Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 164 tentang Tata cara wudhu Nabi dan keutamaannya

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah hadits yang sangat agung dan mulia. Ia mengajarkan kita tata cara wudhu Nabi ﷺ secara praktis dan lengkap, sekaligus memberikan kabar gembira tentang keutamaan besar: barangsiapa berwudhu seperti wudhu Nabi ﷺ, kemudian shalat dua rakaat dengan khusyuk (tidak melamunkan urusan dunia), maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni oleh Allah ﷻ. Ini adalah motivasi luar biasa bagi kita untuk menyempurnakan wudhu dan menjaga kualitas shalat.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Wudhu, Bab Menggunakan Air Dalam Wudhu, nomor 164. Juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Thaharah, nomor 226, dari jalur Humran, maula (hamba sahaya) Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu.

Teks Hadits (sebagian yang relevan):

<p>عَنْ حُمْرَانَ مَوْلَى عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ أَنَّهُ رَأَى عُثْمَانَ دَعَا بِوَضُوءٍ فَأَفْرَغَ عَلَى يَدَيْهِ مِنْ إِنَائِهِ فَغَسَلَهُمَا ثَلَاثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ أَدْخَلَ يَمِينَهُ فِي الْوَضُوءِ ثُمَّ تَمَضْمَضَ وَاسْتَنْشَقَ وَاسْتَنْثَرَ ثُمَّ غَسَلَ وَجْهَهُ ثَلَاثًا وَيَدَيْهِ إِلَى الْمِرْفَقَيْنِ ثَلَاثًا ثُمَّ مَسَحَ بِرَأْسِهِ ثُمَّ غَسَلَ كُلَّ رِجْلٍ ثَلَاثًا ثُمَّ قَالَ رَأَيْتُ النَّبِيَّ ﷺ يَتَوَضَّأُ نَحْوَ وُضُوئِي هَذَا وَقَالَ مَنْ تَوَضَّأَ نَحْوَ وُضُوئِي هَذَا ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ لَا يُحَدِّثُ فِيهِمَا نَفْسَهُ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ</p>

Terjemahan: Dari Humran, maula Utsman bin Affan, bahwasanya ia melihat Utsman meminta air wudhu, lalu ia menuangkan air dari bejananya ke kedua tangannya dan membasuhnya tiga kali. Kemudian ia memasukkan tangan kanannya ke dalam bejana, lalu berkumur, beristinsyaq (menghirup air ke hidung) dan beristintsar (mengeluarkannya). Kemudian ia membasuh wajahnya tiga kali dan kedua tangannya sampai siku tiga kali. Lalu ia mengusap kepalanya, kemudian membasuh kedua kakinya masing-masing tiga kali. Setelah itu Utsman berkata, "Aku melihat Nabi ﷺ berwudhu seperti wudhuku ini, dan beliau bersabda, 'Barangsiapa berwudhu seperti wudhuku ini, kemudian shalat dua rakaat yang ia tidak berbicara dengan dirinya sendiri (tentang urusan dunia) di dalamnya, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.'"

Ayat Al-Qur'an yang terkait dengan perintah wudhu:

Allah ﷻ berfirman dalam QS. Al-Ma'idah [5]: 6:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ

Terjemahan: "Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan shalat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki."

Penjelasan Rinci

Hadits ini adalah salah satu hadits terpenting dalam bab wudhu karena memuat praktik wudhu Nabi ﷺ secara utuh. Mari kita rinci poin-poin pentingnya:

  1. Membasuh Kedua Telapak Tangan di Awal Wudhu: Utsman radhiyallahu 'anhu memulai dengan menuangkan air ke kedua tangannya dan membasuhnya tiga kali. Ini dilakukan sebelum berkumur. Para ulama menjelaskan bahwa ini adalah sunnah untuk membersihkan tangan terlebih dahulu sebelum memasukkan tangan ke dalam bejana air, terutama ketika bangun tidur. Imam Asy-Syafi'i rahimahullah dalam kitabnya Al-Umm menjelaskan bahwa membasuh kedua telapak tangan di awal wudhu adalah sunnah muakkadah (sangat dianjurkan).
  2. Berkumur, Istinsyaq, dan Istintsar: Setelah membasuh tangan, beliau berkumur, menghirup air ke hidung (istinsyaq), lalu mengeluarkannya (istintsar). Ini adalah bagian dari wudhu yang diperintahkan oleh Nabi ﷺ. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah dalam Syarh Al-Mumti' menjelaskan bahwa berkumur dan istinsyaq hukumnya wajib menurut salah satu pendapat ulama, dan sunnah menurut pendapat lainnya. Namun, yang terbaik adalah melakukannya karena merupakan bagian dari tuntunan Nabi ﷺ.
  3. Membasuh Wajah Tiga Kali: Utsman membasuh wajahnya tiga kali. Ini menunjukkan bahwa membasuh anggota wudhu tiga kali adalah sunnah. Namun, perlu diketahui bahwa membasuh sekali saja sudah sah dan memenuhi kewajiban, sedangkan tiga kali adalah bentuk kesempurnaan. Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fath Al-Bari menjelaskan bahwa ijma' ulama menyatakan bahwa membasuh sekali itu wajib, dua kali dibolehkan, dan tiga kali adalah sunnah.
  4. Membasuh Tangan Sampai Siku Tiga Kali: Ini sesuai dengan perintah Allah dalam QS. Al-Ma'idah ayat 6. Membasuh tangan hingga siku adalah wajib, dan menyempurnakannya dengan tiga kali adalah sunnah.
  5. Mengusap Kepala: Utsman mengusap kepalanya. Para ulama berbeda pendapat tentang cara mengusap kepala. Ada yang berpendapat cukup mengusap sebagian kepala, dan ada yang berpendapat harus mengusap seluruh kepala. Pendapat yang lebih kuat adalah mengusap seluruh kepala berdasarkan hadits-hadits yang shahih, di antaranya hadits ini dan hadits-hadits lain yang menjelaskan cara Nabi ﷺ mengusap seluruh kepalanya. Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam Sifat Wudhu' An-Nabi menjelaskan bahwa Nabi ﷺ mengusap seluruh kepalanya, dimulai dari bagian depan kepala hingga ke tengkuk, lalu kembali ke tempat semula.
  6. Membasuh Kedua Kaki Sampai Mata Kaki Tiga Kali: Ini juga sesuai dengan perintah Allah. Membasuh kedua kaki adalah wajib, dan menyempurnakannya dengan tiga kali adalah sunnah.
  7. Keutamaan yang Luar Biasa: Puncak dari hadits ini adalah sabda Nabi ﷺ: "Barangsiapa berwudhu seperti wudhuku ini, kemudian shalat dua rakaat yang ia tidak berbicara dengan dirinya sendiri (tentang urusan dunia) di dalamnya, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." Ini adalah kabar gembira yang sangat besar. Syaratnya adalah wudhu yang sempurna dan shalat dua rakaat dengan khusyuk, tidak melamunkan urusan dunia. Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan "tidak berbicara dengan dirinya sendiri" adalah tidak memikirkan urusan dunia dan benar-benar hadir hatinya dalam shalat. Adapun dosa yang diampuni adalah dosa-dosa kecil, bukan dosa besar, karena dosa besar membutuhkan taubat yang khusus.

Story Telling

Hadits ini diriwayatkan oleh Humran, maula (hamba sahaya) Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu. Humran adalah seorang yang setia melayani Utsman. Suatu hari, Utsman meminta air wudhu di hadapan Humran. Dengan teliti, Humran memperhatikan setiap gerakan wudhu tuannya. Ia melihat bagaimana Utsman membasuh tangannya, berkumur, membasuh wajah, dan seterusnya dengan tertib dan sempurna.

Setelah selesai, Utsman menoleh kepada Humran dan berkata, "Aku melihat Nabi ﷺ berwudhu seperti wudhuku ini." Ini adalah pelajaran berharga: para sahabat sangat antusias untuk mencontoh Nabi ﷺ dalam setiap detail ibadah, bahkan dalam hal wudhu sekalipun. Mereka tidak merasa cukup hanya dengan sahnya wudhu, tetapi mereka ingin wudhu mereka sempurna dan sesuai dengan tuntunan Nabi ﷺ. Dari sini kita belajar bahwa kecintaan kepada Nabi ﷺ harus dibuktikan dengan mengikuti sunnah-sunnahnya, termasuk dalam hal-hal kecil sekalipun.

Kesimpulan Praktis

  1. Pelajari dan Praktikkan Wudhu Sesuai Sunnah: Hadits ini adalah panduan praktis wudhu Nabi ﷺ. Mulailah dengan membasuh kedua telapak tangan, lalu berkumur, istinsyaq, membasuh wajah, tangan sampai siku, mengusap kepala, dan membasuh kaki. Lakukan dengan tertib dan sempurna.
  2. Jaga Kekhusyukan dalam Shalat: Keutamaan besar dalam hadits ini terkait dengan shalat dua rakaat yang khusyuk. Berusahalah untuk hadir hati dalam shalat, menjauhkan pikiran duniawi, dan fokus hanya kepada Allah ﷻ.
  3. Jadikan Wudhu sebagai Pembuka Ampunan: Wudhu bukan sekadar bersuci, tetapi juga ibadah yang memiliki keutamaan besar. Niatkan wudhu kita untuk mengharap ampunan Allah dan mengikuti sunnah Nabi ﷺ.
  4. Jangan Remehkan Dosa Kecil: Hadits ini menunjukkan bahwa dosa-dosa kecil dapat terhapus dengan amalan-amalan seperti wudhu dan shalat. Namun, dosa besar membutuhkan taubat yang sungguh-sungguh.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.