Penjelasan Hadits Bukhari No. 1593 tentang Ka'bah tetap diziarahi hingga menjelang kiamat

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan bahwa Ka'bah akan tetap diziarahi untuk haji dan umrah bahkan setelah keluarnya Ya'juj dan Ma'juj, yaitu di akhir zaman. Ini menunjukkan kemuliaan Ka'bah dan bahwa ibadah haji tetap berlangsung hingga mendekati Kiamat. Namun, di akhir zaman nanti, akan datang masa ketika haji ditinggalkan manusia, dan itulah tanda dekatnya Kiamat.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang berkaitan:

QS. Ali 'Imran [3]: 96

إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى لِّلْعَالَمِينَ

Terjemahan: "Sesungguhnya rumah yang pertama dibangun untuk manusia beribadah adalah Baitullah yang di Bakkah (Makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam."

QS. Al-Hajj [22]: 27

وَأَذِّن فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَعَلَىٰ كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِن كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ

Terjemahan: "Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki atau mengendarai unta yang kurus, yang datang dari segenap penjuru yang jauh."

Hadits terkait:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Haji, dari sahabat Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu. Sanadnya: Ahmad bin Hanbal → ayahnya (Hambal) → Ibrahim → Al-Hajjaj bin Hajjaj → Qatadah → Abdullah bin Abi 'Utbah → Abu Sa'id Al-Khudri.

Imam Al-Bukhari juga menyebutkan mutaba'ah (penguat) dari Aban dan Imran dari Qatadah, serta riwayat Abdurrahman dari Syu'bah dengan lafaz: "Tidak akan tegak Kiamat hingga Ka'bah tidak lagi diziarahi (haji ditinggalkan)."

Kaitan dengan ulama:

  • Qatadah bin Di'amah as-Sadusi (tabi'in) adalah perawi utama hadits ini, dan beliau dikenal sebagai ahli tafsir dan hadits yang kuat hafalannya.
  • Imam Al-Bukhari meriwayatkan hadits ini dalam kitab shahihnya, menunjukkan keotentikan hadits ini.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan makna hadits ini secara panjang lebar.
  • Imam an-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim (ketika membahas hadits serupa) menjelaskan tanda-tanda Kiamat.
  • Ibnu Katsir dalam tafsirnya dan kitab An-Nihayah (Fitnah dan Malahim) membahas kemunculan Ya'juj dan Ma'juj serta peristiwa akhir zaman.

Penjelasan Rinci

Makna hadits secara umum:

Nabi ﷺ mengabarkan bahwa Ka'bah akan terus dikunjungi untuk haji dan umrah, bahkan setelah keluarnya Ya'juj dan Ma'juj. Ini mengandung beberapa pelajaran penting:

Pertama: Kemuliaan Ka'bah dan keberlangsungan ibadah haji. Allah menjaga rumah-Nya tetap diziarahi hingga akhir zaman. Ini sesuai dengan QS. Ali 'Imran [3]: 96 bahwa Ka'bah adalah rumah ibadah pertama yang diberkahi.

Kedua: Ya'juj dan Ma'juj adalah dua kaum yang akan keluar di akhir zaman, sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-Kahfi [18]: 94-99 dan QS. Al-Anbiya [21]: 96-97. Mereka akan membuat kerusakan besar di bumi. Namun, setelah mereka keluar dan kemudian dibinasakan oleh Allah, kehidupan akan kembali normal, dan manusia akan tetap berhaji ke Ka'bah.

Ketiga: Imam Al-Bukhari menyebutkan riwayat Syu'bah yang berbunyi: "Tidak akan tegak Kiamat hingga Ka'bah tidak lagi diziarahi." Ini menunjukkan bahwa di akhir zaman nanti, akan datang masa ketika manusia meninggalkan haji ke Ka'bah, dan itulah tanda dekatnya Kiamat.

Penjelasan Ibnu Hajar al-Asqalani:

Dalam Fathul Bari, Ibnu Hajar menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bahwa haji dan umrah akan tetap ada setelah keluarnya Ya'juj dan Ma'juj. Beliau juga menyebutkan bahwa sebagian ulama memahami bahwa Ka'bah akan tetap ada hingga Kiamat, dan haji akan terus dilakukan hingga masa tertentu sebelum Kiamat.

Ibnu Hajar juga menyebutkan riwayat lain yang menunjukkan bahwa di akhir zaman, Ka'bah akan dihancurkan oleh seorang Habsyi (orang Ethiopia) yang bernama Dzu as-Suwaqatain, sebagaimana disebutkan dalam hadits lain. Setelah itu, tidak ada lagi haji ke Ka'bah, dan itulah tanda dekatnya Kiamat.

Penjelasan Imam an-Nawawi:

Imam an-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits-hadits tentang tanda-tanda Kiamat menunjukkan urutan peristiwa: keluarnya Ya'juj dan Ma'juj, kemudian turunnya Nabi Isa 'alaihissalam, kemudian berbagai tanda besar lainnya. Haji tetap berlangsung setelah Ya'juj dan Ma'juj, tetapi pada akhirnya akan ditinggalkan sebelum Kiamat.

Penjelasan Ibnu Katsir:

Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa Ya'juj dan Ma'juj adalah keturunan Adam dari garis Yafits. Mereka akan keluar di akhir zaman dan membuat kerusakan besar. Setelah Allah membinasakan mereka, bumi akan kembali aman, dan manusia akan kembali beribadah, termasuk haji ke Ka'bah.

Perbedaan pendapat di antara ulama:

Sebagian ulama memahami bahwa hadits ini menunjukkan bahwa haji akan tetap ada setelah Ya'juj dan Ma'juj, dan Ka'bah akan tetap diziarahi hingga masa tertentu. Sebagian lain memahami bahwa hadits ini menunjukkan bahwa haji tidak akan pernah terputus hingga Kiamat, kecuali pada masa yang sangat singkat sebelum Kiamat.

Pendapat yang paling kuat adalah bahwa haji akan tetap berlangsung setelah Ya'juj dan Ma'juj, kemudian pada akhir zaman, Ka'bah akan dihancurkan dan haji ditinggalkan, sebagaimana disebutkan dalam hadits-hadits lain yang shahih. Ini adalah pendapat yang dirajihkan oleh Ibnu Hajar dan Imam an-Nawawi.

Story Telling

Kisah Ya'juj dan Ma'juj serta Keberlangsungan Haji:

Dahulu, Dzulqarnain (seorang raja saleh yang disebutkan dalam Al-Qur'an) membangun tembok besar untuk menahan Ya'juj dan Ma'juj, sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-Kahfi [18]: 94-98. Tembok itu akan tetap kokoh hingga waktu yang ditentukan Allah. Ketika waktunya tiba, Allah akan menghancurkan tembok itu, dan Ya'juj dan Ma'juj akan keluar dengan jumlah yang sangat banyak, membuat kerusakan di bumi.

Nabi ﷺ mengabarkan bahwa setelah keluarnya Ya'juj dan Ma'juj, manusia akan tetap berhaji ke Ka'bah. Ini menunjukkan bahwa Allah menjaga rumah-Nya dan ibadah haji tetap berlangsung meskipun dunia dilanda kerusakan besar. Kemudian, Allah akan membinasakan Ya'juj dan Ma'juj dengan cara yang Dia kehendaki, dan bumi akan kembali aman.

Namun, di akhir zaman nanti, akan datang masa ketika Ka'bah dihancurkan oleh seorang Habsyi, dan tidak ada lagi haji ke Ka'bah. Itulah tanda dekatnya Kiamat. Sebagaimana disebutkan dalam hadits shahih yang lain, Nabi ﷺ bersabda: "Ka'bah akan dihancurkan oleh seorang Habsyi yang bernama Dzu as-Suwaqatain." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Hikmah: Ka'bah adalah rumah Allah yang dimuliakan. Selama Allah menghendaki, haji akan tetap berlangsung. Tetapi ketika Allah menghendaki Kiamat, maka segala sesuatu akan berakhir, termasuk ibadah haji ke Ka'bah. Ini mengingatkan kita untuk bersungguh-sungguh dalam beribadah selagi masih ada kesempatan.

Kesimpulan Praktis

  1. Ka'bah adalah rumah Allah yang dimuliakan — haji dan umrah akan tetap berlangsung hingga akhir zaman, bahkan setelah keluarnya Ya'juj dan Ma'juj.
  2. Haji adalah ibadah yang agung — jangan sia-siakan kesempatan untuk berhaji dan berumrah jika mampu, karena kita tidak tahu kapan Kiamat datang.
  3. Tanda-tanda Kiamat adalah kebenaran — keluarnya Ya'juj dan Ma'juj, dihancurkannya Ka'bah, dan ditinggalkannya haji adalah tanda-tanda besar yang harus kita imani.
  4. Bersiap untuk akhirat — dunia ini akan berakhir, dan yang tersisa hanyalah amal saleh. Perbanyaklah ibadah dan taat kepada Allah.
  5. Jangan tertipu dengan dunia — meskipun Ka'bah akan dihancurkan dan haji ditinggalkan, itu semua adalah ketetapan Allah. Tugas kita adalah beribadah dengan ikhlas hingga ajal menjemput.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?