Bab Apa yang Dikatakan Tentang Sa'i Antara Safa dan Marwah
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدٍ، أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ، أَخْبَرَنَا عَاصِمٌ، قَالَ قُلْتُ لأَنَسِ بْنِ مَالِكٍ ـ رضى الله عنه ـ أَكُنْتُمْ تَكْرَهُونَ السَّعْىَ بَيْنَ الصَّفَا وَالْمَرْوَةِ قَالَ نَعَمْ. لأَنَّهَا كَانَتْ مِنْ شَعَائِرِ الْجَاهِلِيَّةِ، حَتَّى أَنْزَلَ اللَّهُ {إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا}.
Saya bertanya kepada Anas bin Malik: "Apakah kalian tidak suka melakukan tawaf antara Safa dan Marwa?" Dia berkata, "Ya, karena itu adalah salah satu dari ritual masa jahiliyah, sampai Allah menurunkan: 'Sesungguhnya Safa dan Marwah adalah di antara simbol-simbol Allah. Maka tidak ada dosa bagi orang yang melakukan ibadah haji ke Ka'bah, atau melakukan umrah, untuk melakukan tawaf antara keduanya.'" (2.158)
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
