Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengabarkan tentang keadaan roh orang yang telah meninggal dunia. Setiap hari, di pagi dan sore hari, roh tersebut diperlihatkan tempat tinggalnya yang kekal kelak di akhirat. Jika ia ahli surga, maka diperlihatkan kenikmatan surga sebagai kabar gembira. Jika ia ahli neraka, maka diperlihatkan siksa neraka sebagai peringatan. Ini adalah salah satu bentuk ujian dan balasan awal di alam barzakh (alam kubur) yang menunggu hingga hari kiamat.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Jenazah, Bab "Mayit Diperlihatkan Tempatnya di Pagi dan Sore", nomor 1379, dari sahabat Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma.
Dalil Al-Qur'an yang Terkait:
Firman Allah Ta'ala tentang keadaan orang-orang yang tenggelam (Fir'aun dan pengikutnya):
وَالنَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا ۚ وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ أَدْخِلُوا آلَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ الْعَذَابِ
"Dan kepada mereka (Fir'aun dan pengikutnya) diperlihatkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat (dikatakan kepada malaikat): 'Masukkanlah Fir'aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras.'" (QS. Ghafir [40]: 46)
Ayat ini adalah dalil utama tentang adanya penampakan tempat tinggal di alam barzuh, sebagaimana disebutkan dalam hadits di atas.
Kaitan dengan Ulama:
- Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim menjelaskan bahwa ayat di atas (QS. Ghafir: 46) adalah dalil tentang adanya kehidupan barzakh dan penampakan surga atau neraka kepada roh orang yang telah meninggal.
- Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari (syarah Shahih Al-Bukhari) membawakan hadits ini dan menjelaskan maknanya secara rinci, termasuk bahwa penampakan ini terjadi setiap hari bagi roh orang yang telah meninggal.
Penjelasan Rinci
Para ulama Ahlus Sunnah menjelaskan bahwa hadits ini adalah salah satu dalil tentang adanya azab dan nikmat kubur (alam barzakh). Berikut penjelasan rincinya:
- Makna "Diperlihatkan Tempatnya" (عُرِضَ عَلَيْهِ مَقْعَدُهُ):
- Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah roh orang yang telah meninggal itu dihadapkan dan diperlihatkan kepadanya tempat tinggalnya yang kekal di akhirat. Ini adalah kabar gembira bagi orang beriman dan peringatan bagi orang yang berdosa.
- Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah dalam kitabnya Ar-Ruh menjelaskan secara panjang lebar bahwa penampakan ini adalah salah satu bentuk ujian dan kenikmatan atau siksa bagi roh di alam barzakh. Beliau menegaskan bahwa ini adalah perkara ghaib yang wajib diimani, dan tidak bisa dianalogikan dengan kehidupan dunia.
- Waktu Penampakan (Pagi dan Sore):
- Kata "al-ghadaati" (pagi) dan "al-'asyiyyi" (sore) menunjukkan bahwa penampakan ini terjadi secara terus-menerus setiap hari. Ini adalah bentuk balasan yang berkelanjutan bagi roh hingga datangnya hari kiamat.
- Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam Ahwalul Qubur menjelaskan bahwa ini adalah kenikmatan atau siksa yang paling awal dirasakan oleh roh setelah kematian, dan ini berlangsung terus hingga hari kebangkitan.
- Konteks dan Hikmah:
- Hadits ini juga menjelaskan bahwa meskipun jasad telah dikubur, roh tetap hidup dan merasakan kenikmatan atau siksa. Ini adalah salah satu bentuk keadilan Allah Ta'ala, di mana balasan atas amal perbuatan dimulai sejak awal di alam barzakh.
- Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarah Riyadhus Shalihin menjelaskan bahwa hadits ini adalah dalil bahwa roh orang yang meninggal itu tidaklah hilang atau musnah, tetapi ia hidup di alam barzakh dan merasakan balasan atas amalnya. Beliau juga menekankan bahwa kita wajib beriman kepada hal ini karena datang dari Rasulullah ﷺ yang jujur dan benar.
- Perbedaan Pendapat (Ikhtilaf):
- Ada sebagian ulama yang menafsirkan bahwa yang diperlihatkan hanyalah "tempat" (maq'ad) saja, bukan "jasad" atau "roh" secara langsung. Namun, Imam Ibnu Hajar dan mayoritas ulama Ahlus Sunnah berpendapat bahwa yang diperlihatkan adalah rohnya, dan ini adalah hakikat yang tidak perlu ditanyakan "bagaimana" caranya, karena ini adalah perkara ghaib yang hanya Allah yang tahu hakikatnya.
Story Telling
Diriwayatkan dari Imam Al-Hasan Al-Bashri (seorang ulama besar Tabi'in), beliau pernah berkata tentang kematian:
> "Wahai manusia, sesungguhnya orang yang telah mati itu tidaklah merasa senang dengan kembalinya dia ke dunia walaupun dia diberi seluruh dunia dan isinya, kecuali satu hal, yaitu dia ingin kembali ke dunia untuk menambah amal kebaikan (karena dia telah melihat balasan amalnya di alam barzakh)."
Kisah ini menggambarkan betapa pentingnya amal shalih di dunia. Orang yang telah melihat balasan amalnya di alam barzakh, baik itu kenikmatan atau siksa, pasti akan menyesal jika amalnya kurang. Maka, kita yang masih hidup ini hendaknya bersungguh-sungguh dalam beramal shalih sebelum datangnya kematian.
Kesimpulan Praktis
- Wajib beriman kepada alam barzakh (alam kubur) dan segala peristiwanya, termasuk penampakan tempat tinggal di surga atau neraka bagi roh orang yang telah meninggal.
- Hadits ini adalah motivasi untuk memperbanyak amal shalih. Karena setiap hari amal kita "diputar" dan diperlihatkan balasannya di alam barzakh.
- Hadits ini juga menjadi pengingat untuk bertaubat dari dosa. Karena jika kita mati dalam keadaan berdosa, maka kita akan diperlihatkan tempat kita di neraka setiap pagi dan sore.
- Jangan pernah meremehkan dosa kecil, karena bisa menjadi sebab kita termasuk ahli neraka. Sebaliknya, jangan meremehkan amal kebaikan sekecil apa pun, karena bisa menjadi sebab kita termasuk ahli surga.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.