Penjelasan Hadits Bukhari No. 1410 tentang Sedekah harta halal akan dilipatgandakan Allah sebesar gunung

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan keutamaan sedekah yang berasal dari harta yang halal (baik), meskipun jumlahnya sangat kecil seperti satu biji kurma. Allah ﷻ akan menerima sedekah tersebut dengan penerimaan yang khusus dan melipatgandakan pahalanya hingga menjadi sebesar gunung. Ini adalah dorongan luar biasa untuk bersedekah dengan harta yang baik dan halal, serta janji balasan yang berlipat ganda dari Allah.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:

Teks Arab hadits (sebagaimana yang Anda cantumkan) adalah sebagai berikut:

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُنِيرٍ، سَمِعَ أَبَا النَّضْرِ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ ـ هُوَ ابْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ ـ عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ـ رضى الله عنه ـ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ " مَنْ تَصَدَّقَ بِعَدْلِ تَمْرَةٍ مِنْ كَسْبٍ طَيِّبٍ ـ وَلاَ يَقْبَلُ اللَّهُ إِلاَّ الطَّيِّبَ ـ وَإِنَّ اللَّهَ يَتَقَبَّلُهَا بِيَمِينِهِ، ثُمَّ يُرَبِّيهَا لِصَاحِبِهِ كَمَا يُرَبِّي أَحَدُكُمْ فَلُوَّهُ حَتَّى تَكُونَ مِثْلَ الْجَبَلِ "

Terjemahan: Dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda, "Jika seseorang bersedekah dengan nilai satu biji kurma dari harta yang halal, dan Allah hanya menerima yang halal, maka Allah akan menerimanya dengan tangan-Nya, kemudian Dia akan membesarkannya untuk pemiliknya seperti salah satu dari kalian membesarkan anak kuda, hingga menjadi sebesar gunung." (HR. Al-Bukhari, Kitab Zakat, Bab Sedekah dari Harta yang Baik, no. 1410)

Rujukan Ulama:

  • Imam Al-Bukhari (wafat 256 H) memuat hadits ini dalam Shahih-nya sebagai dalil tentang keutamaan sedekah dari harta yang halal.
  • Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani (wafat 852 H) dalam kitabnya Fathul Bari menjelaskan makna hadits ini secara rinci, termasuk makna "tangan kanan Allah" yang merupakan sifat yang layak bagi Allah tanpa menyerupakan dengan makhluk.
  • Imam An-Nawawi (wafat 676 H) dalam Syarah Shahih Muslim juga menjelaskan hadits semakna yang diriwayatkan Imam Muslim, dan menegaskan bahwa ini adalah karunia Allah yang melipatgandakan pahala sedekah.

Penjelasan Rinci

Hadits yang mulia ini mengandung beberapa pelajaran penting:

1. Keutamaan Sedekah dari Harta yang Halal

Rasulullah ﷺ mengawali hadits ini dengan syarat penting: sedekah harus berasal dari kasb thayyib (harta yang halal dan baik). Ini menunjukkan bahwa nilai sedekah di sisi Allah sangat terkait dengan sumber hartanya. Sedekah dari harta haram tidak akan diterima oleh Allah, bahkan bisa menjadi sebab doa dan amal seseorang tertolak.

2. Makna "Allah Menerima dengan Tangan Kanan-Nya"

Ungkapan ini adalah bagian dari sifat-sifat Allah yang wajib kita imani tanpa menanyakan bagaimana caranya (tafwidh) dan tanpa menyerupakan dengan makhluk (tamtsil). Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa ini adalah bentuk kemuliaan dan penerimaan khusus dari Allah terhadap sedekah hamba-Nya. Ini bukan berarti Allah memiliki anggota badan seperti makhluk, tetapi kita mengimani sifat ini sebagai sifat yang layak bagi Allah.

3. Perumpamaan Tumbuhnya Pahala Sedekah

Rasulullah ﷺ mengumpamakan pahala sedekah seperti anak kuda yang tumbuh besar hingga menjadi gunung. Ini menunjukkan bahwa pahala sedekah akan dilipatgandakan oleh Allah dengan lipatan yang sangat besar. Imam Ibnu Rajab al-Hanbali (wafat 795 H) dalam kitabnya Jami' al-'Ulum wal-Hikam menjelaskan bahwa ini adalah bentuk karunia Allah yang melipatgandakan amal kebaikan hamba-Nya, bahkan untuk amal yang tampak kecil sekalipun.

4. Dorongan untuk Tidak Meremehkan Sedekah

Hadits ini juga mengajarkan agar kita tidak meremehkan sedekah meskipun kecil. Karena Allah Maha Kuasa untuk melipatgandakan pahala-Nya. Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di (wafaf 1376 H) dalam tafsirnya menjelaskan bahwa Allah tidak melihat besar kecilnya amal, tetapi melihat keikhlasan dan kesesuaiannya dengan syariat.

Story Telling

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda tentang seorang laki-laki yang bersedekah dengan satu dirham, lalu Allah melipatgandakannya hingga seperti gunung Uhud. Ini menunjukkan bahwa Allah tidak pernah menyia-nyiakan amal hamba-Nya, sekecil apa pun.

Kisah lain yang masyhur dari salafus shalih, disebutkan bahwa Imam Ahmad bin Hanbal (wafat 241 H) pernah ditanya tentang sedekah yang paling utama. Beliau menjawab, "Sedekah yang paling utama adalah yang berasal dari harta yang halal, meskipun sedikit, karena Allah hanya menerima yang baik." Ini menunjukkan perhatian para ulama terhadap kesucian sumber harta dalam beramal.

Kesimpulan Praktis

  1. Perhatikan sumber harta sebelum bersedekah. Pastikan harta tersebut halal dan baik, karena Allah hanya menerima yang baik.
  2. Jangan meremehkan sedekah kecil. Sedekah satu biji kurma pun bisa menjadi besar di sisi Allah jika ikhlas dan dari harta halal.
  3. Yakinlah dengan janji Allah bahwa Dia akan melipatgandakan pahala sedekah hingga sebesar gunung.
  4. Imani sifat-sifat Allah seperti "tangan kanan" tanpa menanyakan bagaimana caranya dan tanpa menyerupakan dengan makhluk.
  5. Biasakan bersedekah secara rutin, meskipun sedikit, karena konsistensi dalam kebaikan adalah amal yang dicintai Allah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?