Bab Ikhlal Menghadap Kiblat
وَقَالَ أَبُو مَعْمَرٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَارِثِ، حَدَّثَنَا أَيُّوبُ، عَنْ نَافِعٍ، قَالَ كَانَ ابْنُ عُمَرَ ـ رضى الله عنهما ـ إِذَا صَلَّى بِالْغَدَاةِ بِذِي الْحُلَيْفَةِ أَمَرَ بِرَاحِلَتِهِ فَرُحِلَتْ ثُمَّ رَكِبَ، فَإِذَا اسْتَوَتْ بِهِ اسْتَقْبَلَ الْقِبْلَةَ قَائِمًا، ثُمَّ يُلَبِّي حَتَّى يَبْلُغَ الْمَحْرَمَ، ثُمَّ يُمْسِكُ حَتَّى إِذَا جَاءَ ذَا طُوًى بَاتَ بِهِ حَتَّى يُصْبِحَ، فَإِذَا صَلَّى الْغَدَاةَ اغْتَسَلَ، وَزَعَمَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَعَلَ ذَلِكَ. تَابَعَهُ إِسْمَاعِيلُ عَنْ أَيُّوبَ فِي الْغَسْلِ.
Diriwayatkan dari Nafi', 'Setiap kali Ibn 'Umar selesai shalat subuh di Dhul-Hulaifa, ia akan menyiapkan untanya. Kemudian, ia akan menaikinya, dan setelah unta itu berdiri tegak (siap berangkat), ia akan menghadap ke arah Al-Qiblah (Ka'bah di Makkah) sambil duduk (di atas untanya) dan membaca Talbiyah. Ketika ia telah mencapai batas-batas Haram (atau Makkah), ia akan berhenti membaca Talbiyah sampai ia tiba di Dhi-Tuwa (dekat Makkah) di mana ia akan bermalam sampai fajar. Setelah melaksanakan shalat subuh, ia akan mandi. Ia mengklaim bahwa Rasulullah (ﷺ) telah melakukan hal yang sama.
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
