Bab Daun di Atas Kubur
Shahih
haddatsana yahya, haddatsana abu muawiyaha, ani alamasyi, an mujahidin, an thawusin, ani abni abbasin rdh allah nhm ani annabiyyi annahu marra biqabrayni yuaddzabani faqala " innahuma layuaddzabani wama yuaddzabani fi kabirin amma ahaduhuma fakana la yastatiru mina albawli, waamma alakharu fakana yamsyi biannamimahi ". tsumma akhadza jaridahan rathbahan fasyaqqaha ibinishfayni, tsumma gharaza fi kulli qabrin wahidahan. faqalu ya rasula allahi, lima shanata hadza faqala " laallahu an yukhaffafa anhuma ma lam yaybasa ".
Dari Ibn Abbas: Nabi ﷺ pernah melewati dua kubur, dan kedua orang tersebut (di dalam kubur) sedang disiksa. Ia berkata, "Mereka disiksa bukan karena hal yang besar (yang harus dihindari). Salah satu dari mereka tidak menjaga diri dari terkena kencing, sementara yang lainnya pergi berbuat fitnah (untuk menimbulkan permusuhan antara teman). Ia kemudian mengambil sehelai daun pohon kurma yang hijau membelahnya menjadi dua bagian dan menancapkan satu di setiap kubur. Orang-orang berkata, "Wahai Rasulullah! Mengapa engkau melakukan ini?" Ia menjawab, "Aku berharap agar siksaan mereka dapat diringankan sampai mereka (daun tersebut) menjadi kering."
Ringkasan, rujukan ulama, dan hikmah praktis