Bab Keberkahan Sahur Tanpa Kewajiban
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ، حَدَّثَنَا جُوَيْرِيَةُ، عَنْ نَافِعٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ ـ رضى الله عنه ـ أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم وَاصَلَ فَوَاصَلَ النَّاسُ فَشَقَّ عَلَيْهِمْ، فَنَهَاهُمْ. قَالُوا إِنَّكَ تُوَاصِلُ. قَالَ " لَسْتُ كَهَيْئَتِكُمْ، إِنِّي أَظَلُّ أُطْعَمُ وَأُسْقَى ".
Dari Abdullah: Nabi (ﷺ) berpuasa selama beberapa hari berturut-turut; orang-orang juga melakukan hal yang sama tetapi itu sulit bagi mereka. Maka, Nabi (ﷺ) melarang mereka (berpuasa terus menerus lebih dari satu hari). Mereka berkata, "Tetapi Engkau berpuasa tanpa jeda (tidak makan di malam hari atau pagi hari)." Nabi (ﷺ) menjawab, "Aku tidak seperti kalian, karena aku diberi makanan dan minuman (oleh Allah)."
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
