Bab Penyembelihan Domba
Shahih
haddatsana ishaqu, haddatsana rawhun, haddatsana syiblun, ani abni abi najihin, an mujahidin, qala haddatsani abdu arrahmani ibnu abi layla, an kabi ibni ujraha rdh allah nh anna rasula allahi raahu waannahu yasquthu ala wajhihi faqala " ayudzika hawammuka ". qala naam. faamarahu an yahliqa wahuwa bialhudaybiyahi, walam yatabayyan lahum annahum yahilluna biha, wahum ala thamain an yadkhulu makkaha, faanzala allahu alfidyaha, faamarahu rasulu allahi an yuthima faraqan bayna sittahin, aw yuhdiya syahan, aw yashuma tsalatsaha ayyamin.
Dari Abdur-Rahman bin Abu Layla: (Menceritakan perkataan Ka'b bin Umra) Rasulullah ﷺ melihatnya (yaitu Ka'b) sementara kutu-kutu jatuh di wajahnya. Ia bertanya, "Apakah kutu-kutumu mengganggumu?" Ia menjawab dengan afirmatif. Maka, ia memerintahkannya untuk mencukur kepalanya saat di Al-Hudaibiya. Pada saat itu mereka tidak diizinkan untuk menyelesaikan Ihram mereka, dan masih berharap untuk masuk ke Mekkah. Maka, Allah menurunkan ayat-ayat Al-Fidya. Rasulullah ﷺ memerintahkannya untuk memberi makan enam orang miskin dengan satu Faraq makanan atau menyembelih satu domba (sebagai kurban) atau berpuasa selama tiga hari.
Ringkasan, rujukan ulama, dan hikmah praktis