Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengajarkan dua perkara penting: pertama, betapa besar dosa tidak menjaga diri dari percikan air kencing dan dosa mengadu domba (namimah). Kedua, Rasulullah ﷺ menancapkan pelepah kurma basah di atas dua kubur itu sebagai bentuk doa dan harapan agar siksa mereka diringankan selama pelepah itu belum kering. Ini menunjukkan bahwa mendoakan mayat dan berbuat kebaikan untuknya adalah perkara yang dianjurkan.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:
Teks Arab hadits di atas adalah riwayat shahih dari sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma. Imam Al-Bukhari meriwayatkannya dalam Shahih-nya pada Kitab Al-Jana'iz (Buku Jenazah), Bab Ma Ja'a fi 'Adzabil Qabri (Bab Tentang Siksa Kubur). Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya.
Ayat Al-Qur'an yang Terkait:
Allah Ta'ala berfirman tentang larangan mengikuti dan menyebarkan berita dusta (yang merupakan pangkal namimah):
لَوْلَا إِذْ سَمِعْتُمُوهُ ظَنَّ الْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بِأَنفُسِهِمْ خَيْرًا وَقَالُوا هَٰذَا إِفْكٌ مُّبِينٌ
"Mengapa orang-orang mukmin dan mukminat tidak berbaik sangka terhadap diri mereka sendiri, ketika kamu mendengar berita bohong itu, lalu berkata, 'Ini adalah berita bohong yang nyata'." (QS. An-Nur [24]: 12)
Ayat ini menunjukkan bahwa menukil dan menyebarkan berita yang dapat menimbulkan fitnah adalah perbuatan tercela yang harus dijauhi.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan beberapa pelajaran besar dari hadits ini:
1. Dosa Tidak Menjaga Diri dari Air Kencing
Rasulullah ﷺ menyebutkan bahwa salah satu penghuni kubur disiksa karena tidak menjaga diri dari percikan air kencing. Ini menunjukkan bahwa perkara ini bukanlah perkara sepele. Imam Ibn Rajab al-Hanbali dalam kitabnya menjelaskan bahwa siksa kubur bisa terjadi disebabkan oleh dosa-dosa yang dianggap remeh oleh manusia, namun besar di sisi Allah. Beliau juga menukil perkataan sebagian ulama bahwa "kebanyakan siksa kubur disebabkan oleh tidak bersuci dengan benar dari kencing." Ini karena najis yang menempel pada tubuh atau pakaian akan merusak keabsahan shalat, dan shalat adalah tiang agama.
2. Dosa Besar Namimah (Mengadu Domba)
Penghuni kubur kedua disiksa karena berjalan menyebarkan namimah, yaitu memindahkan perkataan seseorang kepada orang lain dengan tujuan merusak hubungan dan menimbulkan permusuhan. Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa namimah adalah dosa besar dan termasuk perbuatan yang merusak tatanan masyarakat. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari juga menegaskan bahwa namimah adalah salah satu sebab utama kerusakan hubungan antar manusia, dan pelakunya diancam dengan siksa kubur.
3. Hikmah Menancapkan Pelepah Kurma Basah
Ketika Rasulullah ﷺ menancapkan pelepah kurma basah, para sahabat bertanya alasannya. Beliau menjawab, "Agar siksa mereka diringankan selama pelepah itu belum kering." Para ulama berbeda pendapat tentang hikmahnya:
- Pendapat pertama (dari sebagian ulama seperti Al-Qurthubi dan lainnya): Pelepah kurma basah itu bertasbih kepada Allah selama masih basah, dan tasbihnya menjadi sebab diringankannya siksa. Ini adalah pendapat yang masyhur.
- Pendapat kedua (dari Imam Ibn Taymiyyah dan Ibnul Qayyim): Hikmahnya adalah karena Rasulullah ﷺ berdoa dan memohon kepada Allah agar diringankan siksa keduanya selama pelepah itu belum kering. Jadi, yang menjadi sebab adalah doa Nabi ﷺ, bukan tasbihnya pelepah itu sendiri. Ini adalah pendapat yang lebih kuat karena doa Nabi ﷺ pasti mustajab.
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menjelaskan bahwa hadits ini tidak menunjukkan bahwa menancapkan pelepah kurma di atas kubur adalah sunnah yang dianjurkan untuk setiap kubur. Perbuatan Nabi ﷺ ini adalah kekhususan beliau sebagai doa untuk dua orang tersebut. Adapun yang disyariatkan bagi umatnya adalah mendoakan mayat, bukan menancapkan pelepah kurma.
Story Telling
Diriwayatkan dari sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, suatu hari Rasulullah ﷺ melewati dua kubur yang penghuninya sedang disiksa. Beliau bersabda, "Sesungguhnya keduanya sedang disiksa, dan keduanya tidak disiksa karena dosa besar menurut pandangan manusia." Lalu beliau menjelaskan sebab siksa keduanya: yang satu tidak bersuci dari kencing, dan yang lain suka mengadu domba.
Kemudian beliau meminta pelepah kurma yang masih basah, membelahnya menjadi dua, lalu menancapkannya di atas masing-masing kubur. Para sahabat bertanya, dan beliau menjawab dengan penuh kasih sayang, "Semoga Allah meringankan siksa keduanya selama pelepah ini belum kering."
Kisah ini menunjukkan betapa penyayangnya Rasulullah ﷺ, bahkan kepada orang yang sedang disiksa di kubur. Beliau berusaha memberikan kebaikan sekecil apa pun untuk meringankan penderitaan mereka. Ini juga menjadi pelajaran bagi kita untuk tidak meremehkan dosa-dosa kecil, karena bisa menjadi sebab siksa yang pedih.
Kesimpulan Praktis
- Jaga kebersihan dari najis, terutama air kencing. Pastikan pakaian dan badan suci sebelum shalat.
- Jauhi namimah (mengadu domba). Jangan menyampaikan perkataan seseorang kepada orang lain dengan tujuan merusak hubungan.
- Jangan meremehkan dosa kecil, karena bisa menjadi sebab siksa kubur.
- Doakan mayat adalah amalan yang dianjurkan, dan ini lebih utama daripada perbuatan-perbuatan yang tidak ada tuntunannya.
- Jadikan kisah ini sebagai pelajaran untuk memperbaiki diri dan menjaga lisan serta kebersihan.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.