap Nabi ﷺ.

Kemudian Nabi ﷺ menjelaskan hikmah di balik sikapnya: "Sesungguhnya setan menjangkau manusia seperti darah menjangkau seluruh tubuh. Aku khawatir setan menanamkan sesuatu (prasangka buruk) ke dalam hati kalian."

Kisah ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan menunjukkan betapa Nabi ﷺ sangat menjaga perasaan umatnya dan mengajarkan untuk selalu berhati-hati terhadap bisikan setan.

Kesimpulan Praktis

  1. Orang yang beri'tikaf boleh keluar masjid sebentar untuk kebutuhan yang dibenarkan, seperti mengantar keluarga hingga pintu masjid.
  2. Istri boleh mengunjungi suami yang sedang beri'tikaf dan berbincang dengannya selama tidak melanggar aturan i'tikaf.
  3. Hendaknya kita menjelaskan keadaan yang sebenarnya ketika berada dalam situasi yang bisa menimbulkan prasangka buruk, agar tidak terjadi fitnah.
  4. Setan dapat memasukkan bisikannya ke dalam hati manusia kapan saja, maka perbanyaklah dzikir dan berlindung kepada Allah dari godaan setan.
  5. Hendaknya kita menolak prasangka buruk terhadap orang lain, terutama terhadap orang-orang shalih, sebagaimana sikap dua sahabat Ansar terhadap Nabi ﷺ.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan ini tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?