Bab Siapa yang Mengatakan Tidak Ada Denda bagi Al-Muhrir
حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ، قَالَ حَدَّثَنِي مَالِكٌ، عَنْ نَافِعٍ، أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ ـ رضى الله عنهما ـ قَالَ حِينَ خَرَجَ إِلَى مَكَّةَ مُعْتَمِرًا فِي الْفِتْنَةِ إِنْ صُدِدْتُ عَنِ الْبَيْتِ صَنَعْنَا كَمَا صَنَعْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَأَهَلَّ بِعُمْرَةٍ، مِنْ أَجْلِ أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم كَانَ أَهَلَّ بِعُمْرَةٍ عَامَ الْحُدَيْبِيَةِ، ثُمَّ إِنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ نَظَرَ فِي أَمْرِهِ فَقَالَ مَا أَمْرُهُمَا إِلاَّ وَاحِدٌ. فَالْتَفَتَ إِلَى أَصْحَابِهِ فَقَالَ مَا أَمْرُهُمَا إِلاَّ وَاحِدٌ، أُشْهِدُكُمْ أَنِّي قَدْ أَوْجَبْتُ الْحَجَّ مَعَ الْعُمْرَةِ، ثُمَّ طَافَ لَهُمَا طَوَافًا وَاحِدًا، وَرَأَى أَنَّ ذَلِكَ مُجْزِيًا عَنْهُ، وَأَهْدَى.
Nafi` melaporkan: Ketika Abdullah bin Umar berangkat ke Mekkah dengan niat melakukan Umrah di masa fitnah, ia berkata, "Jika aku terhalang dari mencapai Ka'bah, maka aku akan melakukan seperti yang kami lakukan saat bersama Rasulullah ﷺ." Maka ia mengucapkan niat Ihram untuk Umrah karena Nabi ﷺ telah mengucapkan niat Ihram untuk Umrah pada tahun Al-Hudaibiyah. Kemudian Abdullah bin Umar memikirkan hal itu dan berkata, "Kondisi Haji dan Umrah adalah sama." Ia kemudian berbalik kepada para sahabatnya dan berkata, "Kondisi Haji dan Umrah adalah sama dan aku bersaksi bahwa aku telah mewajibkan Haji bersamaan dengan Umrah." Ia kemudian melakukan satu Tawaf untuk keduanya (Haji dan Umrah) dan menganggap itu cukup baginya dan memberikan Hadi.
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
