Bab Kapan Seorang Mukmin Dihalalkan
Shahih
haddatsana ishaqu ibnu ibrahima, an jaririn, an ismaila, an abdi allahi ibni abi awfa, qala atamara rasulu allahi watamarna maahu falamma dakhala makkaha thafa wathufna maahu, waata asshafa waalmarwaha waataynaha maahu, wakunna nasturuhu min ahli makkaha an yarmiyahu ahadun. faqala lahu shahibun li akana dakhala alkabaha qala la. qala fahadditsna ma, qala likhadijaha. qala " bassyiru khadijaha bibaytin fi aljannahi min qashabin la shakhaba fihi wala nashaba ".
Dari Abdullah bin Abu Aufa: "Rasulullah ﷺ melakukan Umrah dan kami juga melakukan Umrah bersamanya. Ketika ia memasuki Makkah, ia melakukan Tawaf (Ka'bah) dan kami juga melakukan Tawaf bersamanya, kemudian ia datang ke As-Safa dan Al-Marwa (yaitu melakukan Sai) dan kami juga datang kepada mereka bersamanya. Kami melindunginya dari orang-orang Makkah agar mereka tidak melukainya dengan anak panah." Seorang temannya bertanya kepadanya (yaitu Abdullah bin Abu Aufa), "Apakah Nabi ﷺ masuk ke Ka'bah (selama Umrah itu)?" Ia menjawab dengan negatif. Kemudian ia berkata, "Apa yang ia (Nabi ﷺ) katakan tentang Khadijah?" Ia (Abdullah bin Abu Aufa) berkata, "(Ia berkata) 'Berikan kabar gembira kepada Khadijah bahwa dia akan memiliki istana yang terbuat dari Qasab di Surga dan di dalamnya tidak ada suara dan tidak ada kesusahan.'"