Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengajarkan bahwa sedekah tidak terbatas pada harta saja, tetapi mencakup semua bentuk kebaikan. Setiap Muslim dituntut untuk bersedekah, dan jika tidak memiliki harta, ia bisa bekerja, membantu orang lain, atau bahkan sekadar menahan diri dari kejahatan. Semua itu bernilai sedekah di sisi Allah.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur'an:
Allah Ta'ala berfirman:
وَمَا تُقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ مِنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِنْدَ اللَّهِ هُوَ خَيْرًا وَأَعْظَمَ أَجْرًا
"Dan kebaikan apa pun yang kamu perbuat untuk dirimu, niscaya kamu akan mendapatkannya di sisi Allah sebagai balasan yang lebih baik dan lebih besar pahalanya."
(QS. Al-Muzzammil [73]: 20)
Hadits:
Hadits yang dimaksud diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Zakat, Bab "Setiap Muslim Harus Memberi Sedekah", no. 1445, dari jalur Abu Burda dari ayahnya dari kakeknya (yaitu Abu Musa Al-Asy'ari radhiyallahu 'anhu).
Kaitan dengan Ulama:
Imam Al-Bukhari (w. 256 H) sendiri adalah ulama besar dalam daftar rujukan. Beliau meletakkan hadits ini di bab khusus yang menunjukkan bahwa sedekah itu luas maknanya. Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani (w. 852 H) dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menjadi dalil bahwa setiap Muslim wajib bersedekah, dan jika tidak mampu dengan harta, maka dengan amal lainnya.
Penjelasan Rinci
Hadits ini menunjukkan betapa luasnya syariat Islam dalam mendorong kebaikan. Berikut penjelasan dari para ulama:
- "Setiap Muslim harus memberi sedekah" – Ini adalah perintah umum. Imam An-Nawawi (w. 676 H) dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa perintah ini bersifat sunnah muakkadah (sangat dianjurkan), bukan wajib setiap hari. Namun, seorang Muslim dianjurkan untuk selalu bersedekah dalam bentuk apa pun.
- Jika tidak memiliki harta – Sahabat bertanya, bagaimana jika seseorang miskin? Maka Nabi ﷺ memberikan solusi bertahap:
- Bekerja dengan tangannya – Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani menjelaskan bahwa ini mencakup semua pekerjaan halal yang menghasilkan manfaat, baik untuk diri sendiri maupun untuk disedekahkan. Ini menunjukkan keutamaan bekerja keras dan mandiri.
- Membantu orang yang membutuhkan – Jika tidak bisa bekerja (karena sakit, cacat, dll), maka membantu orang lain yang sedang kesulitan, seperti menolong orang yang teraniaya atau membantu meringankan beban orang lain, juga bernilai sedekah. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin (w. 1421 H) dalam Syarh Riyadhus Shalihin menekankan bahwa ini adalah bentuk sedekah dengan tenaga dan perhatian.
- Berbuat baik dan menahan diri dari kejahatan – Jika semua itu tidak mampu, maka berbuat baik (seperti tersenyum, berkata lembut, menyingkirkan duri dari jalan) dan menahan diri dari berbuat jahat (seperti tidak menyakiti orang lain) sudah dianggap sedekah. Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali (w. 795 H) dalam Jami' Al-Ulum wa Al-Hikam menjelaskan bahwa menahan diri dari kejahatan adalah sedekah karena itu adalah jihad melawan hawa nafsu.
Pendapat Ulama: Tidak ada perbedaan pendapat di antara ulama dalam daftar rujukan mengenai makna hadits ini. Semua sepakat bahwa sedekah itu luas, tidak terbatas pada harta. Ini adalah rahmat Allah agar setiap Muslim bisa meraih pahala sedekah dalam kondisi apa pun.
Story Telling
Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
"Setiap ruas tulang manusia harus bersedekah setiap hari di mana matahari terbit. Engkau berlaku adil antara dua orang adalah sedekah. Engkau membantu seseorang menaikkan barangnya ke atas kendaraannya adalah sedekah. Kata-kata yang baik adalah sedekah. Setiap langkah menuju masjid adalah sedekah. Dan menyingkirkan duri dari jalan adalah sedekah."
(HR. Al-Bukhari no. 2989 dan Muslim no. 1009)
Kisah ini menunjukkan bahwa sedekah itu sangat mudah dan bisa dilakukan setiap hari. Bahkan hal-hal kecil yang sering kita anggap remeh, seperti senyum atau menyingkirkan duri, bisa menjadi sedekah yang besar pahalanya.
Kesimpulan Praktis
- Jangan pernah meremehkan sedekah, sekecil apa pun bentuknya.
- Jika tidak punya harta, berusahalah bekerja keras untuk mencari rezeki halal, lalu bersedekah dari hasilnya.
- Jika tidak mampu bekerja, bantulah orang lain yang membutuhkan, baik dengan tenaga, pikiran, atau doa.
- Jika semua itu sulit, maka berbuat baiklah kepada siapa pun dan tahanlah diri dari berbuat jahat. Itu sudah cukup sebagai sedekah.
- Jadikan setiap hari sebagai ladang sedekah, karena setiap kebaikan adalah sedekah.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.