Bab Siapa yang Tidak Menunjukkan Kesedihannya Saat Musibah
Shahih
haddatsana bisyru ibnu alhakami, haddatsana sufyanu ibnu uyaynaha, akhbarana ishaqu ibnu abdi allahi ibni abi thalhaha, annahu samia anasa ibna malikin rdh allah nh yaqulu asytaka abnun labi thalhaha qala famata waabu thalhaha kharijun, falamma raati amraatuhu annahu qad mata hayyaat syayan wanahhathu fi janibi albayti, falamma jaa abu thalhaha qala kayfa alghulamu qalat qad hadaat nafsuhu, waarju an yakuna qadi astaraha. wazhanna abu thalhaha annaha shadiqahun, qala fabata, falamma ashbaha aghtasala, falamma arada an yakhruja, alamathu annahu qad mata, fashalla maa annabiyyi tsumma akhbara annabiyya bima kana minhuma, faqala rasulu allahi " laalla allaha an yubarika lakuma fi laylatikuma ". qala sufyanu faqala rajulun mina alanshari faraaytu lahuma tisaha awladin kulluhum qad qaraa alqurana.
Diriwayatkan dari Anas bin Malik: Salah satu anak Abu Talhah sakit dan meninggal, sedangkan Abu Talhah saat itu tidak berada di rumah. Ketika istrinya melihat bahwa anaknya telah meninggal, ia mempersiapkan (memandikan dan mengafani) dan menempatkannya di suatu tempat di rumah. Ketika Abu Talhah datang, ia bertanya, "Bagaimana keadaan anak itu?" Ia menjawab, "Anak itu tenang dan saya berharap ia dalam keadaan damai." Abu Talhah mengira bahwa ia telah berkata jujur. Abu Talhah menghabiskan malam itu dan di pagi harinya mandi, dan ketika ia hendak keluar, istrinya memberitahunya bahwa anaknya telah meninggal. Abu Talhah melaksanakan shalat (pagi) bersama Nabi ﷺ dan memberitahu Nabi ﷺ tentang apa yang terjadi pada mereka. Rasulullah ﷺ bersabda, "Semoga Allah memberkahi kalian pada malam kalian." Sufyan berkata, "Salah seorang dari Anshar berkata, 'Mereka (yaitu Abu Talhah dan istrinya) memiliki sembilan anak dan semuanya telah menjadi pembaca Al-Qur'an (hafal).'"