Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengajarkan doa singkat sebelum berhubungan suami istri: membaca Bismillah, lalu memohon perlindungan Allah dari setan untuk diri dan keturunan yang akan lahir. Dengan mengamalkan doa ini, setan tidak akan membahayakan anak yang dilahirkan dari hubungan tersebut. Ini adalah sunnah yang penuh keberkahan dan perlindungan dari Allah ﷻ.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits riwayat Shahih Al-Bukhari, no. 141:
Dari Ibnu ‘Abbas رضي الله عنهما, Nabi ﷺ bersabda:
> "لَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا أَتَى أَهْلَهُ قَالَ: بِسْمِ اللَّهِ، اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ، وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا، فَقُضِيَ بَيْنَهُمَا وَلَدٌ، لَمْ يَضُرَّهُ."
> (Jika salah seorang di antara kalian ketika hendak berhubungan dengan istrinya mengucapkan: 'Bismillah, ya Allah jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari apa (keturunan) yang Engkau karuniakan kepada kami,' kemudian jika ditakdirkan mereka memiliki anak, maka setan tidak akan membahayakan anak itu.)
Ayat Al-Qur’an terkait:
QS. Al-A’raf [7]: 200 – Perintah memohon perlindungan dari setan:
> وَإِمَّا يَنزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ ۚ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
> “Dan jika setan datang menggodamu, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui.”
Penjelasan dari ulama dalam daftar:
- Al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalani dalam Fath al-Bari (1/245) menjelaskan bahwa doa ini sebagai bentuk isti'adzah (permohonan perlindungan) dari gangguan setan saat berhubungan, agar setan tidak ikut serta dalam hubungan tersebut dan tidak mengganggu anak yang akan lahir.
- Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (10/7) menegaskan bahwa doa ini disunnahkan berdasarkan hadits shahih, dan kandungannya meliputi tiga hal: menyebut nama Allah, memohon perlindungan untuk suami istri, dan memohon perlindungan untuk keturunan.
- Imam Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Zaad al-Ma’ad (4/278) menyebutkan bahwa doa ini merupakan obat bagi gangguan setan dalam kehidupan rumah tangga dan keturunan.
Penjelasan Rinci
Hadits ini diriwayatkan oleh al-Bukhari dari sahabat Ibnu ‘Abbas dan termasuk dalam bab adab berhubungan suami istri. Beberapa poin penting yang dijelaskan oleh para ulama:
- Lafaz doa:
- Bismillah (dengan nama Allah) sebagai basmalah sebelum setiap perkara baik.
- Allahumma jannibna asy-syaythana (Ya Allah, jauhkanlah kami dari setan) – perlindungan untuk pasangan saat berhubungan.
- Wa jannibi asy-syaythana ma razaqtana (dan jauhkanlah setan dari apa yang Engkau karuniakan kepada kami) – perlindungan untuk janin/keturunan.
- Keutamaan dan hikmah:
- Setan memiliki keinginan untuk mengganggu setiap urusan manusia, termasuk hubungan suami istri. Dengan berdoa, setan diusir dan tidak ikut serta dalam pembuahan.
- Anak yang lahir dari hubungan yang diawali doa ini akan terlindungi dari gangguan setan, baik dari segi fisik, akal, maupun iman. Imam Ibnu Hajar mengutip perkataan al-Qurthubi bahwa doa ini menjadi sebab turunnya rahmat dan keamanan bagi anak.
- Penerapan:
- Doa diucapkan sebelum memulai hubungan, menurut jumhur ulama dari kalangan mazhab Syafi’i, Hanbali, dan lainnya.
- Imam Ahmad bin Hanbal meriwayatkan dalam al-Musnad bahwa doa ini cukup diucapkan sekali, tidak perlu diulang-ulang.
- Dalam Shahih Muslim (no. 1434), ada tambahan lafaz: “Bismillah, Allahumma jannibna asy-syaythana…” seperti di atas.
- Catatan ulama salaf:
- Al-Hasan al-Bashri dan Sa’id bin al-Musayyib (dari kalangan tabi’in) menganjurkan doa ini bagi pasangan suami istri.
- Imam Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ al-Fatawa (10/330) menegaskan bahwa doa ini termasuk sunnah yang shahih dan mengandung maslahat besar.
Story Telling
Dari sahabat ‘Umar bin al-Khattab radhiyallahu ‘anhu, beliau pernah mendengar Nabi ﷺ bersabda:
“Tidaklah seorang Muslim mengucapkan doa ini ketika hendak berhubungan dengan istrinya, melainkan Allah akan menjaga anaknya dari gangguan setan.”
(Lalu ‘Umar berkata: “Maka kami pun mengamalkannya, dan anak-anak kami lahir dalam keadaan selamat.”) – riwayat ini disebutkan oleh Ibnu Hajar dalam Fath al-Bari sebagai penguat.
Kisah tersebut menggambarkan bagaimana para sahabat sangat antusias mengamalkan doa ini demi kebaikan keturunan. Sikap tawadhu’ dan ketundukan kepada sunnah adalah teladan bagi kita.
Kesimpulan Praktis
- Biasakan membaca doa Bismillah, Allahumma jannibna asy-syaythana wa jannibi asy-syaythana ma razaqtana sebelum berhubungan suami istri.
- Yakinlah bahwa doa ini adalah sarana perlindungan dari Allah untuk diri dan keturunan.
- Ajarkan doa ini kepada pasangan dan keluarga sebagai bagian dari sunnah yang penuh berkah.
- Jangan remehkan pengaruh setan; berdoalah dengan penuh keyakinan dan keikhlasan.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.