Tentu, berikut penjelasan hadits tersebut sesuai format dan aturan yang telah ditetapkan.
Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengajarkan tiga adab penting: tidak bernapas di dalam wadah minuman, tidak menyentuh kemaluan dengan tangan kanan saat buang air, dan tidak bersuci (istinja') dengan tangan kanan. Tangan kanan dimuliakan dalam Islam, sehingga digunakan untuk hal-hal yang baik, sedangkan tangan kiri untuk hal-hal yang kotor.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih Al-Bukhari, Kitab Wudhu, Bab Larangan Menggunakan Tangan Kanan untuk Istinja', dari sahabat Abu Qatadah radhiyallahu 'anhu.
Teks hadits lengkap:
حَدَّثَنَا مُعَاذُ بْنُ فَضَالَةَ، قَالَ حَدَّثَنَا هِشَامٌ ـ هُوَ الدَّسْتَوَائِيُّ ـ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي قَتَادَةَ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ "إِذَا شَرِبَ أَحَدُكُمْ فَلاَ يَتَنَفَّسْ فِي الإِنَاءِ، وَإِذَا أَتَى الْخَلاَءَ فَلاَ يَمَسَّ ذَكَرَهُ بِيَمِينِهِ، وَلاَ يَتَمَسَّحْ بِيَمِينِهِ"
Terjemahan: "Apabila salah seorang di antara kalian minum, maka janganlah ia bernapas di dalam wadah minumnya, dan apabila salah seorang di antara kalian pergi ke tempat buang air, maka janganlah ia menyentuh kemaluannya dengan tangan kanannya, dan janganlah ia membersihkan bagian pribadinya dengan tangan kanannya."
Dalil Al-Qur'an yang menjadi dasar pemuliaan tangan kanan dan adab secara umum:
QS. Al-Hujurat [49]: 11
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّن قَوْمٍ عَسَىٰ أَن يَكُونُوا خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِّن نِّسَاءٍ عَسَىٰ أَن يَكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوا أَنفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ ۖ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ ۚ وَمَن لَّمْ يَتُبْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ
Terjemahan: "Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman. Dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim."
Ayat ini secara umum mengajarkan adab dan pemuliaan, yang menjadi dasar mengapa tangan kanan—yang lebih mulia—digunakan untuk hal-hal baik.
Penjelasan Rinci
Hadits ini mengandung tiga larangan yang semuanya berkaitan dengan adab dan kebersihan:
- Larangan bernapas di dalam wadah minuman. Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa larangan ini karena dapat mengotori air dan menimbulkan rasa jijik bagi orang lain. Jika seseorang perlu bernapas, hendaklah ia menjauhkan wadah dari mulutnya terlebih dahulu. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa hikmahnya adalah menjaga kebersihan dan menghindari penyakit.
- Larangan menyentuh kemaluan dengan tangan kanan saat buang air. Ini adalah bentuk pemuliaan terhadap tangan kanan. Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa tangan kanan digunakan untuk hal-hal yang baik seperti makan, minum, bersalaman, dan menulis. Sedangkan tangan kiri untuk hal-hal yang kotor seperti istinja' dan membersihkan najis.
- Larangan beristinja' (membersihkan diri setelah buang air) dengan tangan kanan. Ini menegaskan larangan kedua. Ibnu Hajar menyebutkan bahwa para ulama sepakat tentang larangan menggunakan tangan kanan untuk istinja' tanpa uzur. Jika ada uzur seperti tangan kanan sakit atau lumpuh, maka boleh menggunakan tangan kiri atau alat bantu.
Imam Ahmad bin Hanbal dan Imam asy-Syafi'i berpendapat bahwa larangan ini bersifat karahah tanzih (makruh, tidak sampai haram), kecuali jika ada kebutuhan mendesak. Namun, meninggalkannya adalah lebih utama dan lebih menjaga adab.
Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Jami' al-'Ulum wa al-Hikam menjelaskan bahwa hadits ini mengajarkan prinsip taharah (bersuci) dan adab (etika) yang merupakan bagian dari kesempurnaan iman. Nabi ﷺ mengajarkan bahkan dalam hal-hal kecil seperti cara minum dan bersuci, agar umatnya selalu menjaga kebersihan dan kehormatan diri.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa suatu ketika seorang sahabat bertanya kepada Nabi ﷺ tentang adab-adab yang tampak sepele. Nabi ﷺ menjawab dengan sabar dan mengajarkan bahwa Islam memperhatikan detail kehidupan sehari-hari. Dalam sebuah riwayat dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Nabi ﷺ bersabda, "Apabila salah seorang di antara kalian berwudhu, maka hendaklah ia memasukkan air ke hidungnya dan mengeluarkannya, dan janganlah ia menyentuh kemaluannya dengan tangan kanannya." (HR. Abu Dawud). Para sahabat kemudian mengamalkan hal ini dengan sangat hati-hati, bahkan Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhu dikenal sangat ketat dalam menjaga adab ini. Hikmahnya adalah bahwa Islam mengajarkan pemuliaan terhadap anggota tubuh yang baik dan menjaga kebersihan dalam setiap keadaan.
Kesimpulan Praktis
- Jangan bernapas di dalam wadah minuman; jauhkan wadah dari mulut saat bernapas.
- Gunakan tangan kiri untuk menyentuh kemaluan saat buang air dan untuk istinja'.
- Gunakan tangan kanan untuk hal-hal yang baik seperti makan, minum, bersalaman, dan menulis.
- Jika ada uzur (sakit atau lumpuh) pada tangan kiri, boleh menggunakan tangan kanan dengan tetap menjaga kebersihan.
- Ajarkan adab ini kepada keluarga dan anak-anak sejak dini.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.