Shahih Al-Bukhari · Kitab Kematian · No. 1248

Bab Keutamaan Orang yang Meninggal Memiliki Anak yang Dihitung

Shahih

حَدَّثَنَا أَبُو مَعْمَرٍ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَارِثِ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ، عَنْ أَنَسٍ ـ رضى الله عنه ـ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ ﷺ " مَا مِنَ النَّاسِ مِنْ مُسْلِمٍ يُتَوَفَّى لَهُ ثَلاَثٌ لَمْ يَبْلُغُوا الْحِنْثَ، إِلاَّ أَدْخَلَهُ اللَّهُ الْجَنَّةَ بِفَضْلِ رَحْمَتِهِ إِيَّاهُمْ ".

haddatsana abu mamarin, haddatsana abdu alwaritsi, haddatsana abdu alazizi, an anasin rdh allah nh qala qala annabiyyu " ma mina annasi min muslimin yutawaffa lahu tsalatsun lam yablughu alhintsa, ila adkhalahu allahu aljannaha bifadhli rahmatihi iyyahum ".

Dari Anas, ia berkata bahwa Nabi ﷺ bersabda: "Tidak ada seorang Muslim pun yang meninggal dunia dan memiliki tiga anak yang belum mencapai usia baligh, kecuali Allah akan memasukkannya ke dalam surga karena rahmat-Nya kepada mereka."

Penjelasan