Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini adalah kisah indah tentang kecintaan dan ketelitian Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma dalam mengikuti sunnah Nabi ﷺ. Beliau ditanya tentang empat amalan yang tampak berbeda dari kebanyakan orang, dan beliau menjawab semuanya dengan satu alasan: "Saya melihat Rasulullah ﷺ melakukannya." Ini adalah pelajaran bahwa seorang mukmin menjadikan sunnah Nabi sebagai satu-satunya tolok ukur dalam beramal, bukan kebiasaan orang banyak.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Wudhu, Bab "Mencuci Kaki Dalam Sandal Dan Tidak Mengusap Sandal", no. 166. Juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Haji, no. 1187, dari jalur yang sama.
Tidak ada ayat Al-Qur'an yang secara khusus membahas topik ini, tetapi ada dalil umum tentang kewajiban mengikuti Rasulullah ﷺ:
QS. Al-Hasyr [59]: 7
وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
"Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah, dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya."
Imam Ibnu Katsir rahimahullah dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim menjelaskan bahwa ayat ini adalah dalil wajibnya mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ dalam segala hal, baik perintah maupun larangan.
Penjelasan Rinci
Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting yang dijelaskan oleh para ulama:
1. Keutamaan mengikuti sunnah secara teliti
Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma adalah salah satu sahabat yang paling bersemangat dalam meneladani Nabi ﷺ. Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Syarah Shahih Muslim menyebutkan bahwa Ibnu Umar dikenal sangat teliti dalam mengikuti jejak Rasulullah ﷺ, bahkan dalam hal-hal kecil sekalipun. Beliau tidak merasa keberatan berbeda dari kebanyakan orang selama yang beliau lakukan adalah sunnah.
2. Empat amalan yang ditanyakan:
- Tidak menyentuh semua sudut Ka'bah kecuali Rukun Yamani dan Hajar Aswad - Ini menunjukkan bahwa thawaf memiliki tata cara tertentu yang dicontohkan Nabi ﷺ. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin rahimahullah dalam Syarh Al-Arba'in menjelaskan bahwa menyentuh dua rukun Yamani adalah sunnah, sedangkan dua rukun lainnya (Syami dan Iraqi) tidak disunnahkan untuk disentuh.
- Memakai sandal yang tidak berbulu (ni'al sibtiyyah) - Ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ memakai sandal yang terbuat dari kulit yang disamak, dan beliau berwudhu sambil memakainya. Ini menjadi dalil bahwa mencuci kaki dalam keadaan memakai sandal adalah boleh, dan yang terpenting adalah membasuh kaki hingga bersih.
- Mewarnai rambut dengan warna kuning (shufrah) - Nabi ﷺ mewarnai rambutnya dengan henna. Imam Ibnu Hajar Al-'Asqalani dalam Fath Al-Bari menjelaskan bahwa ini menunjukkan bolehnya mewarnai rambut, dan warna kuning adalah salah satu warna yang disukai Nabi ﷺ untuk rambut beliau.
- Tidak berniat ihram kecuali pada hari Tarwiyah (8 Dzulhijjah) - Ini menunjukkan bahwa bagi penduduk Mekkah atau yang berada di Mekkah, mereka boleh berniat ihram pada hari Tarwiyah, tidak harus sejak awal Dzulhijjah. Ini adalah pendapat yang dipegang oleh sebagian ulama, dan Ibnu Umar memilihnya karena mengikuti apa yang beliau lihat dari Nabi ﷺ.
3. Pelajaran tentang adab bertanya dan menjawab
Imam Al-Bukhari meriwayatkan hadits ini dengan sanad yang bersambung hingga Malik bin Anas dari Sa'id Al-Maqburi dari Ubaid bin Juraij. Ini menunjukkan bahwa para sahabat saling bertanya tentang amalan yang mereka lihat, dan mereka menjawab dengan penuh kelembutan tanpa merasa tersinggung.
Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah dalam Syarh Shahih Al-Bukhari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bolehnya bertanya tentang amalan yang terlihat berbeda, selama pertanyaan itu disampaikan dengan adab dan niat untuk belajar.
Story Telling
Ada kisah yang diriwayatkan bahwa Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma sangat teliti dalam mengikuti sunnah. Suatu ketika, beliau dalam perjalanan dan singgah di suatu tempat. Beliau meletakkan barang-barangnya dan kemudian shalat di tempat tersebut. Setelah selesai, beliau berkata, "Rasulullah ﷺ pernah singgah di tempat ini dan shalat di sini, maka aku pun shalat di sini."
Ini menunjukkan betapa dalamnya kecintaan Ibnu Umar kepada Nabi ﷺ. Beliau tidak hanya mengikuti sunnah dalam ibadah besar, tetapi juga dalam hal-hal yang dianggap remeh oleh kebanyakan orang. Imam Adz-Dzahabi dalam Siyar A'lam An-Nubala menyebutkan bahwa Ibnu Umar adalah salah satu sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits dan paling teliti dalam mengikuti sunnah.
Kesimpulan Praktis
- Jadikan sunnah sebagai tolok ukur, bukan kebiasaan orang banyak. Jika suatu amalan sesuai sunnah, lakukanlah meskipun orang lain tidak melakukannya.
- Teliti dalam beribadah, seperti Ibnu Umar yang memperhatikan detail-detail kecil dalam thawaf, pakaian, dan ibadah lainnya.
- Bertanya dengan adab ketika melihat sesuatu yang berbeda, dan menjawab dengan lembut ketika ditanya.
- Mencintai sunnah berarti mencintai Nabi ﷺ, dan ini akan mengantarkan kita pada syafa'at beliau di hari kiamat.
- Dalam berwudhu, pastikan kaki dibasuh hingga bersih, baik dalam keadaan memakai sandal maupun tidak.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.