Bab Kafan Dalam Kemeja yang Dikenakan atau Tidak Dikenakan, dan Siapa yang Dikafani Tanpa Kemeja
حَدَّثَنَا مَالِكُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ، حَدَّثَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ عَمْرٍو، سَمِعَ جَابِرًا ـ رضى الله عنه ـ قَالَ أَتَى النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم عَبْدَ اللَّهِ بْنَ أُبَىٍّ بَعْدَ مَا دُفِنَ فَأَخْرَجَهُ، فَنَفَثَ فِيهِ مِنْ رِيقِهِ وَأَلْبَسَهُ قَمِيصَهُ.
Dari Jabir, bahwa Nabi ﷺ datang kepada (kubur) Abdullah bin Ubai setelah jenazahnya dimakamkan. Jenazahnya dikeluarkan dan kemudian Nabi ﷺ meludahkan air liurnya ke atas jenazah dan mengenakannya dengan kemejanya.
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
