Bab Sedekah dengan Tangan Kanan
Shahih
haddatsana musaddadun, haddatsana yahya, an ubaydi allahi, qala haddatsani khubaybu ibnu abdi arrahmani, an hafshi ibni ashimin, an abi hurayraha rdh allah nh ani annabiyyi qala " sabahun yuzhilluhumu allahu taala fi zhillihi yawma la zhilla ila zhilluhu imamun adlun, wasyabbun nasyaa fi ibadahi allahi, warajulun qalbuhu muallaqun fi almasajidi, warajulani tahabba fi allahi ajtamaa alayhi watafarraqa alayhi, warajulun daathu amraahun dzatu manshibin wajamalin faqala inni akhafu allaha, warajulun tashaddaqa bishadaqahin faakhfaha hatta la talama syimaluhu ma tunfiqu yaminuhu, warajulun dzakara allaha khaliyan fafadhat aynahu ".
Telah menceritakan kepada kami Musaddad, telah menceritakan kepada kami Yahya, dari Ubaidullah, ia berkata: Telah menceritakan kepadaku Khubaib bin Abdurrahman, dari Hafs bin Asim, dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tujuh orang yang akan dinaungi Allah di bawah naungannya pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya: (1) seorang pemimpin yang adil; (2) seorang pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah; (3) seorang lelaki yang hatinya terikat pada masjid; (4) dua orang yang saling mencintai karena Allah, mereka berkumpul dan berpisah karena Allah; (5) seorang lelaki yang diajak oleh seorang wanita yang memiliki kedudukan dan kecantikan, lalu ia berkata: 'Sesungguhnya aku takut kepada Allah'; (6) seorang yang bersedekah dengan sembunyi-sembunyi sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberikan oleh tangan kanannya; (7) seorang yang mengingat Allah dalam keadaan sendirian, lalu mengalirlah air matanya."