Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 1389 tentang Rasulullah wafat di pangkuan Aisyah dan dimakamkan di rumahnya

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menggambarkan betapa mulianya kedudukan Aisyah radhiyallahu 'anha di sisi Nabi ﷺ. Di akhir hayatnya, Nabi ﷺ meminta izin kepada istri-istrinya yang lain untuk dirawat di rumah Aisyah. Beliau wafat di pangkuan Aisyah dan dimakamkan di kamar Aisyah, yang kemudian menjadi bagian dari Masjid Nabawi. Ini adalah keutamaan besar bagi Aisyah dan juga menunjukkan kasih sayang Nabi ﷺ yang luar biasa kepada keluarganya.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Jenazah, Bab "Apa yang Dikatakan Mengenai Makam Nabi ﷺ dan Abu Bakar serta Umar", no. 1389. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab As-Salam, Bab "Minta Izin", no. 2443, dari jalur Hisyam bin 'Urwah dari ayahnya dari Aisyah.

Teks Arab Hadits (sebagaimana yang Anda cantumkan):

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ، حَدَّثَنِي سُلَيْمَانُ، عَنْ هِشَامٍ، وَحَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ حَرْبٍ، حَدَّثَنَا أَبُو مَرْوَانَ، يَحْيَى بْنُ أَبِي زَكَرِيَّاءَ عَنْ هِشَامٍ، عَنْ عُرْوَةَ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ إِنْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ لَيَتَعَذَّرُ فِي مَرَضِهِ " أَيْنَ أَنَا الْيَوْمَ أَيْنَ أَنَا غَدًا " اسْتِبْطَاءً لِيَوْمِ عَائِشَةَ، فَلَمَّا كَانَ يَوْمِي قَبَضَهُ اللَّهُ بَيْنَ سَحْرِي وَنَحْرِي، وَدُفِنَ فِي بَيْتِي.

Terjemahan: Aisyah berkata: "Dalam sakitnya, Rasulullah ﷺ sering bertanya, 'Di mana aku hari ini? Di mana aku besok?' Dan aku menunggu hari giliranku (dengan tidak sabar). Kemudian, ketika giliranku tiba, Allah mengambil nyawanya (di pangkuanku) antara dadaku dan tanganku dan ia dimakamkan di rumahku."

Kaitan dengan Ulama:

  • Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari (Kitab Jenazah, Bab 96) menjelaskan bahwa kata yata'addzaru (يَتَعَذَّرُ) di sini berarti yata'allalu (يَتَعَلَّلُ), yaitu mencari-cari alasan atau meminta maaf. Beliau juga menjelaskan bahwa pertanyaan Nabi ﷺ "Di mana aku hari ini? Di mana aku besok?" adalah untuk mengetahui hari giliran Aisyah, karena beliau ingin dirawat di rumah Aisyah.
  • Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim (Kitab As-Salam, Bab "Minta Izin") menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bolehnya seorang suami meminta izin kepada istri-istrinya yang lain untuk tinggal lebih lama di rumah salah satu istrinya jika ada keperluan, dan ini adalah bentuk keadilan dan kasih sayang Nabi ﷺ.

Penjelasan Rinci

Hadits ini adalah salah satu bukti nyata tentang keutamaan Aisyah radhiyallahu 'anha dan kasih sayang Nabi ﷺ yang sangat dalam kepadanya.

  1. Makna "yata'addzaru" (يَتَعَذَّرُ): Kata ini memiliki makna mencari-cari alasan atau meminta maaf. Dalam konteks ini, Nabi ﷺ yang sedang sakit parah meminta maaf kepada istri-istrinya yang lain karena ingin menghabiskan hari-hari terakhirnya di rumah Aisyah. Ini menunjukkan adab dan kelembutan beliau dalam memperlakukan keluarganya, meskipun dalam keadaan sakit.
  2. Pertanyaan "Di mana aku hari ini? Di mana aku besok?": Pertanyaan ini bukanlah pertanyaan biasa. Ini adalah isyarat halus dari Nabi ﷺ untuk mengetahui kapan giliran Aisyah tiba. Beliau ingin memastikan bahwa beliau berada di rumah Aisyah pada hari gilirannya, sehingga Aisyah yang akan merawatnya. Ini adalah bentuk penghormatan dan kasih sayang yang sangat besar kepada Aisyah.
  3. Wafat di Pangkuan Aisyah: Aisyah radhiyallahu 'anha menceritakan bahwa Nabi ﷺ wafat di pangkuannya, antara dada dan lehernya. Ini adalah kehormatan yang sangat agung yang tidak diberikan kepada istri-istri Nabi ﷺ yang lain. Imam Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah wan Nihayah menyebutkan bahwa ini adalah salah satu keistimewaan Aisyah yang tidak dimiliki oleh istri-istri Nabi ﷺ lainnya.
  4. Dimakamkan di Rumah Aisyah: Nabi ﷺ dimakamkan di kamar Aisyah, tepatnya di tempat beliau wafat. Ini adalah kehendak Allah dan juga wasiat dari Nabi ﷺ sendiri. Para sahabat memahami hal ini dan memakamkan beliau di tempat tersebut. Kemudian, Abu Bakar dan Umar radhiyallahu 'anhuma juga dimakamkan di sampingnya. Ini menunjukkan bahwa rumah Aisyah adalah tempat yang paling mulia di muka bumi.

Imam Al-Bukhari menempatkan hadits ini dalam "Kitab Jenazah" pada bab tentang makam Nabi ﷺ dan kedua sahabatnya. Ini menunjukkan bahwa hadits ini juga menjadi dalil tentang bolehnya berziarah ke makam Nabi ﷺ dan para sahabatnya, serta menunjukkan keutamaan tempat tersebut.

Story Telling

Ada kisah yang sangat mengharukan tentang hari-hari terakhir Nabi ﷺ. Ketika sakitnya semakin parah, beliau berada di rumah Maimunah. Beliau bertanya kepada istri-istrinya, "Di mana aku besok?" Mereka paham bahwa beliau ingin berada di rumah Aisyah. Maka mereka pun mengizinkan beliau untuk dirawat di rumah Aisyah.

Aisyah menceritakan, "Rasulullah ﷺ masuk ke rumahku dalam keadaan sakit. Beliau bertanya, 'Di mana aku hari ini? Di mana aku besok?' Beliau ingin hari giliranku tiba. Maka ketika hari giliranku tiba, beliau wafat di pangkuanku."

Aisyah juga menceritakan bahwa ketika Nabi ﷺ wafat, beliau bersandar di dadanya. Aisyah berkata, "Demi Allah, aku tidak pernah melihat seseorang yang wafat dalam keadaan seperti itu. Beliau wafat di antara dadaku dan leherku."

Kemudian, ketika para sahabat kebingungan di mana akan memakamkan Nabi ﷺ, Abu Bakar radhiyallahu 'anhu berkata, "Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, 'Tidaklah seorang nabi wafat melainkan dimakamkan di tempat dia wafat.'" Maka mereka pun memakamkan beliau di kamar Aisyah.

Kisah ini menunjukkan betapa besar kasih sayang Nabi ﷺ kepada Aisyah, dan betapa Allah memuliakan Aisyah dengan kehormatan yang sangat agung ini. Ini juga mengajarkan kita tentang adab seorang suami kepada istrinya, dan bagaimana seorang istri yang shalihah merawat suaminya dengan penuh cinta dan pengorbanan.

Kesimpulan Praktis

  1. Meneladani Kasih Sayang Nabi ﷺ: Hadits ini mengajarkan kita untuk berlaku lembut dan penuh kasih sayang kepada keluarga, terutama saat mereka sakit atau membutuhkan perhatian.
  2. Menghormati Keutamaan Aisyah: Kita harus meyakini keutamaan Aisyah radhiyallahu 'anha sebagai Ummul Mukminin dan istri Nabi ﷺ yang paling dicintainya. Ini adalah bagian dari akidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah.
  3. Adab Meminta Izin: Hadits ini menunjukkan bahwa dalam kehidupan berumah tangga, seorang suami yang memiliki lebih dari satu istri harus berlaku adil dan meminta izin jika ingin melakukan sesuatu yang di luar kebiasaan.
  4. Menghormati Makam Nabi ﷺ: Hadits ini juga menunjukkan keutamaan makam Nabi ﷺ dan para sahabatnya, dan menganjurkan kita untuk berziarah dengan adab yang baik.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.