Penjelasan Hadits Bukhari No. 198 tentang Perawatan Nabi saat sakit menjelang wafat

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menceritakan detik-detik terakhir kehidupan Nabi ﷺ: beliau meminta dirawat di rumah Aisyah, datang dengan disokong dua orang (Abbas dan Ali), lalu meminta tujuh kantong air dituangkan ke tubuhnya agar beliau kuat untuk memberikan nasihat terakhir kepada kaum Muslimin. Hadits ini menunjukkan kasih sayang Nabi ﷺ kepada umatnya, keutamaan Aisyah, keutamaan Abbas dan Ali, serta bolehnya berobat dengan air dingin dan memakai wadah bersama.

---

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang relevan:

QS. Al-Ma'idah [5]: 3

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

"Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Kuridhai Islam itu menjadi agamamu."

Hadits terkait:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Wudhu, Bab Mandi dan Wudhu di dalam Mikhadab dan Gelas, nomor 198. Perawi sahabat: Aisyah radhiyallahu 'anha, melalui jalur Az-Zuhri (Muhammad bin Shihab az-Zuhri) — salah satu ulama Tabi'in dalam daftar rujukan — dari Ubaidullah bin Abdullah bin Utbah, lalu sampai kepada Abdullah bin Abbas.

Kaitan dengan ulama:

  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan hadits ini secara panjang, termasuk faedah-faedah fiqih dan sejarah.
  • Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (pada hadits serupa) menjelaskan makna "tujuh kantong air" dan hikmahnya.
  • Ibn Katsir dalam Al-Bidayah wan Nihayah menceritakan konteks hari-hari terakhir Nabi ﷺ.
  • Ibn Rajab al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif menyebutkan keutamaan hari-hari terakhir Nabi ﷺ.

---

Penjelasan Rinci

1. Nabi ﷺ Meminta Dirawat di Rumah Aisyah

Aisyah radhiyallahu 'anha menceritakan bahwa ketika sakit Nabi ﷺ semakin berat, beliau meminta izin kepada istri-istrinya untuk dirawat di rumah Aisyah. Para istri Nabi ﷺ mengizinkan.

Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa ini menunjukkan:

  • Keutamaan besar Aisyah radhiyallahu 'anha, karena Nabi ﷺ memilih rumahnya untuk hari-hari terakhir.
  • Adab Nabi ﷺ yang tetap meminta izin kepada para istri, tidak memaksakan kehendak — ini pelajaran akhlak bagi suami.
  • Kasih sayang para istri Nabi ﷺ yang mengutamakan kepentingan Nabi ﷺ di atas perasaan pribadi.

2. Nabi ﷺ Datang Disokong Dua Orang

Nabi ﷺ keluar dengan disokong dua orang, kakinya menyeret di tanah. Aisyah menyebut salah satunya Abbas, dan yang lain tidak disebutkan. Kemudian Abdullah bin Abbas — yang mendengar riwayat ini dari Ubaidullah — menjelaskan bahwa lelaki lainnya adalah Ali bin Abi Thalib.

Ibnu Hajar menyebutkan bahwa penyebutan Abbas dan Ali di sini menunjukkan keutamaan keduanya: mereka berdua yang dipercaya menyokong Nabi ﷺ di saat paling berat.

3. Permintaan Menuangkan Tujuh Kantong Air

Nabi ﷺ bersabda:

هَرِيقُوا عَلَىَّ مِنْ سَبْعِ قِرَبٍ، لَمْ تُحْلَلْ أَوْكِيَتُهُنَّ، لَعَلِّي أَعْهَدُ إِلَى النَّاسِ

"Tuangkanlah kepadaku tujuh kantong air yang belum dibuka ikatannya, agar aku dapat memberikan nasihat kepada manusia."

Imam an-Nawawi menjelaskan:

  • "Tujuh kantong air" — sebagian ulama menyebut hikmahnya terkait dengan bilangan tujuh yang dikenal dalam pengobatan Arab saat itu.
  • "Belum dibuka ikatannya" — menunjukkan airnya masih segar, belum terpakai, dan suci.
  • Tujuan Nabi ﷺ bukan sekadar berobat, tetapi agar beliau kuat untuk memberikan nasihat terakhir kepada umatnya — ini menunjukkan betapa besar perhatian Nabi ﷺ kepada umatnya hingga detik-detik akhir.

Ibnu Hajar menambahkan bahwa ini menjadi dalil bolehnya berobat dengan air dingin, dan bolehnya menggunakan wadah milik orang lain dengan izin.

4. Nabi ﷺ Duduk di Mikhadab Milik Hafshah

Nabi ﷺ duduk di dalam mikhadab — yaitu bak besar dari tembaga — milik Hafshah radhiyallahu 'anha. Ini menunjukkan:

  • Bolehnya memakai wadah milik istri atau orang lain dengan izin.
  • Kerendahan hati Nabi ﷺ yang mau dimandikan dengan cara seperti itu di hadapan para istrinya.

5. Isyarat Nabi ﷺ untuk Berhenti

Ketika para istri Nabi ﷺ menuangkan air, Nabi ﷺ memberi isyarat agar mereka berhenti — tanda beliau sudah merasa cukup. Kemudian beliau keluar kepada manusia.

Ibn Rajab al-Hanbali menyebutkan bahwa ini adalah bagian dari hari-hari terakhir Nabi ﷺ yang penuh pelajaran: beliau tetap berusaha keluar untuk umatnya meski dalam keadaan sakit berat.

---

Story Telling

Aisyah radhiyallahu 'anha bercerita dengan hati yang penuh cinta dan kesedihan. Ia melihat suaminya — manusia paling mulia — tidak lagi mampu berjalan sendiri. Kakinya menyeret di tanah, disokong oleh Abbas dan Ali. Namun Nabi ﷺ masih memikirkan umatnya.

Beliau berkata, "Tuangkan tujuh kantong air ke tubuhku, agar aku bisa berpesan kepada manusia."

Air mengalir di tubuh beliau yang sedang sakit. Para istri Nabi ﷺ menuangkan dengan penuh kasih. Ketika beliau merasa cukup, beliau memberi isyarat, lalu keluar menemui manusia — mungkin untuk terakhir kalinya.

Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah wan Nihayah menceritakan bahwa ini terjadi beberapa hari sebelum wafatnya Nabi ﷺ. Beliau masih berusaha memimpin, menasihati, dan mengingatkan umatnya tentang shalat, tentang hak-hak, tentang tauhid.

Hikmahnya: cinta Nabi ﷺ kepada umatnya tidak pernah pudar, bahkan di detik-detik terakhir hidupnya.

---

Kesimpulan Praktis

  1. Kasih sayang Nabi ﷺ kepada umatnya — beliau tetap memikirkan nasihat untuk manusia meski dalam sakit berat.
  2. Keutamaan Aisyah, Abbas, dan Ali radhiyallahu 'anhum — mereka dipilih Nabi ﷺ di saat-saat paling penting.
  3. Bolehnya berobat dengan air dingin dan memakai wadah besar (mikhadab) untuk mandi.
  4. Adab meminta izin — Nabi ﷺ meminta izin kepada istri-istrinya sebelum dirawat di rumah Aisyah.
  5. Bolehnya menggunakan barang milik orang lain dengan izin pemiliknya.
  6. Pelajaran akhlak: suami hendaknya bermusyawarah dengan istri, dan istri hendaknya mendukung suami dalam kebaikan.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?